
Wys adalah sosok hewan pelindung keturunan Dewi wysteria.Dari ketiga keturunan wysteria,Almora lah yang terpilih untuk mendapatkan pelindung itu.Bukan tanpa alasan,Dewi wysteria memilih Almora itu karena Almora seorang manusia yang tidak memiliki elemen apapun.Tapi dengan adanya Wys,kelak Almora bisa mendapatkan kekuatan sihir seperti William.
Saat ini Almora tengah berbicara dengan isi hatinya alias sedang bertelepati dengan aylmora.
"Aylmora benarkah Dewi wysteria yang memberiku Wys?"Ucapnya dalam hati.
"Iya,memanglah dia yang memberimu sosok pelindung seperti Wys" Balas Aylmora sekenanya.
"Tapi untuk apa?Dan kenapa harus diriku?"
"Wys akan berguna sebagai pelindungmu dari segala perbuatan buruk,Alasan mengapa Dewi wysteria memberikannya padamu adalah karena kau seorang manusia biasa"
Almora yang semula tersenyum senang segera mengubah raut wajahnya datar.
"hanya karena itu?"
"Tidak,ada banyak alasan yang mengharuskan dirimu mendapatkan Wys"
Almora mengerutkan keningnya heran
"Maksudmu?"
"Maksudku,tujuan Dewi wysteria memberimu Wys bukan hanya karena kau manusia,tapi ada beberapa hal yang akan kau lakukan di hari kedepannya nanti"
Decakan terdengar dari mulut Almora
"Oh ayolah,mengapa alur hidupku rumit sekali!"Keluhnya.
"Baiklah,kalau begitu aku pergi dah!"
"Tapi..."
Almora merenung,Ia memikirkan lagi ucapan aylmora beberapa detik yang lalu.Mengapa hidupnya rumit sekali,astaga.
Almora mengusap rambutnya kasar,ia lalu bangkit dan menemui William di halaman depan.
"William,apa kau tahu tentang Dewi wysteria?"
Tanyanya pelan.
William yang sedang membaca buku tak terlalu mendengar pertanyaan dari Almora barusan."Hah?kau bicara apa?"
Almora gelagapan "Ah ap...apa?aku bicara apa?"
William menggelengkan kepalanya tak habis pikir,Ia lebih memilih fokus pada kegiatannya.
Tapi detik berikutnya William menyimpan bukunya di meja.Dia menatap Almora sangat dalam.Sedangkan yang ditatap malah senyum senyum tak jelas.
"Ya ampun William,aku tahu aku itu cantik, jadi kau tak perlu melihatku sedalam itu"
Almora menyingkap rambutnya ke samping.
"Riasanmu terlalu tebal"Singkat,padat namun sangat memalukan.
__ADS_1
Mata Almora membulat "iyakah?" Dia lalu pergi ke dalam untuk melihat penampilannya di cermin.Dengan sangat teliti Almora menatap pantulan dirinya di cermin.
"Ck dia itu punya penyakit mata kah,sampai riasan tipis begini di sebut tebal,hufft"
Almora kembali berjalan keluar dan menghampiri sang suami yang tengah tertawa pelan.Ia menatap sinis William sembari memberi acungan jari tengah padanya.
William yang melihat itu melotot "Gak sopan!"
Almora menjulurkan lidahnya dengan sengaja
"Bodo!" Lalu tubuhnya ia dudukan di kursi sebelah William.
"Oh iya,kau belum bercerita perihal kejadian kemarin malam padaku"Sarkas William.
Ingatan Almora melayang pada peristiwa dimana pertemuan pertamanya dengan Wys.
Ia sangat senang mendapatkan sosok pelindung sepertinya.Ia menjadi tidak takut akan hal buruk yang akan menimpanya.
Almora tidak tahu saja,jikalau nanti entah beberapa hari lagi atau bulan dirinya akan di hadapkan dengan peristiwa besar yang akan melibatkan nyawa dan harga dirinya.
"Baiklah,aku akan bercerita tapi sebelum itu, aku minta padamu untuk merahasiakannya!"
William hanya membalasnya dengan anggukan."iya"
"jadi..."
Mengalirlah cerita Almora mulai dari perkara reinkarnasi aylmora hingga pemberian sosok pelindung melalui perantara si wanita tua.
Almora mencibir "Aku pun sedikit tak percaya dengan pernyataan itu"
"Tunggu,tadi kau berucap Dewi wysteria!?"
Almora hanya membalasnya dengan anggukan.
William diam bergeming,Lagi lagi nama itu terasa tak asing di benaknya.Melihat pria di depannya yang hanya diam membuat tangan Almora tergerak untuk menyentuhnya.
"Ada sesuatu?" Yang hanya di balas gelengan oleh William.
Almora tiba tiba teringat akan bunga lotus raksasa yang terletak di gunung luxury.Ia menjadi ingin pergi kesana.
Brak
Almora menggebrak meja membuat sang suami tersentak kaget."Apa?!"Ketusnya.
"William kita pergi ke gunung luxury yuk!" Ajaknya ria.
"Kulihat siang ini cuaca sangat cerah" sambungnya.
William menimang-nimang ajakan Almora,
Tidak buruk juga berjalan-jalan di gunung saat siang hari sembari melihat pemandangan dari atas gunung.
"Berganti pakaianlah!"Titahnya yang membuat Almora berseru senang.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Di kerajaan bangsawan luminous
Di sebuah kamar bernuansa merah dan hitam terdapat elenor yang tengah duduk di lantai dengan sebuah lilin di depannya.Dia sedang melakukan ritual pembersihan setelah melakukan ritual pemanggilan iblis.
Ya,elenor lah yang mengirim Iblis bernama apollyon kepada Almora dan William.Dia tidak peduli akan kehancuran yang terjadi.Yang dia inginkan hanyalah Wanita bernama Almora itu mati.Oleh sebab itu,dirinya berambisi untuk mengambil botol erebos dari tangan alfonsa.
Botol erebos adalah botol yang berisi roh dewa mexrat atau dewa kegelapan.Asal kalian tahu,elenor adalah pengabdi setia dewa mexrat.
Tapi sampai sekarang,elenor belum mendapatkan titik temu dari botol tersebut lantaran alfonsa sangat kekeuh tidak mau memberitahukannya.Karena tidak kuat menahan lagi,elenor akhirnya memakai cara lain untuk mengusik ketenangan Almora.
Yaitu dengan cara memanggil iblis dari neraka.
Lagi lagi caranya tak berhasil,Apollyon berhasil dikalahkan oleh Almora.Dan hal itu sangat amat membuat elenor terkejut.Karena bagaimana bisa seorang wanita biasa seperti dia bisa mengalahkan apollyon-salah satu iblis terkuat.
Elenor kemudian menyuruh salah satu panglima nya untuk mengawasi semua kegiatan Almora termasuk sesuatu apa yang dimilikinya sehingga bisa mengalahkan apollyon.
Elenor,dia sangat panas dan cemburu kala mendengar kabar bahwa mereka berdua saat ini sedang melakukan liburan berdua ke ibukota luxury.Di saat itulah rasa cemburu elenor semakin bergejolak berakhir dengan dipanggilnya iblis dari neraka.
Dengan langkah cepat elenor berjalan keluar menuju ruang bawah tanah.Tapi di tengah perjalanan ada sang ayah yang menghentikan langkahnya.Dialah Raja Bardes,Pemimpin utama dari kerajaan luminous.
"Apa kau tak rindu padaku,putriku?"Ucap raja Bardes sambil merentangkan tangannya.
Elenor terkejut,ia lalu menyunggingkan senyumnya dan berlari memeluk sang ayah.
"Ayah,aku rindu sekali"
Raja Bardes tertawa pelan lalu tangannya bergerak mencubit pipi tembam putri kecil nya itu."Ayah juga rindu pada putri kecil Ayah ini"
"Oh iya kau mau pergi kemana terburu-buru,
hm?"Sambil mengusap lembut rambut sang putri.
Elenor gelagapan "Ah tidak,aku tadi hanya ingin makan secepatnya" Ucapnya berbohong.
Raja Bardes mengangguk anggukan kepalanya paham "Bagaimana kalau sekarang kita pergi makan bersama,"
"Ayah sudah membeli banyak menu makanan untukmu,sayang"
"Baiklah,ayo kita makan aku sungguh sangat lapar"Ucapnya sambil pura-pura mengusap perutnya lapar.
"Ayoo" Seru raja Bardes sambil merangkul pundak putri yang ia anggap masih kecil itu.
Raja Bardes merupakan pemimpin tegas, berwibawa,dan rendah hati pada seluruh rakyatnya.Maka tak heran bila dia sangat menyayangi sang putri.
Kematian sang istri tak membuat raja Bardes melupakan kewajibannya sebagai seorang ayah.Ia sangat beruntung memiliki putri seperti elenor yang cantik dan berprestasi.
Sayangnya dia tak tahu bahwa putri kecilnya yang polos dahulu sudah tidak ada,yang ada adalah elenor yang gelap hati dan pendendam serta penuh ambisi.
Bersambung.....
Hargai penulis dengan menekan tombol like dan subscribe oke🔥
__ADS_1