Descendant Of Goddess Wysteria

Descendant Of Goddess Wysteria
Orang Misterius


__ADS_3

Raja Harry menghembuskan nafasnya lelah,anaknya ini memang tak bisa di ajak kompromi sekali.Ia lalu pamit undur diri dari ruangan kerja anaknya itu dengan perasaan dongkol.


Selepas perginya raja Harry,Angelo- pangeran kedua Frastivoz alias adik William datang dengan tampang sok dingin. Sebelum itu,Count Smith izin pamit dari ruangan karena ada kepentingan yang lain.


"Kakak,aku ingin bertanya padamu tentang kak Almora"tukas Angelo.


William mendengus malas "kenapa kau tidak tanya pada orangnya saja?!"


"Ayolah kak,kau kan sebentar lagi akan menjadi tunangannya"


"Baiklah,apa pertanyaannya?"putus William.


Angelo tersenyum misterius,hal itu tentu membuat William yang melihatnya merasa curiga dengan adiknya itu.


"Apakah calon kakak ipar suka mendengkur saat tidur?"


Brakk


William menggebrak meja pelan,sudah ia duga, adiknya itu pasti menanyakan hal hal konyol seperti itu kepadanya.


"keluar dari ruanganku!"usir William kesal.


"Oh ayolah kak,in--"


"Keluar,sebelum aku menyeretmu!"


Titahnya kasar.


Dengan perasaan tak ikhlas,Angelo beranjak pergi dari ruangan kakaknya itu.Kakinya ia sentak sentakan keras ke lantai lalu ditutup dengan suara gebrakan pintu yang tertutup.


William memijat keningnya pelan lalu melangkah pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


                                 🌹🌹🌹


Hari ini adalah hari dimana Almora dan William akan menjadi pasangan resmi.


Hari ini keduanya akan Resmi bertunangan.


Almora menatap pantulan tubuhnya di cermin.Almora sangat cantik dalam balutan dress warna biru terang.Ia merenung sejenak memikirkan nasibnya yang akan segera menjadi tunangan dari pangeran mahkota Frastivoz itu.Lamunan Almora buyar kala suara Lyn mengintrupsi.


"Tuan putri,sekarang waktunya kau datang ke aula"ujar Lyn.


Almora mengangguk lalu mengikuti langkah Lyn menuju aula istana,tempat dimana pertunangan di laksanakan.


"TUAN PUTRI ALMORA ALASTRINE DE VANAREZ TELAH MEMASUKI AULA"


Mata seluruh tamu undangan telah tertuju pada Almora yang tengah melangkah menghampiri William.Tahu Almora telah mendekat,William lalu mengulurkan sebelah tangannya dan langsung dibalas uluran tangan Almora.


William sempat terlena dengan penampilan Almora yang menurutnya 'cantik'.Begitu


Pun sebaliknya,Almora juga sedikit terpesona dengan penampilan William yang mengenakan jas ala kerajaan berwarna senada dengan dressnya.


Mereka berdua berjalan berdampingan


Menuju ke arah keluarga keduanya berada.Almora tersenyum senang kala melihat keempat anggota keluarganya dari Vanarez datang.


Almora dan William lalu berdiri berhadapan


Sesuai intruksi dari raja Harry.Mereka berdua lalu mulai saling memasangkan cincin di jari masing masing.


Pada umumnya,pertunangan terjadi karena dua orang yang saling mencintai dan menyayangi satu sama lain.Sayangnya,hal itu tidak terjadi kepada pasangan baru ini.


Almora dan William bertunangan tanpa adanya rasa dihati mereka.Mereka menjalankannya dengan perasaan yang tak bisa diartikan.


Acara tukar menukar cincin telah selesai.


Saat ini semua para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disajikan.


"Aylmora aku rindu sekali denganmu"


Ujar Amara.


"Sudah kubilang,panggil aku Almora bukan Aylmora,Amara!"koreksi Almora.


Amara mendelik "Yaya terserahmu"

__ADS_1


"Omong-omong Almora,selama kau di sini hal apa saja yang sudah kau lalui bersama dia?"Tunjuk Amber ke arah William yang tengah sibuk berbincang dengan kedua orang tuanya.


Amara menyenggol lengan amber pelan


"Hey jangan panggil kakak ipar dengan embel embel 'dia' tak sopan sekali kau amber!"tegurnya.


"Kalian! Sudahlah berhenti berdebat"


Lerai Almora.


Lantas keduanya pun langsung berhenti berdebat.Amara mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut istana,


Netranya terhenti di satu titik.Amara melihat ada yang aneh dengan salah satu tamu undangan.Amara berinisiatif untuk mengikuti langkah orang itu.


Kakinya berhenti di dapur istana.Ia melihat orang aneh tadi berjalan ke dapur istana dengan cara sembunyi sembunyi.Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya  pelan. Amara mematung,ia lalu menolehkan kepalanya ke samping.


"Kau?!"


"Ya,aku kenapa?!"balas Angelo seraya berjalan menghampiri Amara.


Amara menolehkan kembali kepalanya ke arah dapur.Namun,tak ada yang aneh di sana.Amara berpikir keras kemana perginya orang misterius tadi.


"Astaga,baru kali ini aku bicara pada perempuan dan orang itu mengabaikanku seperti ini"Ujar Angelo kesal.


Amara melirik sinis pada Angelo."apa masalahmu!"


"Oh ayolah, kau jangan terlalu apatis.Saat


Ini kau  sedang berhadapan dengan seorang pangeran tampan sepertiku"


Seru Angelo percaya diri dan itu membuat amara mendengus.


"Diamlah! Gara gara kau aku kehilangan jejak orang misterius tadi!"Ucapan Amara


Berhasil membuat Angelo penasaran.


"Orang misterius apa?"


"Aishhh lupakan"ujar Amara seraya pergi dari hadapan Angelo dengan perasaan dongkol.


Sore ini Almora dan Amber sedang berada di taman istana.Keduanya mengobrol santai sembari menikmati teh hangat.


"Amber,menurutmu aku bisa menjalankan hubungan ini dengan baik?"Almora menatap amber lekat.


"Apa yang kau ragukan? Pernikahannya atau tunanganmu? Huh,kakak ipar dia itu terlihat baik dan perhatian meski terlihat kaku seperti itu"Ujar amber menatap balik Almora lekat.


Almora menghela nafas panjang


"Sepertinya profesi psikologi cocok untukmu!"cetusnya karena terlanjur kesal


Dengan amber yang seolah olah ia mengetahui isi pikirannya.


"Apa itu psikologi huh?"


Almora mengerjapkan matanya berkali kali


"Lupakan"


Tiba tiba terdengar suara orang berdebat.


Dan hal itu membuat kedua pasangan kakak adik itu menoleh.


"Berhenti menggangguku siluman kera!"


Sentak Amara kesal.


"Hey ayolah,orang mana yang terima jika dirinya dipanggil siluman kera seperti itu!"balas Angelo tak kalah ketus.


"Aku tadi memberimu tawaran dan kau dengan angkuh menolaknya,dasar jelek"


Seru Amara.


"Dasar bodoh,aku tak akan marah seperti ini,jika kau tidak membuatku malu tadi!"


Ujar Angelo seraya menunjuk Amara dengan jarinya persis di depan muka.

__ADS_1


Amara menyentak jari itu "Dasar jelek,aku juga tak akan berteriak kesal kepadamu jika kau tidak menunjukku dengan jari peotmu itu!!"Balas Amara mengikuti gaya bicara Angelo.


Angelo melotot kala mendengar perempuan di hadapannya itu mengatakan bahwa jari kekarnya,peot.


"Dasar bodoh"


"Dasar jelek"


"Dasar bodoh!"


"Jelek!"


"Bodoh!"


"Jelek!"


"Bodoh!"


"Jel--"ucapan Amara terpotong oleh suara


Berat dari seseorang.


"ANGELO,apa kau tak punya pekerjaan sampai harus beradu mulut dengan wanita?!"Tegur William.


Sang pemilik nama mendengus mendengar ucapan kakaknya itu.Angelo menatap malas William."apa masalahmu kak?!" ketusnya.


William membalas tatapan adiknya itu dengan datar "apa bagus,seorang pangeran  berdebat dengan perempuan menggunakan suara keras? Apalagi ini di kerajaannya sendiri?!"


William lalu melenggang pergi tapi sebelum benar benar pergi,matanya menatap sekilas Almora yang sejak tadi memperhatikan kejadian itu.


                            🌹🌹🌹


Di sebuah istana kerajaan bangsawan Luminos terlihat dua orang yang sepertinya tengah membahas sesuatu.


"Pertunangan mereka di laksanakan kemarin siang."ucap salah satu orang itu.


"Ya,aku tahu itu"balas lawan bicaranya seraya tersenyum smirk.


"Aku akan membiarkan mereka bersama dahulu,lalu kemudian aku akan memisahkan keduanya dengan caraku sendiri"lanjutnya.


"Tapi putri,cara apa yang akan kau lakukan?"tanya lelaki berbusana hitam.


"Aku tidak akan terburu-buru,tapi yang pasti kejadian di kontes berburu permata biru nanti malam,akan sangat spesial."


                              🌹🌹🌹


Saat ini semua prajurit kerajaan Frastivoz tengah menyiapkan kebutuhan untuk kontes berburu nanti malam.


"Fri John apa semua peralatan sudah siap?"tanya count Smith.


"Sudah siap count"count Smith mengangguk.


"Jiolin,apa kau sudah hitung berapa jumlah para peserta dari kerajaan barat, timur,dan iceland?"


"Sudah count"


Setelah memeriksa keadaan tempat berburu,count Smith melesat pergi untuk melaporkan data data kepada William.


Di tengah perjalanan,count Smith berpapasan dengan Almora.Melihat sang tuan putri mendekat ke arahnya,count Smith segera membungkuk memberi hormat."salam hormat tuan putri"


Dengan ramah Almora membalas sapaan hormat count Smith itu."eh tunggu,count Smith apakah kau yang mengurus semua data peserta kontes berburu?"


Count mengangguk "iya betul tuan putri,saya yang mengurusnya"


"Baiklah jika begitu,masukan namaku ke dalam list peserta kontes berburu itu ya!"


Ucap Almora memohon.


Count Smith mengerjapkan matanya berkali kali"tapi,bagaimana dengan izin pange--"


"William sudah mengetahuinya dan pasti dia sudah mengizinkan ku untuk mengikuti kontes ini!"potong Almora mendahului Smith.


Count mengangguk anggukan kepalanya paham"baiklah tuan putri saya akan memasukan namamu ke dalam daftar list peserta kontes berburu permata biru ini"


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2