
Iblis itu tak henti-hentinya mengaum,semua barang yang ada di dekatnya,dia lemparkan pada sembarang arah.Mata iblis itu terus memancarkan amarah yang bergejolak.
"pasti ada dalang dibalik semua ini!"Gumam William pelan.Ia langsung mengambil posisi, tangannya bergerak menurunkan kupluk jubahnya.
"BERHENTI!"Teriak William seraya mengeluarkan pedang kebanggaannya.
"*Hei,bukankah dia ksatria pedang terkuat di benua ini?!"
"iya,sepertinya memang dia orangnya"
"Wah, tampan sekali"
"dia pangeran William de Frastivoz!"
"aku baru kali ini melihat lelaki yang sangat tampan*"
Begitu banyak ocehan tak penting yang keluar dari mulut orang-orang yang melihatnya.
William tampak tak peduli dengan semua sorakan itu.
Perhatian iblis itu langsung beralih ke arah William.Melihat iblis berjalan ke arahnya, William segera mengangkat pedangnya bersiap menyerang iblis hitam itu.
GROOAR
Auman demi Auman terus keluar dari mulut sang iblis.William berlari mendekat lalu menodongkan pedang tepat ke perut iblis itu.
Dengan sekali pukulan tubuh William terhempas kencang.
"William!!"Teriak Almora terkejut.
William terbatuk seketika,sudut bibirnya terluka karena terbentur tiang tenda dengan kuat.Iblis itu terus menghantam William tanpa ampun,hingga menyebabkan William tak berdaya.
Tak mengenal lelah,William langsung berusaha bangkit dan menyerang balik iblis sialan itu.Pedangnya sudah siap menikam tubuh sang iblis dan ya....Darah hitam mulai keluar dari perut iblis itu.
Iblis itu mengaum kesakitan,perbuatan William membuatnya semakin tak terkendali.
Semua yang ada di hadapannya ia lemparkan sembarangan.Tatapan iblis itu berhenti ke arah Almora.Ia mencium wangi bunga wisteria yang menyeruak dari tubuh gadis itu.
Karena tak kuat dengan wangi bunga wisteria, iblis itu berlari dan mengangkat tubuh Almora ke atas."AAA WILLIAM!"
Mata William membulat sempurna kala melihat tubuh Almora diangkat dan siap untuk dilempar."JANGAN!"
Terlambat,iblis itu sudah melempar tubuh Almora ke arah tumpukan besi tiang tenda yang berpermukaan tajam.Dengan cepat William memberi sihir pelindung disekitar tubuh Almora.Alhasil tubuh Almora tak jadi terluka karena sihir pelindung itu membawa tubuhnya mendarat dengan sempurna.
__ADS_1
Almora menghembuskan napasnya berkali kali.Ia sangat terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi padanya.Sungguh,ini diluar ekspektasinya.Kaki Almora lemas,ia lalu mendudukan tubuhnya ditanah.
Setelah memastikan istrinya selamat,William beralih menatap iblis itu dengan tatapan penuh murka."Tak ada cara lain lagi"Gumam nya.Ia lalu memejamkan mata dan berusaha fokus pada mediasi nya.
Melihat lawannya hanya memejamkan mata, iblis itu bersiap menyerang William dengan api yang keluar dari tangannya.Serangan itu meleset kala William sudah membuka matanya dan memberikan serangan balik. Dia menyerang api itu dengan kekuatan tersembunyi-nya.
Sebelum pertengkaran ini semakin besar, tiba tiba kalung liontin milik Almora mengeluarkan cahaya yang sangat terang.Pemiliknya pun terkejut akan hal itu."kenapa bisa mengeluarkan cahaya?"Monolognya.
Cahaya terang itu berubah menjadi sesosok burung Phoenix yang cantik.Almora mengedipkan matanya berkali-kali "wah" decaknya tak percaya.
Burung Phoenix itu mengeluarkan suara layaknya seorang manusia "Hentikan apollyon!"
Iblis itu menatap tajam sang burung Phoenix itu.Tatapan iblis itu seakan penuh dendam
"Jadi itu kau,Wys" Iblis itu tampak tertawa jahat.
"Apa yang membuatmu berbuat kehancuran di alam fana ini?!"
fyi: Alam fana \= Dunia manusia masa kuno.
"Jangan ikut campur urusanku,Wys!" Balas iblis itu tak suka.
"Tentu ini sudah menjadi tugasku sebagai pelindung keturunan Dewi!"Tukas Wys.
"Berhenti mengoceh Wys,kau pergi saja sana!"Usir iblis itu pada Wys.
"Apollyon!! Hentikan semua ini sebelum aku membuatmu sengsara di neraka!" Ucap Wys tegas.
Karena kesal,iblis bernama apollyon itu bersiap menyerang Wys dengan apinya.
Namun,dengan sekali kepakan sayap Wys, kekuatan apollyon berhenti berfungsi.
"Apa yang kau lakukan Wys!!"Teriak apollyon marah.
Karena sudah muak,Wys segera menyuruh Almora untuk melemparkan serbuk bunga wisteria yang tiba tiba ada di dekat Almora.
"Tuanku Almora,lemparkan serbuk bunga wisteria itu ke arah iblis sialan itu!"Ujar Wys.
Tanpa membuang waktu lagi,Almora langsung melakukan perintah dari sosok burung yang katanya sosok pelindung dia.
"Aaaaaa,panas!!!"Teriak iblis itu yang kemudian di susul dengan meleburnya seluruh tubuhnya dan kemudian menghilang.
Suasana kembali tenang,Wys kemudian kembali masuk pada kalung liontin itu setelah mengucapkan sesuatu pada Almora "Bila kau merasa dalam bahaya,panggil namaku tiga kali."
__ADS_1
Almora memegang bandul liontinnya itu lalu tersenyum kecil.Ia lalu mengalihkan perhatiannya pada semua orang yang menatapnya penuh rasa penasaran,termasuk William yang sejak tadi melongo tak percaya.
"William ayo kita kembali ke penginapan!"
Ajaknya sambil melangkahkan kakinya.
"Ap...apa itu tadi?"Tanya William masih dengan ketidakpercayaan-nya.
Almora Hanya tersenyum kecil "aku akan menjelaskannya nanti!" William lalu menganggukan kepalanya paham dan tak berani bertanya lagi.
🌹🌹🌹
Sedangkan di kerajaan Frastivoz tampak dua manusia berbeda kelamin yang sedang adu mulut.Keduanya tak lain dan tak bukan ialah Angelo dan Amara.
"ahh sakit, apa yang kau lakukan!"Seru Amara pelan.
"Diamlah,aku hanya mengoleskan getah tanaman herbal,untuk mengurangi rasa perihnya!"Balas Angelo.
"Ahh jangan menekannya lagi,sakit!"Rengek nya sok manja.
"Berhenti merengek nanti kalau ada yang melihat kita seperti ini pasti menuduh sedang berbuat apa apa"Peringat Angelo.
"Ya kan,kau memang sedang berbuat apa apa padaku! kau bahkan membuatku merasa perih"
Angelo menyentil bibir Amara pelan "Dasar bodoh"
Saat ini Amara dan Angelo sedang berada di kamar Amara.Beberapa menit yang lalu,Angelo tak sengaja menggores tangan Amara menggunakan silet.Dirinya yang saat itu akan memotong benang pakaiannya, tiba tiba tangannya terasa keram dan berakhir melukai tangan Amara yang berada di dekatnya.
"Intinya kalau terjadi sesuatu padaku,kau yang harus bertanggung jawab!"
Angelo tak mengindahkan ucapan perempuan cerewet di depannya itu.Ia lebih memilih untuk duduk di kursi kamar Amara setelah menyimpan tanaman herbal tadi.Dan menyantap cemilan yang tersedia.
"Angelo,menurutmu saat ini apa yang sedang para kakak lakukan ya?"Amara sambil membayangkan apa saja yang menjadi kemungkinan hal yang dilakukan oleh sepasang suami istri yang sedang berlibur.
Angelo yang sedang asik mengunyah makanan menolehkan kepalanya "Mungkin saja mereka sedang tidur"
Amara turun dari ranjang dan menghampiri Angelo yang sedang menyantap cemilan.Ia lalu duduk di kursi sebelahnya.
"Mungkinkah,mereka sedang membuat bayi?"
Uhuk
Bersambung.....
__ADS_1
Hargai penulis dengan menekan tombol like dan jangan lupa vote🥰