Descendant Of Goddess Wysteria

Descendant Of Goddess Wysteria
Munculnya Iblis


__ADS_3

Wanita licik itu tertawa jahat "hoho baiklah, karena kau sangat ingin tahu bagaimana wajahku aku akan menunjukannya"


Dengan satu tarikan,jubah itu berhasil terlepas sepenuhnya.Wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap remeh alfonsa.


Alfonsa sangat terkejut kala mengetahui jati diri sebenarnya dari wanita jubah itu.Menurut pengetahuannya,wanita itu adalah keturunan dari kerajaan bangsawan luminos.Dia adalah


Elenor De luminous.


"Elenor,apa itu kau?!"Ucap alfonsa terkejut.


"Ya,aku"Balas elenor angkuh.


"Kenapa kau melakukan ini?"Tanya alfonsa yang masih terkejut atas pernyataan ini.


"Jangan terlalu banyak bicara,sialan!"sentak elenor kasar seraya menekan dagu alfonsa kuat.


"Sekarang,cepat beritahu aku Dimana botol erebos itu berada!"


Alfonsa mendelik "sampai kapanpun aku tak akan memberitahumu!"


Elenor tampak tersenyum miring,tangannya bergerak mengelus pipi alfonsa pelan.


"oh ayolah sahabat tercintaku,apa kau tak mau menolong sahabatmu ini?"Dengan ekspresi sok polos.


Alfonsa menatap elenor dengan tatapan yang tak dapat diartikan.Ingatannya melayang pada kejadian beberapa waktu lalu saat mereka berdua masih menjadi sepasang sahabat.


Yang alfonsa tahu,mantan sahabatnya itu adalah tipikal orang pendendam.Ia yakin sekali kalau perbuatan elenor saat ini,ada hubungan nya dengan masa lalu.


Hubungan persahabatan mereka sendiri putus karena suatu hal yang melibatkan perasaan.Keduanya pernah menaruh perasaan pada orang yang sama.Sebab itulah, hubungan persahabatan mereka hancur.


Untuk sekarang,alfonsa tidak tahu mengapa elenor bersikeras menyiksanya hanya karena sebuah botol yang berisi roh dewa mexrat alias dewa kegelapan yang terkunci di dalam nya.Alfonsa mendapatkan botol erebos itu dari seseorang yang telah mengembalikan kedamaian alam langit dan alam fana dari kegelapan.


Tunggu,alfonsa merasa kalau perbuatan elenor yang bersikeras mendapatkan botol erebos itu adalah bentuk obsesi elenor terhadap sesuatu.


"Elenor,sebenarnya apa tujuanmu?!"Ucap alfonsa tegas.


Si pemilik nama bukannya menjawab,ia malah tersenyum miring seraya mendaratkan bokongnya di kursi yang berada di dekatnya.


"Bukan apa apa,hanya saja aku sangat menginginkan kehancuran"


"Apa maksudmu?!"

__ADS_1


"Putri sialan dari kerajaan Vanarez telah mengambil alih posisiku di kerajaan Frastivoz!"Ujarnya elenor dengan tatapan penuh amarah.


Alfonsa menggeleng "bukankah dahulu, kau yang awalnya membatalkan pertunangan kalian?"


Dengan teganya,elenor melempar alfonsa dengan silet tajam hingga mengenai pipinya dan darah mulai keluar perlahan.Elenor bangkit dari duduknya lalu beralih menatap alfonsa tajam."Berhenti bicara sialan!"Sentak nya yang kemudian berjalan keluar dari ruangan bawah tanah meninggalkan alfonsa yang kesakitan.


Melihat itu, alfonsa hanya bisa diam bergeming.Cairan bening mulai keluar dari kedua matanya.Ia bukan menangis karena luka di pipi nya.Tapi,alfonsa menangis karena perlakuan buruk sang mantan sahabat padanya.


🌹🌹🌹


Langit sudah menenggelamkan sang Surya sepenuhnya hingga tergantikan oleh sang bulan purnama.Malam ini tampak berbeda dengan biasanya.Bila malam sebelumnya Almora masih bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus memikirkan hal lain.Berbeda sekali dengan malam ini,banyak sekali nyamuk yang beterbangan di sekitar Almora yang sedang berusaha menutup matanya.


William yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya,tiba tiba sebuah ide hinggap di pikiran nya.Ia lalu beranjak dari ranjang dan masuk ke ruang ganti pakaian.


"Aku dengar malam ini ada pertunjukan teater di lapangan pusat ibukota"


"Apa kau mau menonton?"Tanya William yang sudah siap dengan penampilannya.


Almora lalu bangun dari tidurnya "Sungguh? Baiklah,ayo kita menonton"Ujarnya senang.


"Sebentar aku berganti pakaian dahulu"


Almora kemudian berlari ke ruang berganti.


"Ayo!"Ajak Almora setelah keluar dari ruang ganti.


William memperhatikan penampilan istrinya dari atas hingga bawah "cantik" ucapnya tanpa sadar.Sedangkan yang di puji terkesiap dengan ucapan William,bisa dipastikan bahwa kedua pipinya pasti tengah memerah.


"Ayo!"Ajak Almora yang menyadarkan William dari lamunannya.


Keduanya mulai melangkah keluar.Namun, sebelum benar benar pergi,mereka tak lupa untuk memastikan pintu penginapan tertutup.


William dan Almora berjalan secara berdampingan.


Langit malam yang dihiasi gugusan bintang membuat kesan indah saat ini.Almora berdecak kagum dengan keindahan langit malam di ibukota luxury.Puluhan kunang- kunang berterbangan hampir di setiap penjuru jalan ibukota.


"Wah,aku baru kali ini melihat suasana malam seindah ini!" Mata Almora tak henti-hentinya menatap kagum.


"William,apa kau pernah kesini sebelumnya?"


Tanyanya seraya melirik sebentar.

__ADS_1


"Pernah,hanya saja saat itu aku masih berusia belia"Balas William yang membuat Almora mengangguk anggukan kepalanya.


Setelah berjalan hampir tiga puluh lima menit lamanya,akhirnya mereka sampai di gerbang lapangan pertunjukan.Dapat dilihat seorang laki-laki sedikit lebih muda dari keduanya datang menghampiri.


"halo,selamat malam" Sapanya ceria.


"Selamat malam juga"Balas Almora ramah.


Tapi tidak dengan William,dia hanya diam seraya menatap datar lelaki itu.


"Hai kak,silahkan di ambil tiket masuknya" Ujar lelaki itu seraya memberikan dua buah kertas yang diketahui adalah tiket masuknya.


Almora kemudian menerima kertas itu "Baik, terima kasih" Belum ada dua langkah mereka berjalan,keduanya dihentikan oleh lelaki tiket itu.


"Permisi kak,itu tiketnya berbayar"Ucapnya sambil menyengir lebar.


Almora mengedipkan matanya berkali-kali,


ia tersenyum malu lalu mengode William untuk membayarnya.William memutar bola matanya malas kemudian merogoh saku celananya lalu mengambil beberapa buah koin dan memberikannya pada lelaki muda itu."ini"


Dengan sigap lelaki muda itu menerima sejumlah koin itu "Terima kasih,silahkan menikmati"Lalu pergi dari hadapan mereka berdua.


Almora dan William mulai melangkah masuk ke dalam tenda pertunjukan.Banyak orang yang berlalu lalang saat keduanya sudah memasuki tenda.Tanpa di tunggu lagi keduanya duduk di kursi penonton barisan tengah karena barisan depan sudah terisi penuh.


"Oh iya,ini pertunjukan bertema apa?"Tanya Almora pada William.Yang ditanya malah menghendikan bahunya tak tahu.


Tak selang lama akhirnya yang ditunggu- tunggu telah di mulai.Tirai panggung mulai terbuka di iringi alunan musik yang di mainkan para pekerja.


Namun, tiba-tiba suasana panggung menjadi mencekam.Asap hitam keluar dari arah atap dan mulai menghinggapi ruang kosong yang belum tersentuh oleh asap.


GROAAR!!


Suara Auman keras terdengar dari arah panggung.Semua penonton mulai berhamburan keluar dari tenda dengan tergesa-gesa.


Bukannya berlari keluar,Almora malah melongo di tempat sambil menatap sosok iblis bertubuh besar itu dengan tatapan kagum.


"Wahh...sosok iblis dalam novel yang kubaca dahulu menjadi kenyataan disini!"


William yang melihat itu menepuk jidatnya pelan "dasar bodoh!" Lalu menarik tangan Almora untuk keluar dari tenda.


Bertepatan saat semuanya sudah keluar, tenda itu roboh seketika menyisakan sosok iblis yang besar itu.

__ADS_1


Bersambung....


Hargai penulis dengan menekan tombol suka dan vote-nya okeyyy😘


__ADS_2