Descendant Of Goddess Wysteria

Descendant Of Goddess Wysteria
Jantung yang Berdetak


__ADS_3

Setelah puas menatap wajah damai Almora yang tengah terlelap.William berniat untuk pergi dari kamar calon istrinya itu.Namun, saat William melangkah,Sebuah tangan meraih tangan kekarnya.


William berdiri mematung.Ia membalikan badannya menghadap Almora.Ya,Almora meraih tangannya dalam keadaan masih terlelap.


"Mengigau ?" Batinnya.


William berusaha melepaskan tangannya dan akhirnya terlepas juga.Ia meletakan kembali tangan Almora pelan.


Ia kemudian berbalik dan pergi dari kamar Almora.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pagi ini Angelo tengah berjalan santai di taman istana.Ia menghirup udara segar,Saat ini taman istana begitu segar dipandang.


Angelo melangkahkan kakinya ke arah gazebo yang berada tepat di tengah-tengah taman istana.


Baru saja Angelo mendaratkan bokongnya ke kursi di gazebo,suara melengking yang sangat ia kenali mengalihkan atensinya.


"Hei jelek!"Sapa Amara.


Angelo mendelik "Dasar tak tahu sopan santun! bukannya menyapa dengan baik, kau malah mengejekku!"Cetusnya.


Amara terkekeh pelan,ia menghampiri Angelo dan duduk di depannya."Perasa sekali kau,haha"


"Apa yang kau lakukan di sini?!"Ujar Angelo.


"Tak bisakah kau santai meski sedikit saja kepadaku?!"balas Amara tak kalah ketus.


"Aku akan tinggal beberapa hari di sini,untuk menemani kakak ku"Sambungnya.


Angelo hanya berdeham mengiyakan.Ia lalu bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan amara seorang diri.Amara yang melihat hal itu hanya mendengus pelan.


"Dasar,orang itu"Cibir Amara dan segera menyusul langkah Angelo.


Amara berlari dan menyamakan langkahnya dengan Angelo."Angelo,kau mau kemana?"


Angelo melirik sejenak "Ke ruang rapat istana"


Amara mengangguk paham,Ia lalu berniat untuk pergi menemui sang kakak,Almora.


Amara datang ke kerajaan Frastivoz hanya seorang diri.Ia datang kemari setelah mendengar kabar bahwa Almora telah mengalami kecelakaan.Dengan segala rayuan yang Amara berikan pada ayahnya,akhirnya ia diperbolehkan untuk menemui Almora sendiri tanpa di temani amber.


Sebenarnya amber pun,ingin sekali berkunjung menemui Almora.Tapi,ia tak enak bila harus menginap terlalu lama di Frastivoz.


Takut merepotkan,pikirnya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Setelah sampai di depan kamar Almora, Amara langsung saja melangkah masuk ke dalam kamar Almora yang kebetulan pintunya tak di kunci.


"Kakak,adikmu yang cantik datang"Ucap nya percaya diri.

__ADS_1


Almora yang kini tengah sarapan pun menoleh,ia ditemani Lyn saat ini.


Amara tersenyum lalu bergerak menghampiri sang kakak.


"kak Lyn,kakak biar aku saja yang jaga, kau bisa pergi!"Tukasnya sopan.


Lyn mengangguk lalu pamit dan segera pergi dari sana.


Setelah memastikan Lyn sudah benar benar keluar dari kamar,Amara menghadap ke arah Almora sambil tersenyum senang."Almora,aku senang sekali bisa menginap di sini selama beberapa hari ke depan"


Almora menatap sinis Amara,yang benar saja.Tadi di hadapan Lyn saja dia memanggilku dengan embel-embel 'kakak' tapi sekarang setelah tidak ada orang dia memanggilku langsung dengan nama,Durhaka sekali adiknya itu.


"Dasar cari muka,di hadapan orang lain saja kau memanggilku kakak tapi,saat sedang berdua kau memanggilku dengan nama?!"


Amara hanya menyengir tak berdosa.


"hehe,maaf ya kakakku,Almora"


"Oh iya,kau datang sendiri? Amber dimana?"


Amara mencebikan bibirnya "Sebenarnya dia mau ikut kemari,tapi tak jadi karena takut merepotkan katanya"


Almora mengangguk paham,ia meminta Amara untuk menolongnya untuk menyimpan peralatan makan bekasnya.


Dengan senang hati amara melakukan perintah sang kakak.


Baru saja Amara keluar dari kamar,ia berpapasan dengan calon kakak iparnya.


"Putri Amara,kapan kau datang?"Tanya William seraya tersenyum simpul.


"ah iya,aku baru saja datang tadi dari vanarez"Balasnya.


William mengangguk Lalu matanya beralih menatap peralatan makan bekas dari seseorang."Dan itu?"


Amara yang paham berseru "ah ini bekas makan kak Almora tadi"


"kalau begitu aku pamit kak William"


lanjutnya.


William melanjutkan langkahnya untuk menemui Almora."Apa kau sudah membaik?"Setelah melihat Almora yang sedang duduk sambil memejamkan matanya.


Almora membuka matanya perlahan


"Ya,aku sudah agak membaik,namun luka di bahuku masih sedikit basah dan perih"Sahutnya.


"Apa aku boleh melihat luka di bahumu?"


Almora mengangguk lalu menyibakan rambutnya kebelakang agar tak menghalangi keadaan bahunya.


Dengan cekatan William mengambil kotak obatnya dan mulai mengganti

__ADS_1


"tunggu,kenapa akhir akhir ini kau bersikap baik padaku?!"Ucap Almora curiga.


William memutar bola matanya malas


"Kecelakaan waktu itu membuat pikiran negatif di otakmu semakin keruh ya? sampai tak bisa membedakan mana yang tulus dan patut dicurigai?!"


Almora mendengus "menurutku sikapku wajar seperti itu pada orang menyebalkan sepertimu"Celetuknya.


William mendaratkan bokongnya di kursi dekat ranjang Almora,ia memindahkan kursi kehadapannya dan berseru "ekhem...pernikahan kita akan di gelar secepatnya,mungkin sekitar lima belas hari lagi"


Almora tersedak ludahnya sendiri,kala mendengar hal itu "apa kau gila!"


"itu keputusan ayahku dan ayahmu!"


Almora mengedipkan matanya berkali-kali, apa apaan ini,pikirnya.Ayahnya sungguh tega membiarkannya lebih cepat bersanding dengan pangeran menyebalkan ini.


Almora menggerutu dalam hati "oh ayolah, aku belum siap sepenuhnya untuk menjadi seorang istri!"


"Oh iya, omong-omong siapa pemenang dari kontes perburuan permata biru?"


"Ada dua orang pemenang,satu pria dan satunya wanita"Tukas William.


Almora memutar bola matanya malas "kau pikir aku sebodoh itu,sampai tak bisa mengenali gender seseorang hanya dari nama nya saja!"Sela nya.


"tunggu,tapi dulu di dunia modern ku,ada pria bernama kekey!!"Gumamnya.


"Apa?"sungut William.


Almora menggeleng "ah tidak,hanya saja barusan aku melihat seekor semut yang berusaha ingin mencuri buah apelku"Ucapnya seraya melirih buah apel di atas meja samping ranjang nya.


William tak mengindahkan ucapan Almora


"pemenang kontes berburu kemarin yaitu pangeran Arnold dari kerajaan iceland dan putri Emeralda dari kerajaan phantom"Ujar nya memberitahu.


Almora berdecak kagum "maksudmu pangeran berkulit putih,berbibir merah merekah,dan bertubuh tinggi itu?!"


"Astaga,ternyata aku tak salah mengagumi pangeran rupawan itu"Ujar Almora sambil sesekali menghayal membayangkan wajah dari pangeran mahkota iceland itu.


William mendelik tak suka mendengar ucapan berbentuk pujian yang berlebihan sekali dari wanita di depannya."Cih,dasar lebay"gerutu nya pelan hingga nyaris tak terdengar oleh Almora.


William bangkit dari duduknya dan melangkah pergi dari sana.Sebelum itu,William menyempatkan untuk mengusap lembut kepala Almora.Dan hal itu menyebabkan sang korban harus merasakan getaran seperti tersengat listrik pada tubuhnya,terutama jantungnya yang sudah berdetak tak karuan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Saat ini Amara tengah asik membuat susu kedelai hangat di dapur istana.Sebelumnya, memang ada pelayan yang menghampirinya dan meminta agar dia yang membuatkannya. Tapi Amara bersikeras agar ia yang membuatnya.Dan alhasil akhirnya Amara lah yang membuat susu kedelai meski harus mengalami kejadian naas.


Susu yang dibuat Amara seketika tumpah dan mengguyur kaki jenjangnya ketika Amara akan memindahkannya ke dalam botol.


Bersambung....


Hargai penulis dengan menekan tombol like dan subscribe nya ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2