
Suasana pegunungan yang menyejukkan mata.Serta hembusan angin sejuk dan terpaan udara segar yang terhantar menuju kulit putih milik kedua insan yang sedang berjalan jalan menikmati keindahan alam yang tak pernah habis ini.
"Wahh,indah sekali"Decak kagum keluar dari mulut si perempuan.
"William,kita tinggal disini saja ya" Ujarnya tak masuk akal.
Sang lawan bicara melirik aneh kepada nya."Dan kau siap di serang para elf?!"
Almora mengernyitkan dahinya heran
"Elf?bukankah itu hanya makhluk mitos legendaris ya?" Tangannya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
William menyentil kening Almora keras.
Sehingga mengakibatkan sang empu meringis kesakitan.
"Aduh,sakit tahu!"
"Asal kau tahu,para suku elf banyak bersemayam di gunung luxury ini."
Tutur William memberitahu.
"Benarkah? kalau begitu ayo kita temui mereka!" Ujar Almora sembari membayangkan bagaimana rupa para suku elf itu.
"Tidak semudah itu,menemui para elf bukanlah hal yang wajar disini"
Lagi lagi keningnyanya berkerut aneh
"kenapa?"
William menghembuskan napasnya kasar,banyak bertanya sekali wanita di hadapannya itu.Ia lalu menghentikan langkahnya dan beralih menatap Almora lekat.Serta memegang bahu Almora.
"Para suku elf,sangat menjaga jarak dengan manusia.Bagi mereka,hidup berkesampingan dengan manusia itu sangat amat di waspadai.Karena dahulu, sebelum para elf anti terhadap manusia, mereka pernah disalah gunakan oleh kaum kita."Jelasnya panjang lebar.
"Disalah gunakan yang seperti apa?"
Tanya Almora yang saat ini tengah duduk dihamparan rumput hijau.
Melihat lawan bicaranya duduk,ia juga melakukan hal yang sama.William duduk di hadapan Almora.Saat ini sepasang suami istri ini tengah berada dibawah sebuah pohon besar yang rindang dan nyaman.
"Karena para elf adalah penghasil daun erlclas yakni daun ajaib yang dapat meningkatkan kekuatan sihir.Kaum kita menculik para suku elf dan menyekap mereka untuk dijadikan budak mereka sebagai penghasil daun erlclas supaya lebih praktis,"
__ADS_1
Almora mencibir "Kenapa mereka menculik suku elf sih,kan bisa saja mereka meminta daun itu pada mereka dengan cara baik-baik,"
William menoel hidung Almora pelan "Nah,itu yang kau tak tahu.Daun erlclas hanya akan dibuat pada satu malam yakni tepat pada malam bulan purnama
oleh para suku elf.Maka dari itu,kaum manusia itu menculik para elf agar selalu membuatkan mereka daun erlclas untuk kepentingan pribadi mereka."
"Ya ampun,kasihan sekali para elf itu, pantas saja mereka bisa mewaspadai kaum kita.Kaum kita itu serakah!"
"husst,kau tak boleh bicara begitu" Tegur William,meski dirinya merasa bahwa apa yang di ucapkan oleh istrinya itu adalah sebuah fakta.Memang benar,kaum manusia itu serakah.Menurutnya kaum manusia adalah makhluk yang selalu menginginkan sebuah kepuasan tanpa memikirkan hal lainnya,termasuk menyakiti suku elf sekalipun.
"Tunggu,tadi kan katamu kalau para suku elf hanya akan membuat daun erlclas itu pada malam bulan purnama.
Lantas,bagaimana caranya para elf yang disekap itu membuat daun erlclas?"
William menghela napas berat
"Aku hanya tahu sampai situ" Serunya.
Almora mendengus pasrah,ia lalu bangkit dari duduknya dan berniat untuk mengambil buah mangga yang tergantung di atas pohon sana.Namun, saat tangan Almora hendak menggapai buah itu,tubuhnya tiba tiba tidak seimbang dan akhirnya kakinya terpeleset dan jatuh.
Melihat Almora akan jatuh,William dengan sigap menarik pinggang Almora,
Alhasil keduanya jatuh dengan posisi yang terbilang sangat intim.
Almora kemudian tersadar,Ia lalu berusaha bangkit dari posisinya.Namun, saat dirinya akan bangkit,William dengan kuatnya menarik kembali tubuh Almora pada pelukannya.Hal itu berhasil membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.Terkhusus Almora,sudah bisa di pastikan bahwa pipinya saat ini pasti sudah semerah tomat.
Seakan telah tersadar,William berdeham pelan lalu menyuruh Almora untuk bangun dari posisinya.
"Bisa kau segera bangun?" ucap William susah payah,napasnya memburu.
Ia sadar bahwa,tadi dirinya sempat terbawa arus nafsu yang mengelabui pikiran dangkalnya.Untungnya William bisa menahan semua itu,ia tidak mau melakukan hal yang memang wajar para suami istri lakukan.Tapi alangkah baiknya,Keduanya melakukan hal itu setelah kata cinta terpadu dalam kisah keduanya.
"ekhem...maaf,aku tak sengaja" Ucap William tak enak hati.
Almora yang sedari tadi diam bergeming hanya membalasnya dengan anggukan pelan."Iya,tidak apa apa"
"Baiklah,ayo kita pergi melihat bunga lotus raksasanya!" Seru Almora berniat memperbaiki suasana yang sempat canggung itu.
William mengangguk dan tersenyum
"Ayo!" Tangannya bergerak menggandeng tangan Almora.
__ADS_1
Keheningan menyelimuti keduanya,hanya ada suara daun daun yang saling bersahutan karena terpaan angin.
Tinggal beberapa langkah lagi pasangan suami istri ini bisa segera melihat pemandangan bunga lotus raksasa.Ternyata banyak juga orang yang berbondong-bondong untuk melihat pemandangan bunga lotus itu.
Terdapat pagar pelindung yang mengelilingi hampir setiap sudut sungai.Itu difungsikan untuk meminimalisir terjadinya hal buruk Mengenai bunga lotus.
Almora berjalan mendekati pagar pembatas itu untuk melihat bunga lotus dari dekat.
Mulutnya tak berhenti mengucapkan kata indah terhadap bunga di hadapannya itu.
"Sangat cantik" Seru William yang sudah berada di samping Almora.
"Iya,em... ngomong-ngomong siapa yang menjaga bunga lotus ini?"
"Para suku elf" Mendengar itu Almora segera mendekatkan dirinya dengan William.
"iyakah?"
"Dahulu,memang para elf yang menjaga bunga ini.Tapi sekarang,entahlah siapa yang menjaga bunga ini" Tutur William.
Almora hanya ber oh ria mendengar jawaban lelaki di sampingnya itu.Ia lebih memilih untuk duduk di kursi yang tersedia sambil menikmati pemandangan yang menyejukkan ini.
Tidak ada yang menyadari bahwa,sedari tadi ada seseorang yang tengah memata-matai mereka berdua.
๐น๐น๐น
Suara air terjun telah membuktikan bahwa hanya ada kesejukan dan ketenangan mendalam di alam langit ini.Alam langit adalah tempatnya para dewa dan dewi berkumpul.Ralat,maksudnya hanya dewa dan dewi kebenaran yang berada di alam langit ini.
Alam langit tidak di peruntukan para dewa dewi kegelapan.Tempat mereka berada di alam bawah yang penuh dengan kesesatan dan kesengsaraan.Pada dasarnya dewa dan dewi alam bawah bukan hanya tentang kejahatan dan kemaksiatan.Namun,banyak juga penghuni alam bawah yang mengutamakan kebenaran dan kedamaian.
Sejak dahulu,alam bawah juga memiliki kesetaraan dengan alam langit.Namun,pada suatu waktu,beberapa penghuni alam bawah merasa iri kepada para penghuni alam langit.
Yang bisa mendapatkan tahta posisi tertinggi
di seluruh per-alam-an.
Sejak saat itulah mulai banyak dewa maupun dewi dari alam bawah yang berupaya menciptakan sebuah kerusakan di alam fana.
Salah satunya adalah dewa mexrat atau dewa kegelapan tertinggi di alam bawah.
Bersambung....
__ADS_1
Hargai penulis dengan menekan tombol like dan subscribe nya ๐ฅฐ