
Almora melotot terkejut melihat siapa yang muncul dari semak itu.
"Kau!!"
"Ya aku kenapa?!"balas orang itu seraya menghampiri Almora.
"Andre itu Lo?"Tanya Almora terkejut.
Orang itu mengernyitkan dahinya "Siapa yang kau sebut itu?"
Mata Almora membulat sempurna,tidak mungkin.Ia sangat yakin siapa orang di depannya itu.Dia adalah Andre,sahabatnya di dunia modern bersama Agatha.Ia masih sangat ingat bagaimana wajah dan perawakannya.
"Andre Lo kok bisa disini?terus agatha mana? Lo kesini gimana caranya?apa sama kayak gue,lewat kaca juga?!"Tanya Almora berturut turut.
Orang itu menghela napas kasar "hei kau,sudah kubilang aku bukan teman yang kau maksud itu!"
Almora menutup mulutnya terkejut "a..apa Lo serius gak kenal gue?!"
Orang itu menyentil keras kening Almora
"awhh,kenapa Lo nyentil gue!"
"Hei nona muda,berhentilah bersikap seakan akan jika kita itu saling mengenal!"Ujar orang itu tegas.
Almora diam sejenak,"Lalu kau siapa?!?
"Mengapa wajahmu sama seperti sahabatku?!"sambungnya.
Orang itu berdeham "baiklah,perkenalkan aku Gerald de arcade ,Pangeran dari kerajaan Arcade."
Sulit dipercaya,Wujud sahabatnya dulu di dunia modern menjadi karakter yang berbeda di era kerajaan kuno ini.
"Dan apa yang sedang kau lakukan?"Tanya Almora.
"aku hanya sedang mencari gelang kakakku yang jatuh siang tadi saat melewati hutan ini!"
Jelas Gerald.
Almora menatap kagum lelaki di depannya itu.Mencari gelang di hutan seluas ini saat malam,yang benar saja.Ibaratnya seperti mencari tanah kering didalam lumpur.
"Kau bercanda? mencari cincin di kegelapan hutan ini yang hanya diterangi sinar bulan, yang benar saja huh"
Gerald mendelik "Jangan asal meremehkan asal kau tahu! aku ini memiliki kemampuan penglihatan tajam,meski dikegelapan seperti ini"Seraya menyugar Rambutnya ke belakang.
"Kau sendiri,apa yang kau lakukan dihutan saat malam?"Tanya Gerald balik.
__ADS_1
"aku sedang berlom--"Almora memelototkan matanya kala menyadari perlombaan berburunya.
"baiklah,Gerald aku pergi dulu!"ujar Almora yang langsung menjalankan kembali kudanya untuk mencari permata biru.
"Hei siapa namamu?!"Teriak Gerald namun naas.Almora sudah melaju jauh di depan sana.
🌹🌹🌹
Almora melajukan kudanya dengan kecepatan sedang seraya melihat suasana di sekelilingnya."Semangat almora kau pasti bisa!"Monolognya.
Tiba tiba Vivi bergerak tak terkendali.Almora panik mengapa vivi tiba tiba seperti ini.
"Vivi apa yang terjadi padamu!"ucap Almora cemas apa yang terjadi dengan Vivi.
Saking tak terkendalinya Vivi,tali yang berfungsi untuk menjaga Almora agar tidak terjatuh tiba tiba lepas detik itu juga Almora kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Bruk
"awhh--"Ringisnya pelan.
Bahu dan lututnya terluka parah,Almora menahan rasa perih yang mengelabui sekitar lukanya.Ia melihat ke sekelilingnya,banyak semak belukar yang siap melukainya kapan saja.
Tiba-tiba Almora mendengar langkah kaki yang semakin dekat dengannya.Ia menoleh ke arah suara langkah itu.Almora mematung, ia mendapati seseorang mengenakan jubah berwarna campuran hitam dan merah.Wajah nya nyaris tertutup jubah membuat Almora tak bisa melihat wajah orang itu.
Orang itu mendekati Almora lalu berkata
Almora merangkak ke belakang seraya berusaha bangun "Si..siapa kau?!"
"Apa yang kau inginkan dariku?!"
Orang itu tertawa kecil "Jangan terburu-buru, Almora.Kau hanya perlu diam dan dengarkan baik baik!"Teriak orang itu.
Napas Almora tak beraturan,jujur,ia sangat takut saat ini.Ia terus memundurkan tubuhnya hingga tak sengaja telapak tangannya terkena duri semak belukar.Darah mulai mengalir keluar dari tangan Almora."Auwhh"Ringisnya pelan.
Orang itu tersenyum miring "Kau itu hanya putri dari seorang Duke,jadi jangan berharap bisa menjadi istri dari seorang pangeran mahkota! Kau tak pantas mendapatkannya!"
Cairan bening menumpuk dipelupuk mata Almora.Ia sangat ketakutan,Ia tidak tahu harus melakukan apa."Si..siapa kau,apa yang kau mau dariku?!"Ujar Almora bergetar memberanikan diri.
"Baiklah,aku tak akan bertele-tele lagi aku menginginkan Kau mati!"
Almora semakin dilanda ketakutan,Ia memejamkan berharap semua ini hanya halusinasi nya saja.Tiba tiba Almora mendengar bisikan seseorang.Ia sepertinya mengenali suara ini,suara aylmora!
"Almora apa kau bisa mendengarku?"
"Ya,aku bisa mendengarmu!"ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Melihat Almora hanya diam,orang itu dengan cepat mengeluarkan kekuatan gelapnya. Tampak asap mengepul di tangannya.Lalu orang itu menyemburkan asap hitam itu ke tubuh Almora.
"tolong!"Teriak Almora berharap ada orang yang menolongnya.
"Almora,kau disana?"Ucap seseorang yang juga mengendarai kuda.
Orang berjubah hitam merah itu menghilang seketika di susul dengan semua asap hitam yang juga mulai memudar.
Almora membuka matanya,ia mengusap air matanya kasar lalu berusaha berdiri dan melangkah mendekati asal suara dengan langkah lunglai.
"William tolong aku!!"Teriak Almora serak.
William segera menghentikan kudanya,ia lalu turun dari kudanya dan berlari menghampiri Almora.Hatinya mencelos setelah melihat kondisi Almora yang sangat memprihatinkan.
William kemudian menarik tubuh Almora ke dalam dekapannya.William bisa merasakan bahwa wanita di pelukannya itu sedang menangis.
William menyumpah serapahi orang yang melukai Almora.Tunggulah ia akan membalas perbuatannya.Ini salahnya,jika saja ia lebih tepat waktu menemukan Almora,wanita di dekapannya tidak akan terluka.
"Maafkan aku karena tidak tepat waktu menemukanmu,maaf"Berulang kali William mengeluarkan kata maaf dari mulutnya.
Almora menggeleng,ini bukan salah William. Tapi ini kesalahan dirinya sendiri karena tak mendengarkan ibunya maupun calon suaminya.
Setelah dirasa Almora sudah cukup tenang, William melepaskan pelukannya.Ia melihat semua luka yang ada pada tubuh Almora.
Sedikit parah,darahnya tak berhenti keluar.
Tak ada cara lain,William kemudian membuka pakaian atasnya dan menyobek sedikit kain nya untuk menutupi darah yang menetas di lutut dan bahu Almora.
"kenapa kau melakukannya?"tanya Almora lirih.
William menoleh "apa kau tak melihat! luka mu tak berhenti mengeluarkan darah"
"Dengar,meski aku selalu terlihat menjengkel kan aku itu sangat peduli padamu!"Lanjutnya.
Almora hanya diam bergeming tak berniat membalas ucapan William.
"Sekarang kita kembali ke istana"
"ayo aku bantu kau naik"Ucapnya sambil senantiasa memapah Almora untuk naik ke atas kuda.
Posisi keduanya saat diatas kuda bak adegan di film romansa.Almora duduk menyamping di depan dengan William yang duduk normal di belakangnya.Setelah memastikan Almora duduk dengan nyaman,William mulai menjalankan kuda."Wilbert ayo maju!"
Di perjalanan mereka habiskan dengan keheningan,tidak ada pembicaraan diantara keduanya.William merasa jantungnya berdetak sedikit lebih kencang dari sebelumnya kala Almora menyenderkan kepalanya ke dada bidang miliknya.Ternyata Almora tertidur pulas,William tersenyum kala menatap wajah tenang Almora yang sepertinya kelelahan dan kesakitan menahan perih pada lukanya.
Bersambung.....
__ADS_1
Hargai penulis dengan tekan like dan subscribe nya🤗