
Setelah menghabiskan beberapa jam untuk beristirahat,Almora saat ini tengah bersiap dibantu para pelayan istana.Untuk acara pesta penyambutannya malam ini.
Almora menatap tubuh dipantulan cermin.
Ia terkagum dengan penampilannya saat ini."Lyn,menurutmu aku ini cantik?"
"Tentu saja sangat cantik,tuan putri"ujar Lyn jujur.
Tiba-tiba perutnya bersuara minta di isi,karena sejak tadi siang ia belum sama sekali memakan sesuatu.
"Aku lapar sekali,Lyn bawakan aku makanan ya!"titah Almora.
Lyn menggeleng"tidak,tuan putri,sebelum pesta selesai kau tidak boleh memakan sesuatu"balas Lyn yang membuat Almora menganga.
"Oh ayolah apa kau bercanda Lyn,aku ini lapar! Apa aku disini memang tidak diperbolehkan untuk makan selamanya!"
Seru Almora lemas.
"Tidak,kau salah paham tuan putri.
Sejujurnya,tujuan ini untuk membuat aura anda sebagai putri akan semakin terpancar"Jelas Lyn.
Almora menghembuskan nafasnya pelan
"Huft..baiklah aku akan menahannya"
Lyn mengangguk lalu tersenyum
"Mari kita pergi ke aula tuan putri!"ajak Lyn.
Almora mengangguk seraya tersenyum getir meratapi nasib perutnya yang keroncongan.
🌹🌹🌹
"YANG MULIA RAJA,RATU,PANGERAN MAHKOTA,DAN PANGERAN KEDUA TELAH MEMASUKI RUANGAN"
Keempat anggota keluarga kerajaan ini berjalan dengan langkah tegas dan penuh wibawa.Mereka lalu berdiri di dekat singgasana kerajaan.
"Selamat datang kepada semua tamu undangan,sebuah kehormatan bagi saya karena kalian bisa datang di acara penyambutan calon istri pangeran mahkota ini"Ucap Raja Harry lalu duduk di singgasana bersama sang permaisuri Ratu Hanna dengan kedua putranya yang juga duduk di sebelah kiri dan kanan mereka.
"Siapa ya,putri itu?"
"Apa dia cantik?"
"Apa kau tidak tahu siapa putri itu?!"
"Pasti masih cantikan putri elenor"
Begitulah kira kira lontaran seruan yang keluar dari para tamu undangan.
"YANG MULIA TUAN PUTRI ALMORA ALASTRINE DE VANAREZ TELAH MEMASUKI RUANGAN"
Pintu masuk kemudian kembali terbuka menampakan seorang Perempuan cantik dengan balutan dressnya yang indah.
"Wah,cantik sekali!"
"Astaga,lembut sekali tatapannya"
"Dia putri kerajaan Vanarez?!"
"Yaampun bisa bisa aku pingsan akan kecantikannya"
"Jiwa haluku meronta-ronta"
"Putri,aku padamu!"
Begitu banyak pekikan pujian yang terlontar saat Putri Almora masuk ke aula.
__ADS_1
"Salam hormat yang mulia"ucap Almora sambil membungkukkan badannya.
Raja Harry mengangguk "salam kembali putri Vanarez."
Raja Harry kemudian berbisik kearah William "William,ajaklah dia menari!"titah
Nya.
William menatap malas sang ayah.
"Cepatlah!"ujar Raja Harry.
Dengan perasaan tak ikhlas William berjalan mendekati Almora untuk mengajaknya menari bersama.
"Apa!!"sentak Almora galak.
William terkejut lalu menormalkan kembali ekspresinya "aku diutus ayahku untuk mengajakmu menari!"cetusnya.
"Lalu,apa aku harus menerimanya?"
"Ya,tentu saja jika kau ingin semua ini cepat berakhir"ujar William.
"Huffft...baiklah,ayo!"Sahut Almora lalu menarik tangan William menuju tengah aula.
Alunan musik mulai terdengar.Almora meletakan kedua tangannya di bahu William dan William,ia meletakan tangannya di kedua sisi pinggang Almora.
Namun,setelah tangan William menyentuh pinggangnya,Almora seakan tersengat listrik.Ia terkejut dengan perlakuan William.
Almora kemudian berdeham pelan lalu melanjutkan acara menarinya.
Kaki Almora sedikit kewalahan menghadapi William yang sangat lincah saat menari dansa.Kakinya serasa keram dan tiba tiba kaku.Hal itu membuat Almora hampir terjatuh,namun,untung saja ada William yang menahan tubuhnya saat ini.
Dan musikpun terhenti.
Mata keduanya saling beradu.Namun,tak lama Almora memutus kontak mata itu.Ia mengalihkan pandangannya ke arah penonton.
Prok prok prok
Almora dan William segera membungkuk hormat.Almora yang merasakan kakinya nyeri langsung angkat kaki dari aula.
William yang melihat itu langsung mengikuti langkah Almora dari belakang.
Melihat Almora kesulitan berjalan tidak membuat William berupaya untuk menggendongnya.
Almora membuka pintu balkon,lalu berjalan ke arah kursi yang tersedia.Ia
Segera duduk kemudian mengangkat gaunnya sedikit keatas untuk melihat kakinya yang terasa nyeri itu.
"Awss.."ringis Almora.
Kemudian Lyn datang menghampiri Almora yang tengah kesakitan."yaampun,tuan putri apa kau tidak apa apa?"tanya Lyn khawatir.
Almora menggeleng seraya tersenyum
"Tidak,kaki ku hanya sedikit keram dan sebentar lagi juga pasti akan membaik"
Ujarnya.
"Tuan putri apa aku boleh melihat kondisi kaki mu?"
Almora mengangguk "lihatlah"sambil mengangkat gaunnya sedikit.
Lyn melihat kaki Almora yang memerah pada bagian mata kaki.Lyn terkejut,ia lalu meminta izin kepada Almora untuk menyentuh dan memijat kakinya.
Almora hanya mengangguk mengiyakan.
Lyn mulai memijat pergelangan kaki nya. Awalnya hanya pijatan kecil yang membuat Almora keenakan.Namun,lama kelamaan pijatan Lyn semakin kuat dan hal itu membuat Almora sedikit berteriak.
__ADS_1
"Awss....!!"ringis Almora sedikit kencang.
"Bagaimana tuan putri? Apa sudah membaik?"tanya Lyn.
Almora lalu mengayunkan kakinya itu lalu mulai berdiri."Iya..te..terimakasih Lyn"
Lyn mengangguk"baiklah,apa tuan putri ingin masuk?"tanyanya."tidak,aku akan disini sebentar lagi saja"
"Baiklah,jika begitu aku pamit tuan putri."
Ucap Lyn yang hanya di angguki Almora.
Lyn masuk ke dalam aula lagi tapi dari arah pintu masuk ada William yang tengah memperhatikan kegiatannya sedari tadi.
Lyn tersenyum kearah pangeran itu seraya berucap tanpa suara "tidak apa apa".
Ya,datangnya Lyn ke balkon adalah atas perintah William agar membantu meredakan rasa sakit pada kaki Almora.
Kenapa bukan William saja?kenapa harus menyuruh Lyn?
Oh ayolah,William meski terlihat seperti pangeran mahkota yang gagah tak menampik kalau ia memiliki rasa gengsi yang tinggi.Dimana harga dirinya sebagai seorang pangeran ter-cuek di Frastivozland pikirnya.
🌹🌹🌹
Siang ini Almora tengah bersantai ditaman istana dengan secangkir teh hangat ditangannya.Matanya menelaah semua objek yang ditangkapnya.Termasuk Count Smith yang sedang berjalan menuju arahnya.
"Permisi tuan putri,maaf menganggu kegiatanmu"tutur Count Smith.
"Ada gerangan apa kau mendatangiku?"
Tanya Almora heran.
"Undangan pesta minum teh dari kerajaan
Phantom telah menyebar ke seluruh penjuru negri.Oleh sebab itu,Yang mulia memerintahkanku untuk memberitahu tuan putri,kalau tuan putri dan pangeran mahkota yang akan mewakili Frastivoz ke sana."Ujar Count Smith.
Almora yang sedang meminum tehnya, langsung terbatuk seketika.Ia terkejut dengan pernyataan dari Count Smith.
Yang benar saja,ia harus bersuka rela berangkat bersama pangeran menyebalkan itu? astaga nasib buruk apalagi ini?
"Kenapa harus aku yang pergi?!"tanya Almora tak terima.
"Kalau itu,saya tidak tahu tuan putri"
Sahut Count Smith seadanya.
Almora menghembuskan nafasnya pelan
"Hufft...baiklah,aku akan pergi!"putusnya.
"Kalau begitu saya pamit tuan putri!"
Ucap Count Smith lalu melangkah pergi.
Setelah perginya Count Smith,Almora memijat keningnya frustasi.Tiba tiba Almora merasakan kehadiran seseorang di sampingnya.Ia lantas menoleh "Kau!!"
"Apa?"tanya William tak kalah ketus.
"Apa kau menerima perintah yang mulia perihal pesta minum teh?"tanya balik Almora.
"Kenapa tidak?!"balas William.
"Tapi sejujurnya aku ini malas sekali bila harus pergi dengan mu,Titisan medusa!"
Lanjutnya.
"Apa kau bilang! Medusa? Oh tunggu,aku pernah mendengar kisahnya.Bukankah cerita itu menceritakan tentang perempuan cantik sepertiku yang di fitnah lalu di kutuk itu kan?!"Seru Almora.
__ADS_1
William mendengus malas kala mendengar Almora berucap dengan pedenya"cantik sepertiku"
Bersambung.....