
Sinar mentari pagi masuk melalui celah jendela mulai menyinari dua pasang hati yang masih saling berpelukan.
William yang masih terlelap adalah pemandangan pertama saat Almora membuka mata.Almora kemudian tersadar sepenuhnya,ia kemudian mendorong tubuh William sekuat tenaga.
Bruk
William terjatuh dengan posisi telentang.
Ia sudah terbangun saat Almora mendorongnya tadi."Arghh...apa kau gila?!"
"Kata siapa kau memelukku sembarangan!"
Todong Almora sambil bersedekap dada.
William mengusap wajahnya kasar "Hei, berhenti berbuat seolah olah hanya aku yang salah disini.Aku hanya berniat membantumu,lagipula kau juga terlihat menikmati,bukan"
Bruk
Almora melempar William dengan bantal."Rasakan itu!"
Dengan sigap William menangkap bantal itu dan menyimpan ke tempat asalnya.
"Dasar bodoh"
William lalu berjalan ke kamar mandi untuk bebersih terlebih dahulu.Namun, langkahnya terhenti kala Almora menyegatnya dengan merentangkan tangannya.
William mengangkat sebelah alisnya
"Apa mau mu?"
"Karena aku istri,jadi kau harus mengalah dan membiarkan aku mandi terlebih dahulu!"
William mengusap rambutnya kasar
"Baiklah,cepat!"
Almora dengan cepat masuk ke kamar mandi dan mulai melakukan ritual mandinya.
🌹🌹🌹
"Menurutku,alangkah baiknya William dan Almora untuk melakukan liburan pernikahan" Almora dan william yang berniat menghampiri keluarganya itu menghentikan langkahnya terkejut.
Ucapan dari Duke Bara membuat Almora maupun William seketika membeku.
"Tidak!"tolak Almora keras sembari menghampiri sang ayah.
"Mora!"Tegur Duches Aleta.
"Menantuku,memangnya ada masalah dengan ucapan ayahmu?"Sarkas raja Harry.
"Ah tidak,maksudku bukan seperti itu,tapi.."Almora menggaruk kepalanya bingung.
Raja Harry menggeleng "Usulan tuan bara benar juga,kalian berdua alangkah baiknya berlibur hitung-hitung lebih saling mendekatkan diri"
Sontak William dan Almora saling pandang lalu secara bersamaan membuang pandangannya kearah lain.
"Benar itu,jadi tempat mana yang akan mereka kunjungi?"Ujar ratu Hana.
Angelo berdeham "kalian tenang saja, aku sudah menemukan tempat yang bagus untuk liburan mereka"Ucapnya lalu berbangga diri.
"Tempat mana itu?"
__ADS_1
"Ibu kota luxury."
🌹🌹🌹
Keesokan harinya
Burung berkicau layaknya sedang bernyanyi pagi ini dan bunga bunga yang indah layaknya sedang menari saat ini.
Di sebuah wilayah yang nyaman dan asri.Di sinilah William dan Almora akan menghabiskan libur berdua.
Almora keluar dari kereta kuda dan disusul William di belakangnya.Ia berdecak kagum melihat suasana kota ini."Woah....Angelo,selera mu dalam memilih sebuah tempat bagus juga."
"Jadi ini ibu kota luxury yang terkenal akan bunga lotus raksasanya itu!"
"Sampai kapan kau akan mengagumi tempat ini?"Ucap William yang sudah berjalan didepan sana.
Almora segera menyusul suaminya itu dengan langkah lebar."Oh ayolah,tega sekali kau membuatku harus berlari mengikutimu"
William tak mengindahkan ucapan Almora,Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kota ini."Mora,kau tunggu di sini aku akan pergi kesana sebentar!"
"Ya" Almora kemudian melihat keributan di sebuah rumah pedagang,ia lalu melangkah kesana.
"Berikan uangmu padaku cepat!"Ucap seorang pria bertampang preman.
"Tolong jangan ambil uangku! itu untuk kebutuhan keluargaku" Ujar seorang wanita tua.
"Hei,diamlah kami tak butuh isi hatimu!"
Sentak teman pria preman itu.
Bruk
Almora kemudian menendang punggung pria preman itu hingga terjungkal ke depan.
Penampilan Almora yang mengenakan jubah membuatnya tak bisa dikenali orang lain.
"Kembalikan uang nenek itu cepat!"
Sentak Almora.
Kedua pria itu malah mentertawakan Almora."Hai cantik,jangan kasar gitu dong"Sambil menyentuh dagu Almora tapi Almora segera menepisnya kasar.
"Cepat kembalikan uang nenek itu!"
"Ayolah,jangan terlalu terburu buru kita bermain saja dulu"Ucap pria botak.
Tampaknya kedua pria itu sedang bertukar kode,detik berikutnya mereka langsung memegang kedua tangan Almora erat.
"Lepaskan aku,bodoh!"Sambil berusaha melepaskan tangannya yang dipegang erat.
"Kau ikut kami yuk,kita akan bermain ke tempat yang indah"Ucap pria berambut gimbal.
Nenek itu segera menghampiri Almora dan berusaha menolongnya namun, kedua pria jahat ini malah mendorong nya kencang.
"nenek!"Teriak Almora.
Dengan penuh amarah,Almora kemudian menendang ******** kedua pria sialan itu Hingga membuat cekalan tangannya terlepas.Ia lalu menghampiri nenek yang terjatuh itu.
"Nek,apa kau tidak apa apa?"
Nenek itu tampak berusaha berdiri namun kesusahan.Dengan sigap Almora membantu nenek itu berdiri.
__ADS_1
"nenek tidak apa apa nak,terima kasih telah menolong nenek"Ucap nenek itu tulus.
"iya nek sama sama"Balas Almora tak kalah lembut.
Kemudian nenek itu tampak merogoh tas nya untuk mengambil sesuatu.
"Nak ini ada hadiah untukmu,meski terlihat tak mewah tapi ini setidaknya bisa membantumu"Sambil menyodorkan sebuah kalung liontin permata berwarna ungu.
Almora menerima kalung itu "nek tapi aku ikhlas menolongmu"
"sudah tidak apa apa nak,kau ambilah kalung itu dan pakailah!"Tukas nenek itu tersenyum simpul.
"Baiklah aku akan memakainya nek, dan terima kasih atas ini"Sambil memasang kan kalung itu ke lehernya.
Tiba tiba dari arah belakang Almora, tampak kedua pria tadi akan memukul nya tapi naas,pukulan mereka meleset kala seseorang menendang mereka kuat.
"Berani kau memukul istriku!"
Merasa tidak asing dengan suara itu, Almora membalikan tubuhnya dan ternyata benar,dia adalah William.
Tapi tunggu,barusan dia menyebutnya istriku! Oh ayolah saat ini bisa ia pastikan kalau pipinya sudah merah merekah.
Kedua preman itu berusaha menyerang balik William tapi ternyata gagal,William sudah lebih dulu mengeluarkan pedang kebanggaannya.
Banyak yang memperhatikan William saat ini.
"hei bukankah itu pedang ksatria terkuat?!" Bisik beberapa orang.
"Yaampun,apakah dia ksatria pedang terkuat itu?"
"Tampan dan menawan sekali dia"
"Tapi mengapa dirinya memakai jubah, aku jadi ingin melihat tubuhnya secara langsung,dia pasti sangat gagah" Ucap seorang wanita centil.
Kedua preman itu langsung tertunduk memohon ampun kepada William kala mereka mengetahui siapa yang akan mereka lawan tadi.
"Maafkan kami pangeran,kami sangat menyesal"Ujar mereka memohon.
"Pergilah,jangan sekali lagi berbuat hal buruk seperti tadi.Kalau tidak kau akan mendapatkan akibatnya!"
"Ya kami mengerti pangeran,kami sungguh sangat menyesal"Ucap mereka lagi lalu dengan gesit mereka berlari ke arah lain.
William menghembuskan napasnya kasar,dia lalu menghadap Almora lalu menatapnya tajam "Sudah kubilang, kau jangan pergi kemana mana!"Ucapnya dingin.
Almora menunduk merasa bersalah tapi tak lama dia mengangkat wajahnya kembali."Hei,tapi aku sudah berhasil menolong nenek in..."
"kemana nenek itu pergi?"Ucapnya sambil mengedarkan pandangannya ke arah lain.
"Sudahlah,jangan beralasan.Ayo kita pergi ke penginapan,aku sudah menemukannya!"Seraya berjalan mendahului Almora.
Almora dengan cepat menyusulnya kembali "Oh iya tadi kau menyebutku 'istrimu' ya,haha"
"Ya"Balas William cuek.
Suasana tiba tiba hening,tak ada yang mengeluarkan suara hingga tibalah di sebuah penginapan berlantai dua.
"Kita akan menginap disini?"Tanya Almora seraya menatap seluruh bangunan penginapan itu.
"hm"
Bersambung.....
__ADS_1
Hargai penulis dengan menekan like-nya ok guys🥰