
William mendengus malas kala mendengar Almora berucap dengan pedenya"cantik sepertiku"
"Teori berasal darimana yang kau ucapkan itu? Aku tidak pernah mendengarnya!"
Ujar William bingung.
Almora langsung diam lalu menepuk dahinya pelan "oh ayolah,Almora kau sangat payah.Pangeran konyol di depan mu itu tak akan paham apa yang kau ucapkan"monolognya.
"Lupakan!"Tukas Almora.
"Tunggu,aku dengar beberapa hari lagi akan ada kontes berburu di hutan,apa itu benar?"
"Ya itu benar,akan ada kontes berburu permata biru di hutan istana"Tutur William.
"Sungguh? Kalau begitu aku akan mengikutinya dan memenangkan kontes ini!"Ujar Almora antusias.
William tergelak "apa kau pikir kau bisa melakukan perburuan itu?"tanyanya seraya tersenyum miring.
Almora berdecak kesal kala mendengar dirinya di rendahkan seperti itu.Ia lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan William seorang diri.
William terkekeh melihat itu "dasar pemarah"
🌹🌹🌹
Hari ini adalah hari keberangkatan William dan Almora ke kerajaan phantom.Saat ini keduanya tengah berada di perjalanan ke sana.Keheningan menyelimuti keduanya,
Ditambah Almora yang masih kesal karena kemarin siang.
Tiba tiba kereta kuda terasa terguncang,
Sepertinya ban kereta melewati bebatuan yang lumayan tinggi.Hingga Almora yang tak siap merasa terkejut karena guncangan itu membuat tubuhnya harus melayang dan mendarat di dada William.Keduanya saling berpandangan dengan detak jantung yang saling bergemuruh di hati masing masing.
Almora langsung tersadar lalu kembali duduk di hadapan William.Almora memalingkan wajahnya gugup,sepertinya sekarang pipinya bersemu.William terkekeh
"Apa kau memakai perona pipi? Merah sekali pipimu!"ucapnya yang membuat Almora semakin merasa malu.
"Diamlah!"sentak Almora kesal.
William geleng kepala seraya tersenyum
Tipis.oh ayolah kenapa dia sangat menggemaskan seperti itu,ingin rasanya ku bawa kabur."****"
Setelah sekian lama akhirnya mereka sampai di kerajaan phantom.Keduanya lalu turun secara bergantian.Dari luar istana memang sudah banyak orang yang berlalu lalang.Almora melangkah mendahului William,namun tak disangka,William segera menyusul Almora lalu menggenggam tangannya.Almora terkejut lalu menormalkan kembali ekspresinya dan melangkah memasuki istana.
"Salam hormat kepada yang mulia phantom" ucap keduanya.
"Ouh salam kembali untuk pangeran mahkota William dan Tuan putri Almora.
__ADS_1
Selamat datang di istana phantom"balas Raja Phantom ramah.
"Suatu kehormatan bagi kami yang mulia,
Karena telah mengundang kami di acara pesta minum teh ini"
Raja phantom mengangguk lalu mempersilahkan William dan Almora untuk duduk di meja khusus para bangsawan. Lalu seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawakan nampan berisi cangkir mewah polos dengan beberapa kuas dan cat.
"Permisi tuan,nona,saya ingin memberikan cangkir dan cat ini untuk kalian hias nanti"
Ujar pelayan itu sopan.
"Baik,terima kasih"Almora tersenyum kecil.
Setelah pelayan itu pergi,terdengar suara menggelegar dari sang raja.
"SELAMAT DATANG KEPADA SELURUH TAMU UNDANGAN,SUATU KEHORMATAN BAGI SAYA KARENA KALIAN BISA MENYEMPATKAN DIRI UNTUK DATANG KE ACARA PESTA MINUM TEH INI.UNTUK ITU SAYA UCAPKAN,SILAHKAN MENIKMATI PESTA INI."
Semua orang mulai mengambil cangkir masing masing,dan mulai menghias.
Pesta minum teh memang sudah tak asing lagi di pesta sebuah kerajaan.Memang dari dulu sebelum meminum teh,semua anggota kerajaan diharuskan untuk menghias cangkir terlebih dahulu.
Begitupun dengan Kedua pasangan perjodohan ini,Almora merenung sebentar,gambar apa yang akan ia buat.
Almora tersenyum kala mendapatkan ide cemerlang yang terlintas di pikirannya.
Ia mulai mengambil kuas dan langsung membuat pola sebuah gambar.
Kedua sejoli ini tampak tak menyadari,
Bahwa ada sepasang mata yang melihat ke arah mereka dengan tatapan tajam.Giginya gemelatuk,tangannya terkepal kuat.Ia lalu berjalan menghampiri William dan Almora dengan membawa secangkir teh.Setelah dekat dengan Almora,Ia dengan sengaja pura pura tersandung dan alhasil pakaian Almora basah terutama bagian dada dan perut.
"Almora!!"
🌹🌹🌹
Semilir angin menerpa kulit putih pucat milik putri kerajaan Vanarez ini.Rambutnya bergerak kesana kemari karena sentuhan angin.Saat ini Almora tengah menikmati pemandangan dari atas balkon istana Frastivoz.
Frastivoz? Ya,Almora sudah kembali dari kerajaan phantom beberapa jam yang lalu.
Setelah peristiwa ketumpahan air,Almora dan William langsung izin untuk pulang.
Awalnya,raja phantom memberikan Almora tawaran untuk mengganti gaunnya yang basah.Namun,Almora dengan sigap menolaknya dengan embel-embel takut merepotkan.Alhasil Mereka berdua di perbolehkan untuk kembali ke kerajaan Frastivoz.
"Tuan putri?"
Setelah mendapatkan izin dari Almora untuk mendekat,Lyn melangkahkan kakinya ke arah Almora.Lyn memberi hormat dengan membungkukan badannya singkat.
__ADS_1
"Saya diutus oleh yang mulia untuk memberitahukan perihal pertunangan anda yang akan dilaksanakan besok.Dan menyiapkan segala kebutuhanmu putri"
Almora menghela napas,ia melupakan tujuan utamanya datang ke kerajaan Frastivoz.
Pertunangan ya? Lalu menikah? Apakah aku bisa menjalankannya dengan baik?
- batin Almora.
Dengan lemah Almora mengangguk
"Iya Lyn,aku mengingatnya."
Mendengar jawaban lemah dari majikannya itu,Lyn juga merasakan hal yang sama.Ia tahu,Almora harus menikah dengan William atas dasar perjodohan.Tapi tak ayal ia tetap merasa senang kala pangeran mahkota nya akan segera melepas masa lajangnya.
. 🌹🌹🌹
Sedangkan di ruangan lain tepatnya ruang kerja istana,ada William yang tampak sibuk dengan berkas-berkas politiknya.
William menghela napas kasar lalu memijat keningnya pusing."Kenapa populasi hewan lindung di Frasland sejak 10 hari terakhir ini menurun sekali,count Smith?"
"Menurut pengamatan ku,karena hewan kebanyakan jinak dan tempatnya dekat dengan hutan belantara.Tak menutup kemungkinan kalau para hewan di jadikan mangsa oleh para predator hutan itu."
Tutur Count Smith.
William mengangguk setuju.
"William"
Sang pemilik nama menolehkan kepalanya.
Raja Harry berjalan menghampiri William.
Melihat itu Count Smith segera memberi hormat kepada raja Harry dengan membungkukan badannya singkat.
"Salam hormat yang mulia"
William heran,kenapa ayahnya itu datang ke ruang kerjanya."untuk apa ayah datang ke ruang kerjaku?"
Raja Harry mendengus,kurang ajar sekali anak sulungnya itu."dasar kau ini,apa ayah tak boleh mendatangi ruang kerjamu?!"
William memutar bola matanya malas
"Maksudku,ada tujuan apa ayah mendatangiku? Tumben sekali,tidak biasanya"
"Ayah hanya ingin memberitahumu perihal pertunangan mu yang akan di lakukan besok,agar kau mulai bersiap!"jelas raja Harry.
"Oh ayolah ayah,ini hanya acara pertunangan bukan pesta ulang tahun pernikahan ayah dan ibu!"Ujar William.
__ADS_1
Raja Harry menghembuskan nafasnya lelah,anaknya ini memang tak bisa di ajak kompromi sekali.Ia lalu pamit undur diri dari ruangan kerja anaknya itu dengan perasaan dongkol.
Bersambung.....