
Plang...brukkk
Suara tubuh Almora yang terjatuh.
Almora memijit keningnya yang pusing,ia
Bangun dari duduknya.Lalu,menatap suasana sekitarnya.
"Gue ada dimana?!"batinnya bertanya-tanya.
Berbagai bunga dan tumbuhan tertanam indah di depannya.Almora bingung harus melakukan apa,apalagi ia sedang berada di tempat asing seperti ini.Hanya ada satu satunya cara agar ia mengetahui tempat ini,yaitu dengan berjalan menyusuri jalan Berbatu di depannya.Kemudian,dengan langkah lunglai ia mulai berjalan.
Setelah sekian lama menyusuri jalanan berbatu tadi,Almora akhirnya sampai di sebuah tempat kontes memanah.
"Waw,ada tempat kontes memanah di hutan?!"ucap Almora berdecak kagum.
Tanpa Almora sadari,ia saat ini berada di dekat sebuah papan kayu berlapis emas yang digunakan untuk objek pemanah itu.
Dan sebuah panah melaju kencang ke arahnya.Almora menutup matanya cemas,
Ia ikhlas bila ini memang saatnya untuk ia pergi.
CTASSS
Almora tak merasakan sakit apapun,Ia dengan perlahan membuka matanya.
Matanya mengerjap pelan kala melihat ada seorang pria yang menyelamatkannya dengan membuat perisai pelindung di sekeliling mereka.Otomatis panah kayu itu patah dengan sendirinya kala mengenai perisai itu.
Almora menganga menyaksikan apa yang telah terjadi di depannya tadi.
"What?!!"teriak Almora.
"Sihir itu bener nyata adanya ya?!!"
Lanjutnya.
"Diamlah,apa yang kau lakukan di sini nona?"Tanya balik pria itu.
"Lo ngomong sama gue?"tanya Almora seraya menunjuk dirinya sendiri.
"Bukan,saya bicara dengan pohon di belakangmu itu!"balas pria itu ketus.
"Dih,sensi banget Lo"balas Almora tak kalah ketus.
"Hei nona,bisakah kau sedikit sopan padaku? Lagipula bahasa jenis apa yang kau katakan itu?!"ujar pria itu.
Almora membulatkan matanya terkejut.
Apakah orang di depannya itu sungguh tidak tahu bahasa yang selalu ia gunakan sehari hari itu,tentunya hanya di dunia sebelumnya,sebelum ia berada di sini.
"Lo-"
Ucapan Almora terpotong kala ada suara yang memanggilnya.Ia menoleh ke arah Utara dari tempatnya berdiri.Ia melihat
__ADS_1
Dua orang perempuan dan lima orang lelaki yang berpakaian seperti prajurit yang datang dengan kereta kuda.
"Aylmora dari mana saja kau?!kami berdua sudah mencari mu ke mana mana!"Omel wanita berambut lurus.
"Dan apa yang lakukan di sini?"tanya perempuan berambut sedikit Curly.
Almora mengangkat sebelah alisnya bingung.kenapa ada yang memanggilnya Aylmora dan bukan Almora?dan tempat apa ini,seperti tempat asing?
"Kalian kenal gue?"tanya Almora.
"Oh ayolah,apa kau lupa ingatan setelah menghilang tiga hari?"tanya perempuan berambut Curly.
Lagi lagi Almora dibuat bingung oleh kedua perempuan cantik itu.Ia heran,seingatnya ia pergi ke toilet sekolahnya dan berakhir di tempat ini.Bagaimana bisa ada orang yang menuduhnya lupa ingatan setelah hilang tiga hari.
Almora hanya diam bergeming saat mendengar pertanyaan itu.
"Langsung to the point aja,kalian siapa?"
Tanyanya.
"Amara lihatlah saudara kita ini,dia tak mengenali kita!"ucap perempuan berambut Curly bernama Amber kepada perempuan berambut lurus.
"Kau sungguh tak tahu siapa kita Aylmora?"
Tanya amber.
Almora menggeleng.
Amara dan amber kemudian saling berpandangan.Mereka lalu menarik kedua tangan Almora dengan cepat memasuki kereta kuda.
Ucap Almora keras.
"Diamlah! kita akan membawamu pulang dan menemui tabib istana supaya bisa mengembalikan ingatanmu!"ujar Amara.
Kereta kuda yang dinaiki ketiganya melaju dengan cepat hingga iris mata seorang pria tak bisa melihatnya lagi karena ditelan banyaknya pohon yang menjulang tinggi di sekitarnya
Pria itu menatap datar kereta kuda lalu melangkah pergi ke tempat para pemanah berada.
🌹🌹🌹
Kereta kuda yang di naiki ketiga perempuan tadi akhirnya sampai di depan istana.mereka langsung turun satu persatu.Almora menatap kagum bangunan megah di depannya itu.
Kedatangan mereka rupanya sudah disambut hangat oleh para penghuni kerajaan termasuk duke bara dan Ducches Aleta.Mereka sangat bahagia kala melihat salah satu putri mereka yang hilang telah kembali.
"Halo para putriku,selamat datang kembali di istana Vanarez"ucap Duke Bara.
"Halo juga ayah"balas mereka kecuali Almora yang hanya diam.
Duke Bara heran,mengapa putrinya itu diam tak seperti biasanya sebelum dia menghilang."wahai putriku Aylmora,
Mengapa kau terlihat sedih,tak seperti biasanya"
Almora segera menatap mata Duke Bara yang diketahui adalah ayahnya itu.
__ADS_1
"E..em maaf ayah,aku tak bermaksud memasang wajah seperti itu"balasnya menunduk.
"Suamiku,putri kita Aylmora,sudah menghilang tiga hari di hutan.Jadi pantaslah ia seperti itu,mungkin dia kelelahan"Tukas Ducches Aleta sambil menatap hangat putrinya itu.
Duke Bara mengangguk "benar juga apa katamu istriku,mungkin Aylmora kelelahan"
"Ya sudah Laila,tolong kau antarkan Aylmora ke kamarnya untuk beristirahat!" perintah Duke Bara.
"Tunggu! Ayah,ibu, Aylmora mengalami lupa ingatan setelah hilang tiga hari lalu"ucap amber dan Amara bebarengan.
"Apa maksud kalian amber,Amara?!"balas Duke Bara.
"Begini ayah tadi saat kami menemukan Aylmora di tempat kontes memanah di hutan,ia berlaku seolah tak mengenal kami berdua ayah!"jelas amber.
"Iyakah?tapi bila itu benar,Aylmora pasti bersikap seperti itu juga pada ayah dan ibu!"ujar Duke Bara.
Keduanya merenung "iya juga tap-"
"Sudahlah ayo pergi ke kamar kalian dan segeralah istirahat.Karena besok istana kita akan kedatangan tamu"ucap Duke Bara.
"Baiklah ayah"balas keduanya lesu.
Almora telah sampai di kamarnya,ia menatap seluruh ruangan yang di ketahui kamarnya itu.Almora beranjak mendekati
Cermin rias yang ada disana.Matanya menatap intens bayangan tubuhnya di cermin itu.Ia Baru sadar ternyata pakaian yang tadinya seragam sekolah sekarang sudah berubah menjadi pakaian seorang putri kerajaan dengan mahkota kecil di balutan rambutnya.
Tiba tiba Almora mendengar suara seseorang.
"Almora"
Matanya menoleh kesana kemari untuk melihat siapa yang memanggilnya.Namun
Naas tidak ada siapa siapa di kamar itu,
Hanya dirinya sendiri.
"Siapa tadi?"monolognya.
"Almora kau dengar aku?"
Almora kemudian menatap seluruh sudut kamar. "Siapa lo,tunjukin wujud Lo jangan
Nakutin gue njir!"sentak Almora.
"Lihatlah di cermin"
Almora lalu dengan cepat menoleh kearah cermin lagi.Ia membeku kala melihat siapa yang ada di cermin.Almora melihat wajahnya namun dengan pakaian yang berbeda dengan yang saat ini ia kenakan.
"Siapa Lo?"tanyanya bingung.
"Sentuh cermin ini lalu aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu termasuk cermin cahaya di sekolahmu dulu"
Karena saking penasarannya Almora segera menyentuh cermin itu.Dan ya sekarang jiwanya seperti berputar di alam bawah sadarnya.
__ADS_1
Bersambung.....