
Ying Jiangxi sangat terkejut ketika mendengar letak bunga spiritual tersebut berada di lembah kaki gunung Yangshi, lembah itu terdapat banyak hewan buas dengan rata-rata di Mingjin tingkat 5.
Karena ia bersikeras untuk meningkatkan kualifikasi, ia dengan susah payah mendapatkan bunga spiritual tersebut hingga mendapatkan luka yang cukup serius. Tetapi walaupun sampai melukai dirinya, bunga spiritual itu sangat berharga dan tidak sebanding dengan luka yang ia dapat.
Sehari sebelum kompetisi Murai Sakai dimulai ia hanya fokus meracik pil dewa agar cepat berkultivasi, pil tersebut bernama pil darah berharga. Hasil yang ia dapatkan setelah memakan pil dewa sangat fantastis seperti dugaannya, ia langsung menerobos Anjin tingkat 2 hanya dalam sehari.
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, kompetisi Murai Sakai diselenggarakan dengan sangat meriah dan juga menegangkan tetapi tidak dengan dewa langit, ia sangat percaya diri menjadi pemenang nomor satu.
__ADS_1
Pertarungan demi pertarungan ia hadapi dengan sangat mudah hingga sampai di pertarungan terakhir, pertarungan antara dewa pedang dengan wanita cantik yaitu seorang putri dari keluarga kerajaan Rembulan Hitam. Pertarungan itu mendapatkan banyak perhatian dari publik, karena hanya seorang jenius lah yang dapat melawan kekuatan dari keluarga kerajaan.
Pertarungan pun dimulai dengan awal yang langsung menghasilkan ledakan besar, begitu kuatnya aura bela diri dari kedua anak tersebut. Ying Jiangxi dengan kemampuannya Anjin tingkat 2 dapat mendominasi pertarungan dari putri yang berada di Anjin tingkat 5. Para penonton terkagum-kagum hingga sang putri pun terpesona melihat kehebatan dan kejeniusan Ying Jiangxi.
Jurus demi jurus digunakan oleh sang putri untuk mengalahkan lawannya tetapi sang dewa langit itu tak dapat dikalahkan olehnya, sampai akhirnya pertarungan dimenangkan oleh Ying Jiangxi. Semua orang bersorak atas lahirnya sang jenius di daerahnya.
Sang putri hanya memberikan Ying Jiangxi pedang miliknya setelah menanyakan identitas Ying Jiangxi kemudian lari meninggalkannya, Ying Jiangxi tidak sempat menanyakan nama putri dari keluarga kerajaan tersebut.
__ADS_1
Kemenangan telah diraih oleh sang dewa langit. Dua hari setelah kompetisi, perguruan Xuanzong membuka pendaftaran anak baru. Ying Jiangxi pergi ke perguruan tersebut yang terletak di bagian Barat kota Yangshi, dengan bekal kegigihan dan kekuatannya ia melangkahkan kakinya ke perguruan Xuanzong bersama guru besar di desanya yang bernama Wuchang.
"Berlatih lah dengan baik," ujar guru besar Wuchang kepada Ying Jiangxi. "Aku tidak akan mengecewakan guru dan keluargaku," jawab Ying Jiangxi.
Hari pertama di perguruan Xuanzong yang terkenal dengan seni bela diri pedang, Ying Jiangxi berlatih dengan pedang yang ia dapat dari putri kerajaan. Ketika sedang berlatih di dekat asrama para pembela diri, tidak sengaja melihat ke arah seorang perempuan yang sedang berlatih seni bela diri pedang yang serupa dengan teknik pedang miliknya.
"Terlihat tidak asing wajah perempuan itu," kata Ying Jiangxi, ia pun mendekati perempuan tersebut dan ternyata dia adalah sang putri kerajaan yang dahulu bertarung dengannya di kompetisi Murai Sakai. Sang putri tidak pernah melupakan wajah si jenius dari gunung Sakai, seketika putri kerajaan itu tersipu malu sekaligus bahagia bertemu dengan Ying Jiangxi.
__ADS_1
-BERSAMBUNG-