
Dengan kekuatan pedang membelah gunung, pembelah gunung itu menebas habis para tentara aliran topeng kegelapan, seperti dengan nama kekuatan tersebut, tanah yang berada di bawah mereka terbelah dan terjadilah guncangan yang sangat besar serta suara gemuruh yang membuat telinga sakit, mata pembelah gunung berubah menjadi warna merah api dan tubuhnya di kelilingi oleh cakra yang sangat besar, Ying Jiangxi baru pertama kali melihat kekuatan sebesar itu, pantas bagi pembelah gunung menjadi penguasa gunung Dewa Pedang yang di mana orang-orang tidak ada yang mendekati gunung tersebut dan jalan ke arah gunung tersebut pun tidak pernah dibuat, rumput tanpa jejak selama perjalanan Ying Jiangxi ke gunung Dewa Pedang.
__ADS_1
Tentu saja mereka pada ketakutan akan besarnya kekuatan pembelah gunung, pendekar dari aliran topeng kegelapan yang berada di tingkat ahli beladiri sejati pun merasa dirinya tidak sekuat pembelah gunung, pendekar itu hanya menghindari serangan pembelah gunung tanpa melawannya, para tentara aliran topeng kegelapan semuanya berlari ke belakang mundur dari peperangan, tetapi pembelah gunung yang sudah terlanjur kesal akan perbuatan mereka, tidak membiarkan mereka pergi begitu saja, dengan amarahnya pembelah gunung dengan langkah kilat miliknya dan kekuatan besarnya membunuh semua musuh yang ada, darah bercucuran bagaikan lautan merah dan tidak sedikit dari mereka terbakar oleh kekuatannya.
__ADS_1
Ying Jiangxi dan pasukan lainnya hanya bisa diam dan melihat pembelah gunung membumi hanguskan tentara aliran topeng kegelapan, tentu saja pembelah gunung mengetahui tentara aliran topeng kegelapan hanyalah tentara entah mereka dibayar ataupun ada yang benar-benar anggota dari aliran topeng kegelapan, tetapi pembelah gunung berfikir bahwa orang yang membantu orang lain berbuat jahat adalah penjahat juga, dan tidak ada ampun bagi mereka yang membuat kerusakan di dunia ini. Saking kesalnya pembelah gunung hingga membiarkan sebagian kecil dari mereka lari dan kembali ke tempat mereka, dan secara diam-diam pembelah gunung itu mengikutinya dari belakang. Medan perang telah menjadi lautan darah karena semua tentara aliran topeng kegelapan musnah kecuali yang sedang diikuti oleh pembelah gunung, Ying Jiangxi dan pasukan pengendali arwah merah yang melihat pembelah gunung pergi mengikuti tentara aliran topeng kegelapan yang kabur dari medan perang mengikuti kemana pembelah gunung pergi.
__ADS_1
Ternyata tempat persinggahan lainnya itu merupakan tempat persinggahan tentara aliran topeng kegelapan yang menyerang kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya, kabar dari kerajaan yang ikut diserang oleh para tentara aliran topeng kegelapan juga telah terdengar di telinganya dan juga kaisar, pembelah gunung pun mengetahui bahwa adik seperguruannya juga mengikutinya, ketika pembelah gunung berhenti dan mengintai tempat persinggahan tentara aliran topeng kegelapan dari kejauhan sang kaisar berdiri di sampingnya dan berkata, "Kakak, kau sudah banyak menggunakan cakramu dan kau pasti sudah letih, beristirahatlah sejenak biar aku dan pengawal pribadiku ini melanjutkan pengintaian dan aku akan memerintahkan sebagian dari pasukan khususku untuk membantu kerajaan-kerajaan kecil di sekitar sini."
__ADS_1
-BERSAMBUNG-
__ADS_1