
Ying Jiangxi merasa dirinya tidak sanggup untuk berdiri, ia menahan rasa sakitnya hingga akhirnya ia pingsan karena darah ditubuhnya mengalir tiada henti. Pembelah gunung pun menggunakan kain untuk menghentikan pendarahan dan mengobatinya dengan ilmu medis, cukup lama Ying Jiangxi mengalami ketidakberdayaaannya hingga ia sadar kembali dengan beberapa luka di tubuhnya. Ying Jiangxi pun mengakui betapa hebatnya monster api tanah, tetapi ia tetap ingin mengetahui lebih lanjut seberapa besar kekuatan monster tersebut, ia pun meminta kepada gurunya untuk tinggal lebih lama di tempat monster api tanah. Pembelah gunung mengizinkannya, akan tetapi ia harus kembali terlebih dahulu ke gunung Dewa Pedang untuk melakukan hal lain sehingga pembelah gunung meninggalkan Ying Jiangxi di tanah Timur sendirian dan akan menjemputnya ketika urusannya sudah selesai.
Karena kondisi Ying Jiangxi sudah membaik, ia keluar untuk mencari binatang buas yang mungkin ada di suatu tempat, perutnya sudah beberapa kali berbunyi dan sudah mulai merasakan lapar. Berbeda dengan tempat lainnya yang pernah Ying Jiangxi kunjungi, di tanah Timur hanya terdapat sedikit tempat yang memiliki banyak pepohonan, sebelumnya ia telah melewati tanah yang tandus dan hanya terdapat beberapa pohon dan binatang buas saja, karena ketidakpuasannya ia melanjutkan perjalanannya dalam mencari makanan hingga sampailah ia di tempat yang banyak pepohonan dan sungai yang mengalir deras. Binatang buas di tanah Timur sedikit berbeda dan pepohonannya juga terlihat asing di mata Ying Jiangxi. Tidak menghabiskan banyak waktu untuk mencari makan, Ying Jiangxi langsung kembali ke tempat monster api tanah berada.
Ying Jiangxi melepas kain yang menutupi lukanya ketika masuk ke dalam sarang monster api tanah, dan ia berkata, "Aku harus memakai cakra naga emas kuno untuk dijadikan pelindung di sekitar tubuhku. Aku belum tahu kekuatan apa lagi yang monster api tanah itu miliki, sebaiknya aku lebih berhati-hati." Ying Jiangxi pun telah sampai ke dalam dan melihat monster api tanah itu sedang memejamkan matanya sambil mengeluarkan suara, rupanya monster api tanah sedang tertidur. Ying Jiangxi pun berjalan mengelilinginya sambil melihat-lihat bentuk monster api tanah itu secara keseluruhan. Di punggung monster api tanah terdapat sisik-sisik yang tajam, Ying Jiangxi berkata, "Entah apa kegunaan sisik-sisik yang tajam ini selain dapat melindungi tubuhnya dari serangan." Ying Jiangxi tidak sengaja membuat monster api tanah terbangun dari tidurnya hanya karena ia telah menyentuh ekornya secara tidak sengaja.
__ADS_1
Monster api tanah langsung menyerang Ying Jiangxi dengan ekornya yang panjang dan keras, Ying Jiangxi dengan spontan melompat jauh ke belakang. Ying Jiangxi tidak diam di tempat, namun ia berlari mengelilingi monster api tanah karena ia tidak ingin terkena serangan monster tersebut untuk kedua kalinya. Benar saja dugaannya, setelah ia melompat jauh ke belakang, tiba-tiba monster api tanah itu menyerangnya kembali dengan bola-bola apinya. Ying Jiangxi berlari ke belakang monster api tanah dan bersembunyi di balik gundukan tanah. Setelah pandangan terbuka kembali yang sebelumnya tertutup oleh debu yang beterbangan, Ying Jiangxi mencoba menyerang monster api tanah dengan kekuatan pedang transformasinya.
Di luar dugaan, monster api tanah itu tidak terlihat kesakitan sedikitpun walaupun serangan yang Ying Jiangxi lepaskan terbilang cukup kuat. Monster api tanah berbalik ke arah Ying Jiangxi, dan mereka saling melihat satu sama lain dengan tatapan yang tajam. Monster api tanah mengaum keras hingga Ying Jiangxi menutup kedua telinganya, ternyata momen tersebut dimanfaatkan oleh monster api tanah untuk menyerang Ying Jiangxi, dan dengan sangat cepat monster api tanah itu berlari ke arah Ying Jiangxi seperti ingin menyeruduknya. Auman monster api tanah membuat Ying Jiangxi merasakan sedikit pusing hingga ia tidak sempurna ketika mengindar dari serudukan monster api tanah dan terpental, akan tetapi masih dapat berdiri menghadapi monster yang besar dan ganas.
Ying Jiangxi mengumpulkan cakra raja naga di pedangnya sambil berlari ke samping monster api tanah untuk menyerang bagian lehernya. Kemudian Ying Jiangxi melesatkan serangan pedangnya lurus vertikal mengenai leher monster api tanah. Monster api tanah menunjukkan bahwa ia merasakan sakit dari serangan Ying Jiangxi tadi, karena monster tersebut mengaum dengan kencang dan berlari menjauh dari Ying Jiangxi. Ying Jiangxi mengejarnya dan memperhatikan apa yang sedang monster api tanah itu lakukan. Ying Jiangxi terkejut ketika monster api tanah itu mengeluarkan sisik di sekitar lehernya, dan sepertinya serangan tersebut tidak berkesan terhadap monster tersebut. Ying Jiangxi terdiam sebentar dan memikirkan apa lagi yang ia akan lakukan.
__ADS_1
Ying Jiangxi berkata dalam hati, "Seharusnya aku menanyakan hal ini kepada guru sehingga aku dapat dengan mudah menaklukkannya." Monster api tanah mengejar kembali Ying Jiangxi dengan berlari, tidak disangka monster tersebut memiliki kekuatan yang unik, Ying Jiangxi diserang oleh sisik-sisik yang melesat kencang dari tubuh monster api tanah itu. Ying Jiangxi terus berlari menghindar dari serangan sisik-sisik yang melesat ke arahnya tiada henti. Ying Jiangxi berkata, "Kekuatan regenerasi yang sangat hebat, sepertinya aku baru pertama kali melihat monster yang sangat hebat dalam regenerasi. Pantas saja para terdahulu tidak dapat menghentikan monster ini. Sudah cukup lama aku mencari titik lemah monster ini namun belum juga aku temukan."
Ying Jiangxi melihat kepala monster api tanah, ia pun menusukkan kepala bagian atas monster api tanah dengan pedangnya. Monster api tanah mengaum keras dan menggoyangkan kepalanya hingga Ying Jiangxi tidak sanggup bertahan di kepala monster tersebut dan kemudian terjatuh sedangkan pedangnya tetap menancap di kepala monster api tanah. Tidak lama kemudian monster api tanah itu berlari ke sarangnya. Ying Jiangxi tidak bisa tinggal diam karena pedang andalannya tertinggal di tubuh monster api tanah, sehingga ia mengikuti monster tersebut dan mengendap-endap untuk mengambil kembali pedangnya. Monster api tanah pergi ke tempat yang sangat dalam, di sana terdapat banyak batu kristal bercahaya yang mengeluarkan cakra, tempat itu adalah tempat berdiam monster api tanah yang sepertinya untuk mengisi kembali energinya yang telah terkuras.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1