
Berjalan sendirian membuat Ying Jiangxi merasa lega dalam mengeksplorasi gua kristal bercahaya. Setibanya ia di tiga pintu gua yang masing-masing memiliki ukuran berbeda luasnya, setelah diperhatikan sekelilingnya oleh Ying Jiangxi, terlihat tiga tanda yang berbeda di setiap dinding masing-masing gua tersebut, yang kiri terlihat tanda bunga teratai, yang tengah terlihat tanda ombak dan yang terakhir terlihat tanda pedang yang dikelilingi cakra. Masing-masing memiliki aura yang berbeda, namun Ying Jiangxi memilih untuk memasuki gua bertanda bunga teratai terlebih dahulu dan memilih untuk mengakhirkan gua yang bertanda pedang yang dikelilingi cakra. Baru masuk saja suasana gua bertanda bunga teratai sudah begitu mengisi cakra dan membuat tubuh terasa segar kembali. Setelah lebih dalam memasukinya, hamparan kolam luas terpandang oleh mata Ying Jiangxi, banyak bunga teratai yang mekar, sepertinya Ying Jiangxi tidak asing dengan air di kolam itu, karena airnya mirip dengan air suci yang dapat mempercepat meningkatnya kultivasi.
Ying Jiangxi pun mengambil air tersebut dengan tangannya dan berkata, "Tidak salah lagi, ini benar-benar air suci, air langka ini juga terdapat di tanah Timur." Ying Jiangxi pun berendam sejenak dan ketika ia berendam, tiba-tiba muncul cahaya dari dasar kolam itu, Ying Jiangxi penasaran akan cahaya terang yang muncul itu sehingga ia menyelam dan mencari sumber cahaya. Ying Jiangxi hampir tidak percaya akan sumber cahaya yang ia lihat, karena sumber cahaya itu merupakan bola-bola cahaya yang berasal dari laut kegelapan. Bola-bola cahaya itu mustahil didapatkan oleh manusia biasa melainkan memiliki tingkatkan tertinggi di dunia beladiri ini. Bola cahaya berjumlah tujuh bola yang berbeda-beda cahayanya, tapi jika mereka semua bersatu cahaya putihlah yang muncul ke permukaan, karena itulah banyak orang menyebutnya dengan cahaya keabadian yang dengan ketujuh bola cahaya itu pendekar dapat dengan mudah mencari kekuatan hebat yang tersembunyi di tujuh belahan dunia.
__ADS_1
Ying Jiangxi pernah membaca tentang ketujuh bola cahaya itu, dan yang cahayanya berwarna hijau merupakan pendeteksi kekuatan hebat di sekitar perguruan Xuanzong. Ying Jiangxi membawa bola cahaya hijau untuk ia gunakan kelak, karena gua itu sudah terjarah semua oleh Ying Jiangxi sehingga ia menuju pintu keluar sambil melihat-lihat bola cahaya hijau karena keindahannya yang menawan. Ying Jiangxi berkata, "Apakah bola-bola cahaya itu tidak dilindungi dari orang yang ingin mengambilnya. Aku tidak habis pikir tentang orang yang meletakkan bola cahaya ini di dalam gua kristal bercahaya. Belum lama ia mengucapkan demikian, ketika tepat Ying Jiangxi di pintu keluar ia pun terhalangi oleh formasi pelindung yang aneh mirip seperti formasi pelindung yang sebelumnya. Ying Jiangxi bertanya-tanya apakah karena ia membawa bola cahaya hijau ataukah bukan.
Ying Jiangxi pun meletakkan bola cahaya hijau itu di atas tanah dan mencoba keluar dari gua tersebut namun belum juga berhasil keluar. Ying Jiangxi berkata, "Jika begitu aku gunakan batu ini terlebih dahulu kemudian aku letakkan kembali ke tempat asalnya dan pasti aku dapat keluar dari gua ini." Ying Jiangxi pun duduk berlutut dengan bola cahaya hijau di tangannya sambil mengucapkan mantra pembuka, kemudian bersinarlah bola cahaya itu dan masuk ke dalam pikiran Ying Jiangxi, Ying Jiangxi memasuki alam bawah sadar yang dituntun oleh bola cahaya hijau itu mencari kekuatan yang tersembunyi di suatu tempat, bola cahaya hijau memperlihatkan letak kekuatan hebat yang tersembunyi di dalam gunung tapak naga di bagian utara dari kerajaan Rembulan Hitam. Di balik dinding berlumut terdapat kotak yang terkubur dengan tanah permukaannya bertanda pedang, di dalam kotak tersebut terdapat kekuatan pedang langit yang merupakan pedang tingkat ahli beladiri sejati, jika belum sampai pada tingkat tersebut orang yang menggunakannya akan hancur karena saking besarnya kekuatan yang dikeluarkan darinya.
__ADS_1
Ying Jiangxi tidak melihat sesuatu yang istimewa di dalamnya, semua terlihat biasa saja dan tidak ada sesuatu pun yang menarik perhatian Ying Jiangxi. Ying Jiangxi pun mencoba menyelam ke dasar kolam yang luas itu namun tidak juga menemukan sesuatu, ia pun mencoba mencari sumber angin yang kencang dan dingin itu hingga ujung dari kolam luas tersebut. Ternyata angin itu keluar dari lubang berukuran sedang yang lingkarannya sempurna seperti portal ke tempat lain, karena tidak mungkin angin kencang yang membawa serbuk es dan yang lainnya itu terdapat di tanah Timur. Ying Jiangxi berkata, "Bagaimana bisa lubang sekecil ini membuat angin di dalam gua bisa sekencang ini, padahal angin yang keluar dari lubang ini tidak begitu kencang, apakah ada lubang lainnya yang lebih kencang dari ini." Rasa penasaran yang membawa Ying Jiangxi memasuki lubang angin tersebut, Ying Jiangxi pun keluar dan terlihat jelas perbedaan tanah dan cuaca antara tanah Timur dan tanah di balik portal.
Gunung-gunung es yang sangat kencang anginnya menerjang dan memasuki lubang portal menuju gua kristal bercahaya, entah pendekar mana yang dapat membuat portal yang sudah bertahan sejak lama, portal yang dibuat pembelah gunung saja hanya sementara akan tetapi Ying Jiangxi berfikir apa yang pendekar hebat itu lakukan di gunung es itu, apakah ada sesuatu yang ia cari atau melakukan petapaan untuk mendapatkan ilmu tertentu, Ying Jiangxi hanya mengetahui ilmu langit sementara ilmu dunia juga begitu luas dan menarik. Jauhnya pandangan di gunung-gunung es tidak menarik perhatian Ying Jiangxi, tempat yang begitu sepi menanam pikiran Ying Jiangxi untuk kembali ke gua kristal bercahaya. Baru beberapa langkah ia berjalan menuju portal tiba-tiba langkah kaki itu terhenti karena mendengar suara ledakan besar dari arah kirinya.
__ADS_1
-BERSAMBUNG-