Dewa Langit

Dewa Langit
Arwah Merah


__ADS_3

Beruang besar itu terbelah menjadi dua, dan tiba-tiba keluar arwah berwarna merah yang kemudian terbang di udara seperti kembali kepada seseorang di suatu tempat. Ying Jiangxi penasaran kemana arah arwah merah itu pergi sehingga ia mengikutinya sampai ke puncak gunung tersebut, dan ternyata arwah tersebut mengarah ke pembelah gunung, Ying Jiangxi terkejut ketika arwah tersebut masuk ke sebuah kendi kecil yang tergantung di celana pembelah gunung setelah arwah itu berputar-putar di atas pembelah gunung dan dibukanya kendi kecil itu.


Karena rasa penasaran, Ying Jiangxi bertanya kepada pembelah gunung tentang arwah merah, dan pembelah gunung menjawab, " Ini merupakan keahlianku yang jarang sekali orang memilikinya, dan aku mendapatkannya dari seorang ahli yang dikenal sebagai penguasa roh. Apakah kau ingin memilikinya? " Dan Ying Jiangxi berkata, "Ya, aku ingin menguasai ilmu tersebut, memang apa saja kegunaannya? Guru." Pembelah gunung menjawab, "Kau dapat mengendalikan seseorang atau binatang ketika kau memberi perintah setelah arwah merah itu masuk ke tubuh manusia atau binatang tersebut."

__ADS_1


Setelah lama berbincang, pembelah gunung langsung memanggil binatang buas level tinggi yang telah ia masukkan arwah merah. Pembelah gunung itu langsung membunuh binatang buas level tinggi itu di depan Ying Jiangxi, dan tentu saja binatang buas itu untuk dipanggang dan disantap bersama Ying Jiangxi. "Guru, apakah hal itu dapat digunakan terhadap manusia? " tanya Ying Jiangxi. "Tentu saja, tapi agak sulit menanamkan arwah merah itu ke tubuh manusia melainkan manusia itu dapat tenang ketika dimasukkan arwah merah tersebut," jawab pembelah gunung.


"Anak kecil terlalu banyak bertanya, segera panggang daging yang enak itu, jangan sia-siakan apa yang telah datang dengan sendirinya," kata pembelah gunung sambil berjalan untuk duduk menunggu daging panggang. Kemudian Ying Jiangxi memanggang binatang buas tersebut dengan api yang dibuat dari jurusnya sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memanggangnya, setelah matang mereka menyantap dagingnya dengan penuh rasa bahagia.

__ADS_1


Pembelah gunung berkata, "Datanglah esok pagi-pagi buta ke tempat latihanku, jangan sampai telat karena pelatihanmu tidak dapat dilakukan ketika matahari sudah terbit." Dan Ying Jiangxi berkata, "Baik guru, aku tidak akan membiarkan kesempatan bagus ini pergi begitu saja, aku pasti akan menjadi lebih kuat." Karena hari masih pagi dan perut telah terisi dengan baik, Ying Jiangxi berencana pergi ke ibu kota untuk melihat-lihat bahan ramuan di tempat penyimpanan bahan ramuan terbesar di kerajaan Rembulan Hitam, namun sebelum itu ia pergi ke beberapa restoran untuk menjual hasil buruannya, karena sangat banyak binatang buas yang ia tangkap maka ia mendapat uang yang cukup banyak.


Walau pun Ying Jiangxi memiliki token kerajaan Rembulan Hitam, ia tidak ingin mengambil bahan ramuan tanpa membayar, karena kali ini ia akan mengambil lumayan banyak bahan yang diperlukan untuk mebuat berbagai macam pil dan ramuan. Ying Jiangxi tidak melupakan untuk mengajarkan beberapa resep pil dewa kepada pembelah gunung. Selain itu juga ia ingin segera mencapai tingkat ahli beladiri sejati dengan bantuan pil dewa yang akan ia buat.

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2