
Besarnya kekuatan monster api tanah sedikit mengganggu konsentrasi Ying Jiangxi, ia terkena serangan ekor monster tersebut dan terlempar jauh hingga terbentur keras ke permukaan tanah. Sungguh besar kekuatan monster api tanah yang membuat Ying Jiangxi menahan sakit di bagian lengan kanannya, sedangkan pedang miliknya berada cukup jauh darinya, namun demikian Ying Jiangxi tetap masih bisa berdiri dan menahan monster api tanah itu sendirian. Ying Jiangxi pun mengeluarkan cakra raja naga hingga seluruh tubuhnya diselimuti dengan cakra dan matanya menjadi sedikit merah. Kekuatan raja naga juga dapat meregenerasi luka yang ada dengan cepat sehingga Ying Jiangxi kembali dengan keadaan tubuhnya yang kuat. Tanpa ragu sedikitpun Ying Jiangxi berlari dengan langkah kilatnya dan mengambil pedang transformasinya kemudian mengibaskan kekuatan transformasi pedang cahaya tepat di kepala monster api tanah.
Reaksi yang berbeda pada monster api tanah ketika serangan yang Ying Jiangxi lontarkan mengenai kepalanya. Monster tersebut mengaum dan menggelengkan kepalanya, padahal sebelumnya serangan tersebut sama sekali tidak membuat monster api tanah itu kesakitan. Bukan hanya itu, pedang Ying Jiangxi mengeluarkan energi yang aneh ketika ia baru saja memegang pedang tersebut, energinya menyelimuti pedang seperti biasanya akan tetapi warna dan aliran cakra yang dikeluarkan oleh kekuatan transformasi pedang cahaya itu berbeda dari sebelumnya. Kecepatan serangannya juga telah meningkat, sepertinya kekuatan transformasi pedang cahaya telah berkembang ke tahap yang kedua. Serangan demi serangan Ying Jiangxi lontarkan tanpa rasa ragu sedikitpun.
__ADS_1
Namun demikian itu semua hanyalah sebuah pertunjukan yang tidak membuat monster api tanah merasakan sakit akibat serangan tersebut. Hingga akhirnya Ying Jiangxi tak tahan melihat monster api tanah yang selalu terlihat biasa saja ketika menerima serangan darinya. Perlahan tapi pasti, Ying Jiangxi mengumpulkan energinya di pedang sambil menghindari serangan monster api tanah, hingga terlihat jelas cakra fisik naga emas kuno yang bercampur dengan cakra kekuatan pedang cahaya tahap kedua. Tanpa disadari Ying Jiangxi sedang melakukan suatu jurus ajaib yang dapat menghilangkan suara langkah kaki karena posisi tubuh ketika ia mengumpulkan cakra tersebut. Ying Jiangxi pun melangkah dengan cepat ke arah kaki kanan depan monster api tanah. Tebasan dari kekuatan pedang cahaya tahap kedua membuat kaki monster tersebut terputus sampai monster api tanah itu terjatuh dan beraum sangat keras.
Tak dapat dipungkiri julukannya sebagai raja regenerasi terlihat nyata di hadapan Ying Jiangxi, karena monster api tanah yang baru saja ia tebas kakinya dengan sangat cepat dapat menumbuhkan kembali kakinya yang baru, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Ying Jiangxi tidak kuasa menaklukkan monster api tanah saat ini, ia pun pasrah karena energinya telah terkuras sangat cepat dan mulai merasa letih. Dengan sisa energinya Ying Jiangxi terus menerus menghindari serangan monster api tanah itu tanpa menyerangnya seperti sedia kala. Ying Jiangxi heran telah lama saat kepala desa masuk ke dalam sarang monster api tanah dan mengambil inti sari dari kristal bercahaya namun belum kunjung keluar dari gua sarang monster tersebut. Lamanya pengambilan inti sari kristal bercahaya membuat Ying Jiangxi mengira kepala desa terjebak atau bahkan terjadi sesuatu yang menimpa diri kepala desa.
__ADS_1
Ying Jiangxi tidak dapat menahan monster api tanah lebih lama lagi sehingga ia masuk ke dalam gua dan lari menuju ruangan yang terdapat kristal bercahaya di dalamnya. Ying Jiangxi menggunakan pil lari tanpa jejak yang tersisa di kantungnya, monster api tanah kehilangan mangsanya karena tidak terjangkau olehnya menggunakan deteksi panas tubuh. Ying Jiangxi tidak menemukan kepala desa di tempat kristal bercahaya itu berada, akan tetapi ia hanya melihat tanda keberadaannya yang masih terlihat baru yaitu berupa jejak kaki dan bekas pengambilan kristal bercahaya. Tidak lama kemudian Ying Jiangxi mendengar suara auman kecil yang bersumber dari dalam gua yang lainnya, tanpa pikir panjang Ying Jiangxi langsung memeriksa ada apa sebenarnya di dalam gua tersebut. Ying Jiangxi pikir di hadapannya merupakan bebatuan yang berukuran sedang, akan tetapi setelah diamati lebih lama ternyata mereka semua terlihat seperti bayi dari monster api tanah.
Ekspresi kepala desa yang sebelumnya tegang berubah seketika menjadi tenang setelah mengetahui yang memanggilnya itu adalah Ying Jiangxi. Refleksi yang sangat bagus telah terlihat dari seorang pendekar yang merupakan teman dari pembelah gunung. Ying Jiangxi kagum melihat reaksi tersebut dan ingin menanyakan bagaimana bisa ia melakukannya dengan sangat cepat dan rapih, akan tetapi waktu dan tempat yang tidak mendukung keluarnya pertanyaan tersebut. Ying Jiangxi pun berkata kepada kepala desa, "Kepala desa, apakah ini semua adalah bayi-bayi monster api tanah?" Kepala desa berkata, "Ya benar, awalnya aku tidak percaya akan semua itu tapi setelah aku teliti lebih dalam lagi mereka semua sungguh serupa dengan monster api tanah." Ying Jiangxi berkata kembali, "Lalu apa yang kau lakukan di sini setelah mengambil inti sari kristal bercahaya?"
__ADS_1
Kepala desa berkata, "Aku tidak sengaja mendengar suara bayi-bayi ini sehingga aku terbawa ke tempat ini dan terjebak di sini karena ada formasi aneh di pintu masuk yang mengurung aku di sini." Ketika kepala desa berkata demikian dan Ying Jiangxi juga mendengar ucapannya, Ying Jiangxi terdiam dan berkata, "Yang benar saja ucapanmu itu!" Kepala desa berkata, "Coba saja jika kau tidak percaya." Ying Jiangxi berjalan menuju pintu masuk sekaligus pintu keluar itu seraya berkata di dalam hati, "Aku tidak merasakan ada formasi di pintu itu, apa seaneh itu hingga kepala desa terdiam dibuatnya." Sebelum menggunakan badannya Ying Jiangxi terlebih dahulu mengeceknya dengan tangan kanannya, Ying Jiangxi yakin ia dapat menembus formasi itu jika memang benar adanya. Di luar dugaannya dan benar yang kepala desa ucapkan bahwa formasi itu aneh dan juga asing. Ying Jiangxi tidak dapat menembus formasi tersebut hingga akhirnya ia pun kembali ke kepala desa berdiam.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1