
Setelah Ying Jiangxi berhasil menguasai arwah merah ia meminta izin untuk berkelana di sekitar gunung Dewa Pedang selama tiga hari, Ying Jiangxi berniat melatih ilmu arwah merah agar lebih mahir memakainya karena ia ingin mengendalikan monster iblis.
Pagi telah tiba dan matahari bersinar terang membuat langit tampak cerah. Hari pertama Shiuxu di gunung Dewa Pedang, ia keluar untuk bertemu dengan Ying Jiangxi dan baru saja ia keluar dari kamarnya langsung berpapasan dengan Ying Jiangxi. Ying Jiangxi berkata, "Shiuxu, aku akan berkelana di gunung ini selama tiga hari untuk melatih jurus baruku. Kau berlatih lah dengan baik, aku akan segera kembali." Shiuxu berkata, "Baiklah, lagi pula aku akan berlatih ilmu transformasi pedang bersama pembelah gunung. Berhati-hatilah jangan memaksakan diri dalam berlatih."
Ying Jiangxi sudah menentukan jalan yang akan ditempuh, dengan peta yang ia bawa menjadikannya akurat untuk sampai kepada tujuan. Ada beberapa tempat yang istimewa dan belum pernah ia masuki, salah satunya yaitu bukit Perisai Dewa Pedang yang konon banyak terdapat barang berharga, informasi tersebut ia dapatkan dari pembelah gunung namun ia tidak diberi tahu di mana letak barang berharga itu.
__ADS_1
Perjalanan Ying Jiangxi dilakukan dengan penuh persiapan dari mulai bekal hingga kendi yang berukuran tidak terlalu kecil, ia tidak melupakan apa yang gurunya ucapkan ketika berlatih ilmu pengendali arwah merah yaitu untuk mengumpulkan jiwa binatang buas yang berjumlah 500 jiwa, mengumpulkannya juga dapat melatih arwah merah karena arwah merah juga dapat digunakan untuk metode penyerangan secara langsung.
Di awal perjalanan, Ying Jiangxi bertemu dengan sungai kecil tetapi arusnya sangat deras. Di tepi sungai tersebut terdapat batu besar yang terukir di atasnya sebuah tulisan dan dua gambar binatang, ukiran binatang itu terlihat aneh dan asing di mata Ying Jiangxi, dan tulisannya pun hanya sebagian yang terbaca. Batu itu tertulis kalimat, "Pohon dan tanah kini telah menjadi satu. Air dan udara selamanya akan menghidupi makhluk hidup selama dunia masih menjadi tempat tinggal mereka."
Di sebrang sungai itu terlihat hewan buas level 4 berlari ketika mengetahui Ying Jiangxi sedang berdiri di sebrang sungai. Tanpa pikir panjang Ying Jiangxi langsung mengejar hewan buas itu dan hampir saja kehilangannya karena larinya cukup kencang dan banyak pohon besar yang tumbuh di sekitar. Mungkin hewan buas itu dapat merasakan kekuatan Ying Jiangxi hingga lari ketakutan.
__ADS_1
Dengan gerak cepat Ying Jiangxi melumpuhkan hewan buas itu, dan ketika hewan buas itu terbaring lemas ia memasukkan arwah merah ke dalam tubuh hewan buas tersebut kemudian meninggalkannya. Ying Jiangxi dapat mengetahui di mana hewan buas itu berada selama arwah merah masih menetap atau belum kembali ke kendi milik Ying Jiangxi. Tidak lama kemudian Ying Jiangxi merasakan ada cakra yang tidak biasa, cakra itu tidak jauh di depannya dan sepertinya berada di sekitar pepohonan.
Setelah ia telusuri, ternyata cakra itu berasal dari dalam batang pohon yang terukir di atasnya sebuah pedang dan salah satu hewan aneh persis dengan gambar di atas batu yang terdapat tulisan waktu itu. Kejadian ini serupa dengan penemuan kekuatan pedang ular miliknya yang dahulu ia temukan di dekat air terjun yang sering ia kunjungi untuk pelatihan.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1