Dewa Langit

Dewa Langit
Pembelah Gunung Bertarung Bersama Sang Kaisar Melawan Aliran Topeng Kegelapan


__ADS_3

Pembelah gunung mengatur siasat penjebakan mereka, pengawal pribadi sang kaisar berada di setiap sudut tempat persinggahan tentara aliran topeng kegelapan agar tidak ada yang bisa kabur kecuali yang dibiarkan kabur, semuanya telah berada di posisinya masing-masing, sedangkan sang kaisar dan pembelah gunung berdampingan dan menyerang tentara aliran topeng kegelapan secara keseluruhan. "Mari kita ratakan semua penjahat," ucap sang kaisar. Sang kaisar dan pembelah gunung bersiap untuk mengumpulkan cakra langit bumi, secara bersamaan mengumpulkan cakra hingga menjadikan langit gelap gulita dan mereka pun menjadi bersinar terang hingga membuat panik para tentara aliran topeng kegelapan yang sedang beristirahat.


Pembelah gunung dengan pedang andalannya dan sang kaisar dengan panahnya yang mendapat julukan pula sebagai anak panah pembelah langit, akan tetapi julukan tersebut jarang diketahui oleh orang-orang melainkan orang yang terdahulu masih hidup, darah suci mereka saat ini bangkit dan memberikan mereka berdua kekuatan besar yang tidak tertandingi. Dari ujung tempat persinggahan tentara aliran topeng kegelapan mereka berdua berjalan, para tentara aliran topeng kegelapan yang melihatnya saja sudah terbakar keberaniannya, namun dengan perintah pemimpin mereka, mereka membuat formasi pelindung dan formasi penyerangan, bagi pembelah gunung dan sang kaisar mereka sedang menghampiri kematiannya.


Para tentara aliran topeng kegelapan mulai menyerang mereka berdua dengan kekuatan mereka, puluhan ribu tentara aliran topeng kegelapan bersatu menghadapi dua orang yang sedang berjalan ke arah mereka, mereka hanya mengetahui bahwa salah satu dari mereka lah yang telah membumi hanguskan para tentara aliran topeng kegelapan di perbatasan kerajaan Rembulan Hitam namun mereka tetap waspada kepada seseorang yang di sampingnya itu. Serangan demi serangan diluncurkan oleh tentara aliran topeng kegelapan, tetapi bagi pembelah gunung dan sang kaisar serangan mereka hanyalah angin yang berhembus pelan, karena cakra langit bumi yang mengelilingi tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Apa lah daya yang tentara aliran topeng kegelapan lakukan, melihat serangan mereka tidak berkesan sama sekali mereka semakin ketakutan dan hanya bisa tetap bertahan, pemimpin mereka pun tidak memiliki pilihan, jika ia tidak berhasil menyelesaikan misi ia juga akan dihukum oleh ketua aliran topeng kegelapan, berusaha keras untuk melawan pembelah gunung dan sang kaisar. Kini waktunya pembelah gunung dan sang kaisar menyerang, pembelah gunung membelah barisan tentara aliran topeng kegelapan dengan sekali tebasan dan sang kaisar meluncurkan anak panah yang diselimuti cakra langit bumi sehingga membentuk anak panah yang besar sebesar raja naga milik Ying Jiangxi.


Anak panah pembelah langit menghantam lurus barisan tentara aliran topeng kegelapan, formasi pelindung mereka ikut hancur bersama mereka, sudah tidak ada harapan bagi tentara aliran topeng kegelapan, pembela diri tingkat ahli beladiri sejati dari aliran topeng kegelapan pun tak mampu menyerang pembelah gunung dan sang kaisar, namun mereka memaksakan diri seakan-akan mereka dapat mengalahkan pembelah gunung dan sang kaisar, hingga akhirnya pendekar itu pun mati seperti rusa yang dimangsa oleh singa. Bertarung tanpa henti sampai tersisa sedikit tentara aliran topeng kegelapan, tempat persinggahan tentara aliran topeng kegelapan yang berupa lembah itu hancur.


Benar saja beberapa dari mereka ada yang melarikan diri akan tetapi bertemu dengan pengawal pribadi sang kaisar dan akhirnya mati di tangan pengawal sang kaisar. Ada beberapa jalan yang sengaja tidak dihalangi oleh pengawal pribadi sang kaisar akan tetapi untuk membuntutinya dari belakang, mendengar kabar bahwa pengawal pribadi sang kaisar telah membuntuti sebagian dari tentara aliran topeng kegelapan, sang kaisar dan pembelah gunung dengan cepat meratakan semuanya sampai tak tersisa seorang pun. Setelah itu mereka kembali ke keadaan semula dan beristirahat sejenak di tengah-tengah mayat aliran topeng kegelapan.

__ADS_1


Pembelah gunung berkata, "Sekarang aku memiliki murid yang hebat dan akan menguasai dunia ini kelak, dan kau memiliki anak yang memiliki fisik bulan purnama. Tanah kita ini memang diberkati Dewa semesta." Sang kaisar berkata, "Muridmu itu adalah orang yang telah diramalkan oleh guru kita dahulu. Aku sampai mengancam anakku untuk membantunya membangkitkan kesadaran fisik naga emas kuno milik muridmu itu." Pembelah gunung berkata, "Aku dengar dari guru bahwa proses pembangkitan kesadaran fisik naga emas kuno itu harus berkultivasi ganda, apakah itu benar? Aku tahu kau lah yang dipercaya oleh guru untuk menjaga semua peninggalannya."


Sang kaisar berkata, "Ya benar seperti ucapan guru, aku telah membaca habis buku tentang pembangkitan kesadaran fisik naga emas kuno itu dan sepertinya aku telah berencana untuk menikahkan Ying Jiangxi dengan Shiuxu anakku, tubuh sucinya tidak mungkin aku biarkan disentuh oleh pria yang tidak bertanggung jawab." Pembelah gunung berkata, "Kau memang pandai membuat keputusan." Setelah berbincang-bincang sebentar, mereka menghampiri pengawal pribadi sang kaisar yang sedang mengikuti tentara aliran topeng kegelapan yang kabur. Tentara aliran topeng kegelapan itu kabur ke dermaga yang sepertinya tempat mereka berlabuh ke suatu tempat.


Sesampainya pembelah gunung dan sang kaisar di dekat dermaga tersebut, pengawal yang mengikuti tentara aliran topeng kegelapan tadi berkata, "Kaisar, tentara yang aku buntuti tadi telah berlabuh di atas lautan." Sang kaisar berkata, "Sepertinya mereka tidak akan pernah berlabuh ke tanah ini lagi, jika mereka kembali tentu saja mereka pasti membawa pendekar yang hebat." Pembelah gunung berkata, "Yasudah, yang penting tanah kita tidak akan diinjak oleh mereka lagi selama tanah kita ini memiliki pendekar-pendekar kuat yang mampu mengalahkan mereka. Walaupun aliran topeng kegelapan tidak semuanya kita habisi, mereka dengan kekuatannya sekarang tidak akan mungkin berani mengganggu rakyat kita lagi."

__ADS_1


Sang kaisar dan yang lainnya kembali ke kerajaan Rembulan Hitam setelah menghancurkan dermaga aliran topeng kegelapan. Ying Jiangxi selalu teringat akan kekuatan besar dari pembelah gunung, ia tidak bisa melupakan kejadian yang luar biasa itu, dan hal tersebut pasti terukir dalam sejarah kerajaan Rembulan Hitam. Ying Jiangxi pergi ke rumahnya yang berada di gunung Sakai untuk menemui kedua orang tuanya, walaupun Ying Jiangxi yang asli telah tiada tetapi dewa langit tetap menjaga perasaan dan tidak lupa berterima kasih kepada orang tua Ying Jiangxi dan gurunya yang telah membimbingnya sampai dia bisa mencapai tingkat Guru.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2