Dewa Langit

Dewa Langit
Pembelah Gunung dan Pasukan Pengendali Arwah Merah


__ADS_3

Melihat Ying Jiangxi tampak letih, sang kaisar menghentikan pertarungan. Sang kaisar berkata kepada Ying Jiangxi, "Langkah kilatmu hebat dan teknik menyerangmu bagus, kau sudah mengerti cara menggunakan pedang Dewa Naga dan menyatu dengan pedang tersebut merupakan hal yang luar biasa, apalagi belum lama aku memberikan pedang Dewa Naga itu padamu. Kemajuan yang pesat membuatku ingin menjadi gurumu, tetapi mungkin cukup orang tua itu saja yang melatihmu." Baru saja menjadi bahan pembicaraan tiba-tiba pembelah gunung datang dengan sangat cepat di hadapan sang kaisar. Pembelah gunung berkata, "Adik, apa yang kau maksud dengan orang tua itu?" Sang kaisar berkata, "Ya, tentu saja kakak seperguruan." Pembelah gunung berkata, "Aku hanya sedikit lebih tua darimu." Sang kaisar berkata, "Aku tidak tua sepertimu."


Ying Jiangxi berkata di dalam hatinya, "Kedua kakek tua ini benar-benar tidak sadar akan umur mereka." Pembelah gunung berkata, "Adik, aliran topeng kegelapan sudah mulai memakai monster iblis dalam penyerangan di perbatasan." Sang kaisar berkata, "Baiklah, mari pengawalku kita pergi ke medan perang. Saudara Ying kau ikutlah bersama gurumu untuk memerangi monster iblis." Mereka pun pergi ke medan perang untuk melihat jumlah monster iblis yang telah aliran topeng kegelapan keluarkan, sedangkan Ying Jiangxi dibawa oleh pembelah gunung ke tenda tentara perang untuk menemui pasukan lainnya. Pembelah gunung berkata kepada Ying Jiangxi, "Aku akan memperkenalkanmu kepada pasukan pengendali arwah merah."

__ADS_1


Sesampainya mereka di tenda tentara dan ternyata tenda-tenda di tempat itu sudah hancur, pembelah gunung mengira pasukan pengendali arwah merah sudah pergi meninggalkan tempat itu untuk mengambil peralatan perang yang sudah hancur. "Tidak aku sangka mereka secepat itu menerobos pertahanan yang pasukan pengendali arwah merah buat. Aku terlalu lama meninggalkan mereka," ucap pembelah gunung. Ying Jiangxi berkata, "Guru, apakah pasukan pengendali arwah merah baik-baik saja? Aku tidak melihat jejak mereka kembali." Pembelah gunung berkata, "Apakah kau lupa bahwa aku dapat mengetahui keberadaan mereka, keberadaanmu saja aku tahu."


Ying Jiangxi berkata, "Apakah kau bisa melihat apa yang aku lakukan atau hanya mengetahui keberadaanku saja?" Pembelah gunung berkata, "Aku hanya mengetahui keberadaan seseorang yang menggunakan arwah merah, kau juga mampu jika kau telah menguasai sepenuhnya arwah merah. Mari kita langsung saja ke perbatasan yang sedang terjadi peperangan." Dengan menggunakan langkah kilat mereka langsung berlari ke perbatasan, di sana terlihat sang kaisar lagi bertarung bersama para pengawalnya, monster iblis itu mengacaukan barisan tentara sang kaisar, pukulannya berkali-kali menghancurkan formasi perisai tentara.

__ADS_1


Pembelah gunung berkata, "Yasudahlah tidak ada waktu lagi untuk berdiskusi, mari kita ratakan pasukan mereka dan monster iblis." Pembelah gunung dan pasukannya langsung masuk ke medan perang, fokus utama dari pasukan pengendali arwah merah adalah monster iblis, mereka pun berpencar dalam menghadapi monster iblis sambil membawa pasukan khusus kerajaan Rembulan Hitam. Ying Jiangxi memperhatikan pembelah gunung terlebih dahulu sebelum ia mulai menghancurkan monster iblis, terlihat jelas cara pembelah gunung membunuh monster iblis yaitu tentu dengan memasukkan arwah merah, akan tetapi ia memasukkan 3 arwah merah sekaligus kemudian memecahkannya dari dalam tubuh monster iblis hingga meledak dan hancur.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2