Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 1


__ADS_3

Rose setiap hari selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan kedua sahabat nya itu.


setiap pulang kerja dia akan mampir ketempat Sahabat nya tersebut.


"rose kita buka usaha yuk? dari pada kita bengong."ajak rizka


"apaan? rumah makan lagi? tebak rose


"iya kan di sini ramai nya nasi rames."ujar Rizka


"di mana? terus siapa yang kelola kan gue harus kerja kalau pagi."ujar rose


"kan ada gue sama yang bagian masak jadi Lo tiap sore cuma tinggal hitung omzet saja."seru rizka


"oh begitu , tempat nya cari dulu lah! main buka mau buka di mana? sela Susi


"itu di taman nanti kita kesana ya kita lihat."ajak rizka


"sewa nya berapa? tanya rose


"murah kok cuma 1,7 dan deposit nya 500, tapi coba kita tawar lagi."sahut Rizka.


"hmm ya udah ayo deh." sahut rose


"Lo berdua ngga ngajak gue? protes Susi


"Lo bagian beli saja tapi ngga boleh ngutang ya."ledek Rizka


"idih masa gak boleh ngutang sih."kesal Susi.


sebelum pulang rose pun mampir ke taman untuk melihat ruko tersebut.


ternyata barang nya masih lengkap dan rose beserta Rizka menghubungi yang mau kerja masak dan Melayani pembeli.


"kita lanjut besok deh, sekalin bayar tempat dan belanja ya."ujar rose

__ADS_1


"oh iya sudah kemalaman ya? seru rizka


"iya nih, gue balik ya."pamit rose


Rose kembali pulang kerumah nya, dia pun mandi dan membersihkan diri lalu tidur.


tengah malam dia mendapat pesan dari Susi jika suami nya ngga bisa di hubungi lagi.


bahkan telpon nya pun tidak aktif lagi, rose hanya menghela napas panjang.


"sabar dan besok coba kita hubungi lagi, sudah malam sebaiknya istirahat."jawaban rose lewat pesan singkat melalui ponsel nya.


"gue ngga bisa tidur."sahut Susi


resiko jika menjadi istri kedua harus bisa sabar dan selalu berlapang dada.


rose tidak ingin menyalahkan Susi karena alur hidup manusia kita ngga pernah tau.


rose pun kembali tidur sedangkan Susi malah keluar bergadang di taman bersama Rizka.


esok nya mereka bertemu di tempat biasa mereka makan bakmi


di situ rose banyak menasehati Susi, walaupun rose lebih muda tapi dia selalu menjadi penasehat untuk teman nya.


Susi mulai lega dan kepalanya pusing karena tidak tidur semalaman.


rizka membawa Susi untuk pulang karena rose akan kembali ke kantor nya.


ternyata sampai di kompleks Susi dan rizka berpisah, rizka mau mengurus ruko yang mau di sewa.


sedangkan Susi berjalan menuju rumah nya, sebelum Samali rumah nya ternyata Susi terjatuh.


dan tidak ada yang tahu bahkan hanya di bantu orang yang lewat.


Dari situ susi mulai berubah dari suara Sampai tangan kanan nya tidak bisa di gerakan lagi.

__ADS_1


Rizka pun panik tapi Susi masih bersikap biasa saja dan coba tidak panik.


hari semakin sore dan Susi malah makin parah , malam nya Susi pun di bawa ke rumah sakit terdekat.


ternyata dia kena stroke, membuat rose dan Rizka pun sedih.


sepulang kantor rose menjenguk sahabatnya itu dan memberikan semangat karena suami nya belum bisa di hubungi juga.


tapi rizka berhasil meminta tolong kakak nya Susi untuk menghubungi suami nya Susi.


Susi menangis sedih karena hanya rose dan Rizka yang peduli dengan nya.


tidak lama suami nya pun datang menjenguk nya tapi tidak masuk hanya di luar ruangan rawat inap.


ingin rasa nya rizka marah tapi bisa apa itu masalah rumah tangga mereka dan sahabat hanya bisa mendukung saja.


terlihat susi sangat bahagia ketika suami nya datang menjenguk nya bahkan dia sudah bisa tertawa.


"gue pamit ya kak? udah malam dan besok gue jenguk lagi."pamit rose.


begitu pun Rizka dia ikutan pamit juga karena sudah ada suami Susi.


"gue bingung dia itu suami istri udah kayak tamu saja."gerutu Rizka.


"hus beda lah antara lo dan suami Lo."sahut rose.


"lagian harus nya ngapain mikir banyak-banyak kan yang susah dia juga, kalau sakit begini apa suami nya mau nemenin dia."protes Rizka.


"kita lihat saja ya? dan kita cuma bisa mendukung teman saja, oh iya anak-anaknya bagaimana? tanya rose


"nanti gue lihat dan akan gue cek."sahut Rizka


"mau makan gak? tawar rose


"boleh deh, sekalian kita bungkus makanan untuk anak nya susi."seru rizka.

__ADS_1


mereka pun makan dan tidak lupa memesan untuk di bawa pulang karena Rizka yakin jika Anak Susi pasti belum makan.


__ADS_2