
"rose Lo kenapa gak datang ketempat gue? tanya Susi lewat panggilan telpon nya.
"lagi banyak kerjaan kak dan sori nanti gue hubungi lagi." lalu rose pun mematikan panggilan telpon sepihak.
entah kenapa rose merasa kesal dengan Susi karena sudah di bantu masih saja dapat celaan.
Dikasih teguran lewat sakit harus nya lebih sadar dan mengurangi sifat iri dengki nya itu.
Di bantu salah dan waktu belum di bantu baik nya minta ampun, sok seperti wanita kesakitan.
"kenapa sayang? tanya suami nya
"gak ada apa-apa hanya kesal sama klien saja."sahut rose berbohong karena jika suami nya tahu dia berhubung dengan teman lama nya pasti akan marah.
"kamu mau apa? ada yang mau di beli? cemilan gitu? tawar suami nya
"kripik saja dan boleh kopi? tanya rose
"hmmm boleh deh kalau mau kopi, tapi hari ini saja ya? sahut fajar
"makasih ya sayang."ucap rose.
Fajar langsung memesan kopi dan juga kripik pisang kesukaan istri nya itu, bahkan beberapa cake di pesan juga.
fajar sangat tahu kesukaan istri nya itu, bahkan apa pun yang di minta pasti akan di belikan.
"sayang ini banyak banget!! seru rose
"iya biar kamu anteng dan aku tau apa yang kamu suka."ucap fajar yang paling suka mencubit pipi istri nya itu.
"rose bisa angkat telpon!! gue mau cerita nih? isi pesan Rizka
__ADS_1
"ngga bisa bu!! gue lagi sama fajar nih di kantor nya."jawaban pesan rose untuk Rizka
"si Susi kebangetan banget ya? dia punya mulut gak bisa di jaga sama sekali, bikin gue kesal saja!!
"Lo tau gak dia juga ngomongin lo Mulu, kata nya tiap bulan Lo di transfer sama dia tapi gak selesai juga urusan sekolah Anak nya, udah gue bilang gak usah Lo bantu dia lagi!! biar saja dia susah sendiri."ungkap Rizka
"biar aja Bu!! dia mau bicara apa pun."sahut rose lewat pesan singkat nya.
"iya tapi dia itu pea gak punya otak kalau ngomong, kesal banget gue sama dia!! wajar suami gue nagih sewa sama dia dan dia gak usah ngomong yang nggak-nggak dong ke orang.
sekarang mana ada orang yang mau sewain dia rumah."ujar Rizka.
"Bu besok gue usahakan kesana ya?tapi gak bisa sampai sore."rose memilih aman takut fajar curiga dia masih memegang ponsel.
karena suaminya agak sedikit berbeda jika sudah berdua untuk pegang ponsel itu tidak boleh.
"sayang besok aku ada ketemu klien di luar jadi setelah selesai aku akan kekantor kamu ya? apa boleh? ijin rose
"makasih ya dan kalau sudah selesai pasti aku akan langsung kesini."seru rose.
sebenarnya rose malas banget urusan sama mereka lagi tapi mau bagaimana mereka akan terus meneror jika rose gak muncul juga.
keesokan pagi nya, rose ijin dari kantor nya mau ke area Bekasi sekalian rose juga ada janji dengan klien nya untuk memberikan berkas.
"gue di taman nih Bu? rose menelpon Rizka.
"iya bentar gue kesitu."sahut rizka
tidak lama Rizka pun menghampiri rose, lalu mengajak rose untuk makan baso malang.
"terus si Susi bagaimana? Lo udah gak urus sekolah anaknya lagi? tanya Rizka.
__ADS_1
"ngga kayak nya, gue mau lepas saja!!sahut rose
"sekarang dia udah sehat kan? udah bisa pergi sana sini kan?jadi bisa kan dia urus anak nya sendiri."ujar rose.
"rose Lo gak bisa bantu gue? tanya Rizka
"bantu apa Bu? tanya rose.
"gue lagi butuh duit? bisa gak gue pinjamin duit? untuk nutup listrik rumah yang di sewa Susi."ungkap Rizka.
"berapa bu? jika besar maaf gak bisa? sahut rose
"gak cuma 2juta tapi kalau gak ada terserah Lo saja mau pinjamin berapa."ujar Rizka
"bentar gue transfer!! udah ya? rose menunjukan bukti setoran lewat mbanking nya
"Minggu ini di balikin ya rose."seru rizka
"iya Bu santai saja, dan gue mau balik dulu ya Bu? karena gue mau ketemu klien!! ini mau antar berkas."rose menunjukkan file ke Rizka dan akhirnya Rizka pun tidak menahan rose lagi.
"sombong amat di taman Sampai gak mampir."isi pesan Susi
"sori kak gue buru-buru, mau antar berkas."rose membalas isi pesan Susi
"mampir kek sebentar!! ada yang gue mau tanya juga."balas Susi
"lewat chat saja kak atau telpon."sahut rose.
lalu Rose mengabaikan pesan dari Susi sudah malas banget
serba salah jadi rose.
__ADS_1