Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 40


__ADS_3

Keberhasilan hari ini mereka rayakan dengan memasak menu spesial dan akan mereka bagikan juga kepada orang yang membutuhkan nya.


"mau buat berapa banyak? tanya Juli


"untuk bersedekah sih gue terserah kalian saja, dan baik nya juga."sahut intan


"iya kan selama buka cafe sampai kantor berjalan dengan baik kita belum selamatan, apa kita panggil ustad dan juga jamaah mesjid dekat sini saja? acara sederhana saja."ide Rose.


"bagus juga tuh ide nya Rose kalau begitu biar aku saja yang ke mesjid sekarang untuk mengundang para jamaah, bagaimana? tanya Rida.


"ya sudah ayo kita siapkan menu makanan nya" ajak Icha


Rose segera mengecek nya dan lebih memilih ke menu ayam bakar di tambahkan lalapan sambal serta tempe dan tahu bacem.


"waktu nya kan? menu simple gini paling 2 jam selesai, ini gue udah buat bumbu bacem jadi sekalian aja ayam nya di masukkan bumbu bacem!!


nah itu cabe bawang merah bawang putih sama terasi di goreng serta tomat, buat agak banyak lebihin takut nya pada suka sambel."terang rose.


intan membeli lalapan ke pasar di bonceng satpam, serta cabe yang takut kurang.


karyawan yang lain membantu rose memasak nasi kuning yang terlihat sangat simple, sekalian mereka belajar membuat nya.


Rida memberitahu bahwa sebaiknya membuat lebih dari 150 box dan mereka setuju membuat 200 box nasi.


Rose memberikan kabar lewat chat ke suami nya jika pulang telat karena mau ada acara selamatan dahulu di kantor nya.


Rose enggan berdebat dan memilih tidak menjawab lagi pesan suami nya.


jam 5 makanan sudah siap dan segera di masukan kedalam kotak makan.


Di dalam kotak makan juga ada buah dan kue yang intan beli di pasar.


"coba hitung ada berapa Cha? pinta rose


"pas nih 200 box dan masih sisa untuk kita dan yang lain nya makan."ujar Icha


"selesai ini kita rapihkan dengan karpet ya? setelah itu ayo kita makan bersama di dalam!! pinta Rida.


karyawan di bantu satpam merapihkan karpet lalu mereka ikut mencuci tangan dan makan bersama.


"nasi kuning nya ini enak banget Bu rose."puji salah satu karyawan


"kamu sudah bisa kan cara buat nya? jadi nanti bisa kalian coba ya? jawab rose.


Seusai Maghrib para jamaah mesjid pun berdatangan bersama dengan ustadz.

__ADS_1


Dari atas Rose bisa lihat bahwa suami nya ada di sebrang cafe bahkan dia tidak turun dari mobil nya.


"lihat siapa Rose? tanya juli penasaran


"tuh laki gue ada di sebrang sana, hmm terserah dia saja!! ujar rose sambil menggedikkan bahu nya.


"sabar ya."sahut Juli sambil membelai bahu rose.


"gue baik-baik saja kok!! ayo turun pasti sudah mau mulai."ajak rose.


Juli mengikuti langkah rose yang turun ke lantai bawah guna bergabung dengan para jamaah dan juga karyawannya.


Pengajian pun di mulai karena untuk mempersingkat waktu di karena kan akan masuk bada isya.


banyak doa yang di panjatkan, banyak harapan besar untuk lebih maju lagi.


Acara selesai mereka langsung membersihkan dan membereskan cafe lagi.


Rose memilih duduk dan merasa cape hari ini, lalu intan meminta rose untuk pulang saja.


"iya sebentar lagi ini kaki gue pegal banget."sahut rose


"iya lah cape kan Lo habis ketemu klien langsung masak belum lagi Lo buat berkas."cebik intan


mereka berdua pun tertawa kecil, dan Icha membawakan tas rose.


"ngusir nih." canda rose


"kan besok harus kerja lagi jadi sekarang pulang ya."pinta Icha


bukan spa Icha melihat suami rose ada di sebrang cafe itu yang membuat Icha meminta rose untuk pulang.


"iya ini lagi pesan ojol biar cepat sampai rumah dan tidur."tutur rose


Tidak lama ojol yang di pesan sampai, rose pun pamit dan pulang kerumah.


Rasa lelah sangat dia rasakan bahkan benar-benar lelah, sampai untuk mengganti pakaiannya saja dia sudah ngga Sanggup.


sampai akhirnya dia tertidur di sofa karena sudah sangat lelah sekali.


fajar yang melihat istri nya sudah mengganti pakaian dan Duduk di sofa tadi nya ingin marah tapi pas melihat rose tertidur pulas dia merasa iba.


Hari ini dia mengikuti semua kegiatan rose tanpa istrinya tahu.


fajar ingin membuktikan omongan orang-orang area B apa benar jika istrinya sering nongkrong di stasiun bukan bekerja.

__ADS_1


ternyata salah besar justru istrinya benar-benar bekerja dan kembali ke kantor nya.


di tunggu ternyata istrinya lebih banyak menyelesaikan pekerjaan nya dan membantu di cafe.


Rose pun tidak mau menjawab apapun dari pertanyaan fajar karena menurut Rose jika fajar mau percaya silahkan tidak pun tidak apa-apa.


Mungkin menjadi istri belum maksimal dan belum di percaya jadi rose membiarkan itu semua.


ketika istri nya menjadi diam dan tanpa bantahan membuat suami nya menjadi tanda tanya.


menjadi semakin ingin tahu karena biasanya rose akan menangis dan meminta maaf tapi tidak kali ini.


"kamu masih pagi sudah bangun? tanya fajar


"iya aku membuat sarapan nasi uduk dan semur daging, sudah siap!! jika sudah mandi aku tunggu di bawah ya? sahut rose yang berlalu meninggalkan fajar.


fajar bangkit dan lalu segera mandi karena istrinya sudah menunggu untuk sarapan.


Sarapan kali ini hening tanpa ada candaan dari keduanya, mereka larut dengan pikiran masing-masing.


"kamu masuk kerja? tanya suami nya.


"iya ada Klien yang akan datang ke kantor siang ini."jawab rose.


"sebaiknya habiskan dulu sarapan mu, biar bisa berangkat kekantor tidak telat."rose mengalihkan pembicaraan dengan suami nya.


entah kenapa dia sangat malas sekali menanggapi pertanyaan suami nya.


penjelasan apa pun bagi nya ngga akan pernah di percaya jadi biarkan saja seperti itu.


"kita berangkat bareng ya? pinta suami nya


"iya aku tunggu di bawah ya."jawab rose.


ada rasa bersalah di hati fajar ketika istri nya sekarang menjadi diam dan lebih banyak menghindari nya.


"apa aku terlalu egois dan selalu menyakiti hatinya ya."gumam fajar


Di dalam mobil pun tidak ada percakapan semua diam dan hanya sesekali fajar melirik ke arah istrinya yang sibuk dengan file di tangan nya.


Sampai di cafe Rose seperti biasa pamit dan mencium tanga suami nya seperti biasa.


lalu dia pun langsung masuk ke dalam cafe, fajar masih melihat istrinya dari dalam mobil.


sampai rose naik ke lantai atas pun masih dalam pandangan fajar.

__ADS_1


__ADS_2