Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 6


__ADS_3

Susi pun tidak sabar ingin menyampaikan apa yang dia ketahui dari Rizka.


"rose emang bener Lo buka itu rumah makan pakai uang koperasi harian? selidik Susi


"apa sih kak!! gue ngga paham."sahut rose


"kata si Rizka kalau Lo dan Abdul itu ngga punya modal buat join usaha jadi Lo pilih pinjam bank keliling yang bayar harian itu."ungkap Susi.


"aduh ngga salah denger ini gue ya? kesal rose yang baru sampai rumah Susi mendapat Kabar seperti itu.


"yang ada dia kak, karena belum pegang uang sama sekali dan gue sama dia ketemu itu orang koperasi harian nya."sahut rose


"aduh gue bingung Yang mana yang bener."ujar Susi


"lagian ya, Lo kok mau sih buka usaha bareng Rizka dia itu ngga pernah beres dan pasti setiap join bermasalah."ungkap Susi


"gue masih positif thinking aja kak, gak mau ribet sama urusan dia dan dia mau ngomong apa juga gue bodo sekarang."jawab rose


tidak lama Abdul datang menyusul rose di rumah Susi dan rose meminta Abdul menunggu di teras karena dia juga menunggu Rizka.


"Bu Rizka nya kemana Bu? tanya Abdul


"ini aja gue lagi nunggu mas, kan gue juga ngga tau pemasukan udah berapa? tiap hari gue cuma ambil saja tanpa hitung lagi."sahut rose.

__ADS_1


rose menelpon Rizka berkali-kali baru di panggilan ke 10 di angkat dan Rizka langsung datang ke rumah Susi.


"ini buku nya cek aja."Rizka menyerahkan buku tersebut dengan wajah yang tidak enak di lihat.


"Lo kenapa? marah sama gue."tebak rose


"ngga kok!! udah Lo berdua hitung saja."pinta Rizka


"nah Lo sendiri mau kemana? duduk lah biar semua jelas."ujar rose.


Rizka pun duduk dan hanya melirik sesekali sedangkan Abdul mulai mencatat dan menghitung nya.


"masih ada sisa uang kok Bu!! ngga minus juga dan malah yang bayar mingguan saja kan belum masuk."terang Abdul


rose pun bingung karena dia juga cek Pamasukan sudah di 17juta tapi kok di bilang minus.


karena masih ada sisa uang di 7 juta, di sini mulai banyak tanda tanya dan aneh nya kenapa Rizka harus marah.


kalau memang habis untuk modal semua kan bisa di bicarakan dan bisa di hitung."ucap Abdul


"kan kayak beli kipas angin, blender dan lain-lain saja itu udah habis berapa? kesal Rizka.


"maaf Bu maksud saya begini ini kan masih ada selisih lebih, ayo kita cari kemana minus nya gitu aja."ucap Abdul

__ADS_1


"iya sih gak usah pakai emosi kan baru buka juga itu usaha jadi ayo sama-sama saling terbuka."ajak rose


"ya habis kayak gue makan uang warung saja!! maaf ya mas itu sisi tolong di lihatin ya? kok saya lihat dia sekarang banyak uang nya dan dia bilang ke orang-orang, kalo pendapatan dia sehari bisa di atas 150 ribu perhari nya."Tutur Rizka


"siapa yang ngomong Bu? tanya Abdul


"nah itu si sisi ngomong nya ke siapa? sampai orang-orang bisa tahu."kesal Rizka


"ya udah Bu nanti sisi saya tegur Bu."sahut Abdul


rose hanya menghela nafas panjang saja dan malas berdebat.


"kalau gitu mas Abdul aja yang coba cari penyakit nya ini pemasukan, saya mau cek uang sore dulu."pamit rose


karena rose mulai kesal dengan tingkah Rizka yang semakin aneh.


"uang dia yang pegang tapi dia menyalahkan orang, bagaimana sih."gerutu rose.


"kalau minus terus yang ada gak gajian dong."ucap sisi


"nah ini minus nya di mana sih? malah kita sudah hitung berkali-kali benar kok Bu."sahut salah satu karyawan ikut membela diri juga.


"nanti biar mas Abdul aja yang cari minus nya karena saya sudah kesorean."sahut rose .

__ADS_1


__ADS_2