
Sebenarnya agak kesal rose di buat nya karena Rizka benar-benar ngga bisa menepatkan waktu.
dari malam sampai rose di kantor pun masih Saja di kirim pesan soal rumah makan.
padahal nanti juga ketemu dan hari ini rose memilih membawa mobil biar dia lebih mudah pulang nya.
"kan udah gue bilang kalau gue di rumah ngga usah Lo kirim soal rumah makan, kan bisa Lo berbagi sama sisi bagian kasir, atau Rizal."kesal rose pas sampai di tempat Susi.
"ya kan biar jelas saja."Rajuk Rizka
"tapi kan Lo tau laki gue itu ribet."sahut rose.
"iya iya deh!! sekarang tugas Lo ambil uang yang di kasir ya setiap sore baru Lo pulang."pinta Rizka
"ya udah kalau begitu dan untuk belanja kan ada Rizal!! dia udah tau tukang daging dan lainnya. masa iya kita yang harus turun langsung."protes rose karena Rizka mengajak rose untuk kepasar.
rizka pun pamit ke rumah makan, dan rose masih di tempat Susi.
"gue heran deh baru dua hari buka aja banyak banget ini itu nya."ujar Susi.
"tau ah kepala gue pusing."sahut rose.
"kan banyak anak buah? ngapain Lo pada turun langsung."tanya Susi.
"itu dia kak yang bikin gue stress!! mana kalau chat ngga kenal waktu."gerutu rose.
Disini rose mulai sedikit lelah karena dia harus membagi waktu nya dengan kerjaan dan juga rumah makan.
pikir rose dengan join Rizka akan menghandle semua nya tapi ternyata salah.
rizka tidak pernah paham soal dunia kerja dan dia lebih memaksa untuk rose fokus ke jualan.
sore nya rose mengecek pemasukan dari pagi sampai pergantian shift.
__ADS_1
"lumayan nih omzet nya? pertahankan ya."seru rose.
dan rose pun mencatat nya barulah dia menyerahkan uang tersebut ke Rizka.
"untuk Sabtu minggu gue ngga bisa ya kesini dan Lo pasti tahu kan? ujar rose
"iya dan nanti gue kasih laporan nya."sahut Rizka.
entah mengapa perasaan rose jika Rizka ini benar-benar ngga bisa lepas dari dia.
rose tidak lupa memberitahu para karyawan jika Sabtu Minggu dia tidak akan datang jadi laporan pun harus di pegang sisi dan sisi harus memberikan laporan tersebut ke Rizka.
sudah di anggap paham rose pun pamit pulang karena hari semakin sore.
Apa yang rose takut kan pun terjadi, ternyata benar Sabtu tetap saja Rizka telpon bahkan chat menanyakan hasil omzet hari sabtu.
membuat rose di buat geram karena yang posisi dekat dengan rumah makan kan Rizka.
"Lo kenapa chat gue? kenapa gak chat sisi tanya omzet? kano bisa jalan ke rumah makan sebentar? Kalau gue kan jauh!! terus ada group fungsi nya apa? kesal rose
"saking aja gue di rumah kalau diluar gue udah pasti akan teriak."gerutu rose.
rose pun mengirim pesan ke sisi untuk setoran ke Rizka.
"padahal udah sisi info Bu dan sudah di antar kerumah juga uang nya."balas pesan sisi
membuat rose semakin ngga paham apa yang ada di pikiran sahabat nya itu.
rose pun cerita ke Susi kejadian tersebut dan Susi pun ikut bingung.
hari semakin berlalu dan Rizka tidak pernah berubah justru yang sekarang membuat bingung kenapa selalu bilang pemasukan minus.
para karyawan pun merasa tidak enak hati sedangkan laporan pertama pemasukan besar dan begitu juga untuk shift kedua
__ADS_1
pagi nya pemasukan sama besarnya.
dan zonk nya dari mana? itu pertanyaan dari hati rose.
rose pun mengajak para karyawan bertukar pikiran saling berbagi dan memberikan saran.
sedangkan Rizka hanya diam saja bahkan tidak ada komentar apapun.
sedangkan untuk ngajak bicara para karyawan itu permintaan Rizka.
"bon yang belum bayar coba nanti kalian tagih ya? pinta rose
lalu rose pun berdiri dan meminta Rizka untuk mengambil buku besar.
"buku besar nanti saja gue fotoin ya? seru rizka.
"terserah Lo aja deh? gue mau pulang dulu dan besok gue kesini lagi."rose pun meninggalkan rumah Makan nya.
"entah kenapa seperti nya Rizka sudah mulai tidak jujur soal pemasukan dan pengeluaran."gumam rose
"maksud Lo rose? tanya Susi
"tadi si Rizal banyak protes."sahut rose.
"harus saling terbuka deh."seru Susi
"oh ya rose, minta tolong urus sekolah anak gue dong? Anak gue ngga dapat iPad dari sekolah nya."pinta Susi
"besok ya? sekarang udah sore dan gue mau pulang."pamit rose
"iya besok kalau bisa siang ya."ujar Susi
"iya besok gue bantu."sahut rose dan memilih pergi dari rumah Susi untuk pulang kerumahnya.
__ADS_1
Rizka pun kerumah susi untuk bercerita Soal keadaan rumah makan.
menurutnya jika ada salah satu karyawan yang ngga jujur Soal pemasukan.