
"sus Lo ngga tau sih itu warung modal paling gede ya gue!! mana ada si rose keluarin uang dan yang ada malah mau pinjam koperasi harian."Tutur Rizka
"yah gimana mau buka usaha kok duit nya pinjam? tanya Susi
"emang dia punya modal? ngga ada modal termasuk si Abdul malahan dia belum kasih duit."sahut Rizka sambil menyantap mie instan di rumah Susi
"nah terus si rose tiap hari Lo suruh datang buat apa kalau ngga kasih modal? selidik Susi
"ya kan dia harus cek keuangan setiap sore dan belanja, trus dia harus bayar koperasi lah."ucap Rizka
Susi pun percaya dengan ucapan Rizka, mereka pun mulai mengatakan jika rose memiliki banyak hutang.
Rose masih belum tahu jika teman nya yang di anggap saudara dan seperti kakak sendiri ternyata tidak setulus diri nya.
seperti biasa sebelum datang ke rumah makan pasti rose akan menghubungi Susi bertanya ingin makan apa?
"kak mau di bawain apa? biar gue beliin sambil arah rumah makan."tanya rose lewat telpon nya.
"apa aja deh yang penting cemilan aja."sahut Susi
"itu nenek juga mau makan apa? tanya rose
"dia mau bakso kata nya rose."seru Susi
"sekalian es campur ya."timpal Rizka sambil teriak
"lah banyak ya!! ucap rose
tidak lama rose pun mematikan panggilan telpon nya dan langsung mencari pesanan teman-teman nya itu.
__ADS_1
setiap datang pasti rose tidak tangan kosong ada saja makanan yang akan dia bawa.
Sampai di rumah makan, rose menyapa para karyawan dan memberikan es campur untuk mereka.
"makasih ya Bu."ucap para karyawan nya
Rose pun langsung bergegas kerumah Susi ingin istirahat sebentar sebelum dia mengecek pemasukan rumah makan.
"ini wulan buat kamu dan yang ini tolong simpan di mangkok ya."rose menyerahkan 4 bungkus bakso dan juga es campur tidak lupa rose memberikan untuk anaknya Susi juga.
"gimana keadaan Lo? udah bisa kan di gerakan tangan nya? tanya rose ke Susi
"kalau tangan sih belum bisa banget di angkat hanya kaki saja udah mulai bisa jalan sedikit-sedikit."terang Susi
"iya Lo harus belajar jalan tiap pagi, biar otot atau urat saraf gak tegang."ujar rose.
"Wulan lama nih."teriak Rizka
soal makan gratis memang Rizka orang nya, dia jarang sekali mau mengeluarkan uang untuk mentraktir kita.
bisa di hitung dengan jari bahkan untuk dirinya saja lebih baik makan di rumah orang.
"ayo makan, aduh enak banget ini ya."seru rizka
"enak lah tinggal makan gak bayar."sindir Susi
"hahaha bisa aja Lo!! orang sakit."jawab Rizka
rose hanya diam saja dan memakan bakso nya sedangkan Rizka sangat lahap padahal baru selesai makan mie instan.
__ADS_1
Sore nya rose langsung mengecek pemasukan dan menyerahkan ke Rizka.
"ini pemasukan hari ini dan gak ada pembelanjaan apa pun."ujar rose.
"oh iya dan gue kenapa curiga sama Abdul ya? ucap Rizka
"Lo curiga apa? rose memicingkan mata nya
"itu kayak nya dia gak jujur deh, dia sama sisi kayak ada main soal pemasukan."ujar Rizka
"jangan suka nuduh dulu kalau belum ada bukti dan besok coba panggil Abdul biar ngobrol bareng."pinta rose
"ya udah deh tapi Lo aja yang tanya ya? pinta Rizka
"oke, oh dia tanya buku besar tadi!! apa dia bisa cek dan ikutan hitung karena gue juga ngga tau juga udah berapa pemasukan sekarang."terang rose
"udah tenang aja gak usah takut dan kalau tutup buku juga pasti akan gue kasih tau.karena lagi banyak minus nya."ucap Rizka.
"kalau belanja Lo abis berapa? kok minus sih? kan rumah makan sampai pagi."tanya rose
"karena sisi sama Abdul ada aja pengeluaran tidak terduga nya jadi ya gitu minus."ungkap Rizka
membuat rose tidak percaya dan besok akan di cek lewat buku besar dan note yang tiap sore rose berikan ke Rizka
"kalau begitu gue balik deh, sampai besok lagi."pamit rose lalu dia pun memesan ojeg online ke arah stasiun.
"kok bisa pemasukan lebih dari satu juta itu minus ya."gumam rose dalam hati nya.
karena menurut Abdul, ini tempat makan sangat ramai dan juga pemasukan tidak pernah di bawah 500 ribu.
__ADS_1
membuat hati rose bertanya-tanya dan dia merasa buka usaha join sama teman itu lebih cape di banding buka usaha sendiri.
sampai di rumah rose langsung masak untuk suami nya dan baru dia membersihkan diri nya sambil menunggu suami nya sampai di rumah.