
Ternyata benar ucapan Intan semua akan menjadi Boomerang bagi Rose.
setiap menit selalu ada pesan dari Rizka untuk pembayaran harian, sedangkan Rizka saja masih mempunyai hutang dengan Rose sangat lumayan besar.
Tapi Rose sangat sabar dan jarang untuk menagih nya, sampai akhirnya Rose merasa kesal.
"kan cukup satu kali saja Bu jika chat, gue juga paham harus bayar sedangkan Lo aja ikutan pinjam gak mau bayar bunga nya gue gak rewel kan? gue gak tagih kan? ini sama aja gue ikutan bayarin hutang Lo juga kan?karena Lo pinjam juga tapi ngga mau cicil."jawaban rose melalui pesan singkat nya ke Rizka
karena rose sudah sangat kesal bahkan sudah muak dengan kelakuan sahabatnya itu.
"iya kan gue hanya ingetin Lo takut Lo lupa dan pasti akan nagih nya ke gue."sahut RIzka
"kan bisa Lo bayar dulu dari duit yang Lo pinjam juga kan? gue sih pasti tiap hari ke bayar kok!! dan gak pernah ya yang nama nya hutang gue akan lari dan gak mau bayar."jawab rose
Lalu setelah membalas isi pesan dari Rizka, Rose pun melanjutkan mengecek pekerjaan nya.
Baik file Intan, Icha dan Juli, sebisa mungkin Rose coba pelajari semua agar bisa membantu mereka.
Biarlah mereka mengurus cafe dan Rose yang mengerjakan pekerjaan yang lama.
"sudah malam sayang, besok lagi ya? kan masih ada waktu."seru fajar
"iya sayang dan sudah selesai kok!! jadi besok bisa santai dan hari Senin tinggal aku ketemu dengan klien-klien mereka."jawab rose sambil merapihkan file-file nya.
Rose menyimpan file tersebut di lemari khusus tas dan juga semua kebutuhan untuk pekerjaan nya.
"apa kamu sudah mengantuk? tanya rose ke suami nya
"belum sih tapi kan kita jarang berduaan begini, saling memeluk dan bercerita!! dulu kan kita setiap tidur selalu seperti ini."jawab fajar
Dan Rose merasakan itu karena setiap pulang pasti dia akan kelelahan, dan langsung tertidur itu sudah lama sekali pas Rose lebih sering main ke area B.
Waktu nya terbuang sia-sia di sana dia banyak membantu tapi tetap saja gak ada rasa terimakasihnya.
Ingin rasa nya dia bercerita tapi Yang ada akan ribut besar karena suami nya tidak pernah mengijinkan rose untuk kembali bermain dengan mereka.
__ADS_1
Berkali-kali fajar mengingatkan jika masih berteman dengan mereka yang ada hidup akan hancur berantakan.
Apa yang di katakan suami nya benar, mereka hanya memanfaatkan kebaikan kita dan uang kita saja tapi ketika kita jatuh mereka akan menghina bahkan lebih parah dari itu.
Bahkan mereka akan lupa jika yang mereka hina itu, mereka masih mempunyai hutang dengan Rose.
Hari Senin Rose sedikit sibuk karena harus menghandle semua klien teman nya.
Tapi Rose tidak mengeluh karena dia tahu teman nya juga sibuk di cafe.
"Lo yakin gak mau di bantu? tanya intan
"ngga usah dan udah selesai nih? tunjuk rose yang sedang mempersiapkan formulir dan juga beberapa produk knowledge.
"lagian ketemuan di sini jadi kalau butuh apa-apa kan tinggal panggil kalian."ujar rose.
"iya juga ya? dan ya sudah kita ke bawah dulu untuk buka cafe."ajak intan kepada Icha dan juga Juli
"gue prepare ini dulu ya? kalau sudah rapih dan selesai dengan klien pasti gue akan bantu di cafe."terang Rose
"sukses ya kak!! semoga closing, semangat."seru Icha
"aamiin aamiin."ucap rose.
Intan, Icha dan Juli pun turun ke bawah untuk membuka cafe, ada 2 karyawan yang membantu mereka juga.
Sementara Rizka tidak berhenti terus menelpon Rose di minat datang ke area B.
Rose tidak mau pusing dan mengabaikan nya karena dia sudah transfer untuk cicilan hari Senin.
"maaf gue sibuk hari ini ngga bisa di ganggu."isi pesan singkat rose untuk Rizka.
tidak lupa Rose juga mengirimkan pesan untuk Susi.
"maaf gue ngga bisa di ganggu hari ini karena banyak kerjaan kalau ngga penting-penting banget sebaiknya ngga usah telpon atau chat gue."isi pesan rose untuk Susi yang sudah ada panggilan 5 kali ke ponsel rose.
__ADS_1
"gila banget mau nya apa sih mereka!! udah gue transfer pagi-pagi biar ngga ganggu masih aja telpon sama chat.
yang satu ngga jelas banget telpon seperti orang sibuk saja!! padahal ngga ada yang penting yang mau di bicarakan juga."gerutu rose.
Rasa kesal nya pun hilang ketika klien juli sudah datang, klien tersebut di antar Juli ke atas ruangan khusus mereka bekerja.
Tidak lupa rose juga memberitahu atasan nya untuk datang ke cafe.
karena rose tidak mau ada kesalahpahaman dan juga ingin bekerja dengan baik.
"Yaa Allah kalian sangat hebat masih bisa bekerja dan juga jujur kalau yang lain pasti akan berlalu begitu saja dan apa lagi soal uang ya? seru atasan Rose.
"kita mau bekerja dengan baik Bu dan berkah."timpal intan
"kami begini juga karena tuntutan ekonomi dan kita semua ini tulang punggung keluarga Bu."sela Icha
"maaf ya karena untuk sementara di rumahkan ya itu karena saya sudah kehabisan modal."dengan wajah sedih nya akhirnya atasan nya pun bercerita.
Mereka jadi paham dan dengan begini ada pemasukan juga untuk atasan nya.
sampai atasan nya pun mau ikut membantu di cafe untuk dia dan anak nya makan sehari-hari.
bahkan jam kerja nya pun dia mau sampai Minggu dan bisa membantu rose juga untuk menghandle Klien.
"jadi kita bagi tugas saja ya? ibu dengan rose Jika pagi menghandle Klien tapi jika sudah selesai baru bisa membantu kita di cafe, jadi bisa fokus di satu kerjaan? bagaimana? tawar Juli.
"boleh juga seperti itu, jadi kita bisa dapat pemasukan di 2 tempat sekaligus."timpal Icha.
"Ya ampun saya ngga sangka bisa seperti ini tadi nya saya dan anak-anak saya sudah sangat putus asa,dan mau menjual rumah untuk biaya hidup kami.tapi kalian sudah memudahkan jalan saya hari ini!! terimakasih ya."atasan yang bernama Rida itu pun memeluk rose, intan, Icha dan Juli secara bergantian.
mereka pun menangis bersama ternyata nasib mereka sama saja, harus berjuang demi keluarga.
bahagia itu yang saat ini Rose dan teman-teman rasakan, pemasukan yang tidak banyak tapi cukup untuk sehari-hari pun sudah mulai meningkat sekarang.
bahkan ada pemasukan dari Kantor yang mereka lanjutkan di lantai 2.
__ADS_1