Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 32


__ADS_3

Dan hari selanjutnya Rose hanya bekerja online dan dia kadang di rumah intan atau nongkrong di cafe bersama intan dan Icha serta Juli.


Dia belum bisa bicara dengan suami nya karena Jika dia bicara yang ada akan stay di rumah.


"kadang cape juga ya kek gini? Tapi mau bagaimana lagi cara mendapatkan uang karna kita udah gak ada gaji jadi ya harapan di fee doang."ujar intan


"iya aku tuh kadang Bingung untuk nanti bayar cicilan rumah dan biaya sekolah adik-adik."Gumam juli.


"kita di sini semua sama dan punya masalah soal keuangan karena kita adalah tulang punggung keluarga jadi jangan mengeluh di depan keluarga kita yang ada mereka akan sedih "seru Rose.


"habis ini kalian mau kemana? tanya Icha


"kerumah gue aja yuk? nanti kita masak bareng."ajak intan


"yuk kalau langsung pulang yang ada mama aku curiga."ujar Icha


"gue ada tempat sih dan bisa patungan bayar wifi aja, apa kalian mau lihat-lihat dulu? ajak Juli


"maksud nya? tanya Rose


"dari pada kita nongkrong di cafe mending ke ruko gue aja!! kan itu toko bangkrut dari pada kosong begitu aja mending kita manfaatkan, ada pantry juga kok!! jadi hemat untuk makan dan bisa istirahat, klien juga bisa kita undang ke ruko aja."ide Juli


"nanti apa kata mama Lo? pasti akan tahu kalo Lo wfh."tanya rose.


"oh itu punya gue waktu dulu dan mama gue gak tahu waktu beli ruko nya, karena waktu itu gue masih pacaran sama Riko nah itu hadiah dari dia sebelum dia pergi ke luar negeri untuk menikah dengan wanita pilihan keluarga nya."ungkap Juli.


"yaa ampun Juli maaf, kita ngga tahu kejadian nya karena Lo kan selalu menutup diri."seru Rose yang langsung memeluk Juli.


"apa kita manfaatkan saja sambil buka cafe atau jual baju gitu? ide intan


"kalau sekedar tempat konkow gue rasa sih oke aja!! kalau untuk baju kek nya kurang deh."sahut Juli


"ya sudah cuz yuk?? jadi senang gue ada kerjaan baru nih."ajak Icha


"modal nya dari mana? tanya rose

__ADS_1


"kita lihat dulu aja kali Bu? seru juli.


"hmmm ya udah yuk."rose dan lain nya pun berangkat untuk melihat ruko yang di maksud juli.


selama perjalanan ke arah ruko barulah juli bercerita tentang kehidupan dia dengan mantan pacar nya dulu.


ternyata sangat pahit, anak kecil yang di maksud Adik bungsu nya itu ternyata anak kandung juli.


maka nya ibu nya langsung jatuh sakit, banyak harta yang di tinggalkan tapi kehidupan tetap berjalan.


semua habis untuk kebutuhan Ikram Anak Juli, apa lagi biaya sekolah ikram dan adik Juli ngga murah.


"sabar saja karena kita ngga pernah tahu jika Tuhan kasih kita jalan seperti apa."ujar rose.


sampailah mereka di sebuah ruko yang cukup mewah bahkan intan dan Icha sampai berdecak kagum.


"yuk masuk kalian bisa cek apa saja yang harus di lakukan."ajak Juli.


"ini sih tinggal belanja bahan-bahannya aja, soal dekorasi keren banget ini tinggal kita cat aja."ujar intan


"iya untuk bangku dan alat-alat nya aja lengkap dan tinggal kita belajar aja cara bikin berbagai macam minuman kopi atau smoothies."sahut rose


"hmm boleh dan cemilan juga harus ada."sahut Rose


"aku ngerti kok soal kopi dan cara pakai mesin kopi."ujar Icha


Icha mengecek biji kopi yang masih layak di konsumsi bahkan di kasih catatan kecil oleh Icha.


ketiga temannya pun memperhatikan Icha membuat nya, sedangkan rose membersihkan gelas yang akan di pakai untuk mencicipi kopi buatan Icha.


"ada yang bisa beli Susu full cream gak? sama SKM karena kalau mau latte atau capuccino harus ada campuran susu, kalau smoothies buah nya kita masukkan freezer aja jadi tinggal blender tanpa es batu."terang Icha


Dengan cepat intan mencari mini market terdekat dan banyak yang menanyakan kapan di buka lagi.


membuat intan semakin semangat 45 untuk mereka berempat membuka cafe.

__ADS_1


"hai guys ini cafe banyak yang tahu ya? mereka tanya kapan kita buka loh!! seru intan


"iya dulu ramai banget bahkan sampai antri karena gue bermasalah dengan mantan gue jadi lah gue tutup."ungkap Juli.


"sekarang kita mau bagaimana nih?tanya Rose.


"butuh modal minimal banget yah 5 atau 10 juta untuk beli bahan-bahannya, belum lagi kita harus cat juga kan Biar terlihat rapih."ujar rose.


"apa ada jalan? atau kita patungan masing-masing berapa? lalu kita bagi hasil dan untuk sementara kita yang terjun langsung gak perlu karyawan."ujar intan


"iya memang kita harus patungan!! ya udah besok kita bicara lagi karena apa aja yang harus di beli."ucap Icha


"Lo catat aja Cha? untuk makanan biar Rose yang catat, nah untuk tukang cat urusan juli dan gue harus cari modal dari sekarang."terang intan.


Rose mulai berpikir harus pinjam modal kemana dan sepertinya kali ini dia harus jujur jika pekerjaan nya akan pindah di lantai 2 tempat cafe nya intan.


Dengan begitu mungkin suami nya tidak akan melarangnya.


"gue coba cari pinjaman besok ya? entah dapat berapa nya nanti gue kasih kabar kalian."ujar rose.


"gue hanya punya 3juta nih tadi hasil jual iPhone gue."Icha menyerahkan uang cash ke intan.


"gue besok mau jual laptop sama ponsel juga deh, mungkin sama sekitar 3jutaan."sahut intan


"gue transfer aja ya Tan! dan hanya ada 2,7 juta karena ada untuk beli obat mama gue."gumam Juli.


"udah gak apa-apa nanti kita tetap saling bagi rata karena ini kan tempat Lo, kita sambil bekerja wfh sambil cari sambilan juga kan!! iya ngga Tan, Cha? ujar rose


"iya sih Jul?? coba kalau kita sewa kena berapa? ini kan tempat Lo dan barangnya juga udah ready, ini nama nya jalan rejeki kita berempat yang tadi nya putus asa mau cari uang tambahan di mana ternyata ada kan jalan nya."ungkap intan


Mereka pun saling memeluk dan menangis bersama, ternyata Tuhan masih baik dengan mereka di buka jalan rejeki.


"besok kita kumpul pagi ya? Icha Sama gue belanja dan Lo Juli coba pesan cat ya!! gue akan minta tolong orang untuk cat cafe."ujar intan.


"gue bisa kok ngcat!! jadi biar gue aja."ujar juli.

__ADS_1


mereka akhirnya tersenyum dengan air mata yang menetes di pipi mereka, air mata bahagia.


Rose merasa ini nama nya teman yang benar-benar teman tulus.


__ADS_2