
Rose sangat sedih bayangan wajah-wajah anak nya membuat air mata nya mengalir begitu saja.
di kepalanya sudah terbayang bagaimana jika anak nya telat bayar SPP serta kebutuhan hidup sehari-hari nya.
karena tanpa sepengetahuan fajar kalau selama ini kebutuhannya di tanggung oleh rose.
"sabar deh rose, gue juga bingung untuk biaya obat nyokap gue nanti!! karena situasi nya memang semua sudah tidak kondusif lagi."ujar teman kantor nya rose
"entahlah gue harus bagaimana juga gue bingung, apa lagi gue gak ada tabungan udah habis dan? hah."rose sudah tidak bisa bicara apa pun lagi saking bingungnya.
"apa lagi gue? kan gue aja punya hutang sama Lo dan nyokap gue juga sering di bantu Lo!! kalau gue ada pasti akan gue ganti secepatnya, tunggu rumah gue laku ya rose!! pasti akan gue ganti."ujar intan yang semakin tidak enak melihat wajah rose yang bersedih.
"apa Lo mau jual rumah? tanya rose
"iya terus mau bagaimana? ujar intan
"iya juga sih, hmmm mau bagaimana lagi."gumam rose
"ikut gue yuk!! jengukin nyokap gue? dia kangen sama Lo."ajak intan
"iya udah lama ya gak jengukin nyokap Lo? sahut rose
"udah selesai kan?udah gak ada meeting lagi? besok udah free kan? tanya Icha yang tiba-tiba masuk keruangan
__ADS_1
"nah Lo bagaimana tadi ngga nanya sama si bos? sahut intan
"hehehe kaga lupa gue saking shock nya."ujar Icha
"apa lagi gue? langsung kek di tampar banget muka gue."ucap rose
"terus kalian mau pada kerja di mana abis ini? atau ikut wfh sampai batas waktu yang tidak di tentukan."tanya Icha
"wfh dulu aja!! sambil nunggu kerjaan freelance."timpal intan
"berarti barang-barang yang di meja Lo!! Lo bawa semua? tanya Icha
"ya iyalah Cha? terus gue kerja pakai apa Malih? kesal intan
Rose hanya termenung di meja kerja nya lalu intan memberikan rose semangat.
pelan-pelan dia membereskan barang-barang di meja nya.
dia akan menitipkan ke intan dahulu dan hanya laptop yang dia bawa pulang.
"Tan gak apa-apa gue titip barang gue sementara waktu aja."ujar rose
"gak apa-apa sih? kan Lo bisa kerja di rumah gue juga kalau Lo bosen di rumah."ide intan dan membuat rose tersenyum
__ADS_1
dengan cepat mereka membereskan barang-barang.
lalu berkumpul lagi di ruang meeting untuk mendengarkan apa-apa saja yang akan mereka kerjakan jika wfh.
sesekali rose menarik napas dalam-dalam berusaha kuat.
dalam hati kenapa pas gak ada uang sama sekali dia begini coba dia ada tabungan pasti gak sepusing ini.
"udah jangan banyak pikiran yang ada Lo sakit? pasti semua ada jalan kok."intan memberikan semangat untuk rose.
"iya makasih ya."ucap rose lalu kembali mendengarkan apa yang bos nya kata kan.
setelah itu rose ikut dengan intan kerumahnya dan memang sudah lama tidak menjenguk ibu nya intan.
"Lo besok mau kemana? tanya intan
"gue selesaikan kerjaan gue aja karena pasti klien komplain nya ke kita kan? sahut rose.
"kesini aja biar sama-sama kerjain nya dan kalau keluar ketemu klien kan bisa gue temani."pinta intan
rose hanya menghela nafas panjang dan tersenyum menatap wajah intan.
rasa pusing dan stres saat ini yang rose rasakan, karena benar-benar bingung harus cari uang kemana untuk biaya anak-anaknya.
__ADS_1