
Rose mulai memutar otak untuk mencari modal besok, dia mencoba mengumpulkan sisa-sisa uang nya.
"aduh masa cuma 1juta mana cukup,paling ngga di 3 juta!! gimana cara nya cari tambahan di 2 juta lagi."gumam rose dalam hati.
sampai akhirnya dia mengirimkan pesan ke intan hanya ada ready 1juta dahulu sisa nya sedang di usahakan lagi.
"ya ampun rose, ya udah sebisa Lo saja sih!! jawab rose lewat pesan singkat nya.
"bingung dan gak enak juga pasti akan di usahakan ya, atau mungkin gue besok gadai laptop yang ada di rumah Lo ya? jawab pesan singkat rose.
"ya udah besok gue bawa deh ke pegadaian jadi Lo tinggal terima uang nya aja."seru intan
"terima kasih sayang nya akuh."isi pesan balasan rose untuk intan.
intan hanya membalas dengan emoticon tertawa saja dan pelukan.
Rose akan bercerita dengan fajar soal pekerjaan nya nanti pas mau tidur.
saat ini dia masih harus berpikir untuk membayar sekolah anak nya.
ingin rasa nya dia meminta bantuan Rizka tapi rose masih harus berpikir ulang.
"rose di mana? kok gak main? isi pesan Rizka.
"gue dapat tawaran pinjaman nih? mau pakai gak atau kita pakai berdua!! jawab ya rose?
"iya Bu berapa memang? lagi butuh juga dan sistem bayar seperti apa? bisa di transfer apa harus bayar cash."tanya rose lewat pesan singkat
"owh harian atau mingguan say? dan pinjaman 5 juta sehari 300 ribu. kalau mau besok malam dia mau kasih ke gue dan ketemuan di tempat mini market ujung komplek."terang Rizka.
"tapi kalau malam kan tahu Bu gak bisa harus Sudah di rumah."jawban rose
"gak apa-apa akan gue yang temuin dan pakai nama gue aja."tutur Rizka
"kita bagi 2 apa bagaimana Bu? tanya lagi rose takut salah persepsi
"gue nebeng 1 juta aja dan gak ikut bayar harian jadi kalau ada uang langsung gue kasih Lo 1 juta."terang Rizka.
__ADS_1
"ow jadi gue yang bayar harian nya? tanya rose.
"iya 300 bisa gak? Rizka semakin penasaran karena jawaban rose seperti tidak mau.
Rose masih berpikir karena lumayan jika harus bayar 300 perhari sedang kan pemasukan sedang tidak ada.
untuk buka cafe saja dengan temannya saja modal nekat karena butuh pemasukan untuk kebutuhan anak-anaknya nanti.
jika ngga di kirim kasihan anaknya akan menderita tidak akan ada perhatian dari mantan mertua nya.
"besok di kabarin Bu karena harus di pikirkan dahulu takut nya gak ke bayar."jawab rose
"Jangan siang ya jawabnya karena takut nya di tolak."sahut Rizka
"iya Bu, besok pagi ya? sahut rose
Rose harus berpikir lagi ada rasa takut tapi dia butuh dan dia takut juga nanti jadi bahan omongan.
malamnya dia bercerita dengan suami nya tentang suasana kantor.
suami nya tidak keberatan jika harus meneruskan pekerjaan di tempat Juli, malah lebih dekat dengan kantor fajar dan bisa antar jemput juga.
"untuk apa? kamu sudah jujur saja aku sangat senang sayang."sahut fajar
Rose hanya menatap wajah suami nya lalu dia tersenyum
fajar memeluk istrinya dan mencium nya.
"lebih baik jujur dan apa pun itu pasti akan ada jalan keluarnya."ujar suami nya sambil membelai rambut rose.
"maaf jika selama ini aku banyak menutupi masalah ku!! karena aku takut kamu gak akan mau terima itu."ujar rose
"kan belum tahu masalah apa dan jika tidak ada cerita yang ada aku akan selalu berpikir buruk tentang mu."jawab fajar.
Malam pun sudah larut, fajar meminta istri nya untuk segera tidur.
Rose tidur dalam pikiran yang entah kemana dan berharap besok pagi ada jalan keluarnya.
__ADS_1
Pagi pun menyapa nya dengan cerah tapi tidak secerah hati nya yang sedang kusut.
Ada panggilan dan juga pesan dari Rizka, awalnya rose tidak ingin merespon karena intan sudah meminta rose untuk menjauh dengan teman nya itu.
tapi panggilan tersebut terus saja gak berhenti dan akhirnya rose mengambil keputusan untuk mengambil pinjaman tersebut.
"ya udah tapi gue pinjam ya cuma gak ikut bayar cicilan nya jadi pas ada uang langsung gue balikin."ujar Rizka
"iya atur saja deh Bu."sahut rose lewat ponsel nya
lalu dia mematikan telpon tersebut dan memilih membuat sarapan untuk suami nya.
karena jika dia yang masak pasti suami nya akan senang dan juga lahap.
"kita nanti berangkat bareng ya Sayang,"tiba-tiba fajar sudah memeluk rose dari belakang.
"iya sayang dan sarapan dulu ya, sini duduk."pinta rose
fajar dengan patuh duduk dan rose menyiapkan sarapan untuk suami nya sambil menemani fajar makan.
Rose membuat teh manis panas dan juga roti untuk dia sarapan.
"pulang nya tunggu aku ya? aku akan antar jemput kamu jadi kita akan selalu sama-sama."pinta fajar
"iya sayang, kamu atur saja baik nya seperti apa."sahut rose.
dan merasa untuk saat ini dia tidak akan bisa pergi kemana-mana, jika pulang dan pergi bersama fajar.
setelah bersiap untuk ke cafe tidak lupa rose mengirimkan pesan lewat group jika dia sudah di jalan.
sampai di sana, fajar hanya melihat dari dalam mobil saja karena jika mampir akan terlambat kekantor.
"lain kali aja ya? atau nanti sore."ucap fajar
"iya sayang dan hati-hati."rose mencium pipi suami nya.
setelah suami nya pergi dia langsung masuk ke dalam dan mengambil catatan apa saja yang akan dia lakukan hari ini.
__ADS_1
sebelum nya mereka berempat mengerjakan pekerjaan kantor dahulu di lantai 2.
ruang yang sudah di sulap menjadi kantor bahkan sangat keren dan nyaman.