Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 7


__ADS_3

Semakin hari Rizka semakin menjadi-jadi membicarakan kejelekan rose dan rose masih enggan menanggapi nya.


dia memilih diam dan tidak berkata apa pun, karena rose masih menghargai dia yang lebih tua dari dirinya.


"kenapa dia ngga bicara langsung sama gue kak? dan gue jadi bingung!! apa gue mundur saja ya."seru rose


karena lama-lama mendengar tentang dirinya yang selalu jadi bahan omongan membuat dia kesal juga.


"Mana gue tahu dan cerita nya begitu!! dia cape sendiri sedangkan Lo datang nya kan udah hampir sore."ujar Susi


"kan tahu kalau gue kerja dan jam kerja gue aja gak bisa di prediksi."terang rose


"gak paham ah, dia cerita nya begitu dan coba deh tanya Abdul karena dia juga ngeluh ke Wulan."sahut Susi


"hai hai lagi ngomongin gue ya? tiba-tiba Rizka sudah muncul di depan pintu rumah Susi


"sok ke cakepan Lo? sahut Susi


"tumben Lo diam saja? kenapa? cerita dong? tanya Rizka ke rose


"ngga apa-apa lagi nunggu mau di kerokin sama Wulan karena badan gue gak enak."sahut rose


"Lo sih di kerokin Mulu kan lama-lama habis badan Lo."ujar Rizka.


"tumben Lo rose gak bawa makanan? tanya Rizka


"gue cuma beliin buat anak nya Susi dan itu ada minuman tinggal pakai es batu saja."tunjuk rose.


"Wulan mau dong es."pinta Rizka


rose jadi malas membelikan makanan untuk Rizka karena mendengar mulut nya gak bisa di jaga.


yang membuat rose kesal kenapa dia harus takut masalah pemasukan.


tanpa di sadari ternyata Abdul diam-diam mencatat pemasukan dan juga pengeluaran.


"rose nanti temenin ketemu si Adi ya? ajak rizka


"siapa tuh Adi? sela Susi


"itu bank keliling."sahut rose.


"mau ngapain Lo berdua? mau pinjam? tanya Susi


"ngga tahu."sahut rose asal sambil merebahkan badan nya di tikar lantai


"iya kan ya rose, ya kan rose."Rizka memberikan kode


tapi rose pura-pura tidur

__ADS_1


"udah deh jangan suka ngutang sama yang begituan, kan bunga nya besar."pinta Susi


"cuma mau ketemu doang dia dan bukan gue yang pinjam tapi si Gita."terang Rizka


"aduh Gita siapa lagi? baru dengar gue."sahut Susi


"ada nanti juga Lo kenal."ucap Rizka


rose semakin kesal saja dan makin gak paham dengan tingkah nya.


"gue udah bilang ke sisi untuk kasih laporan dan setoran ke sini ya? karena badan gue gak enak banget."ucap rose


"kenapa gak lo aja yang ambil? sahut Rizka


"kan tadi gue bilang badan gue gak enak banget ini udah meriang."tutur rose


"tuh sisi Dateng."tunjuk Susi


"masuk sini? pinta rose


"ini Bu pemasukan hari ini dan ini buka catatan nya dan juga nota nya hari ini."sisi memberikan ke rose data nya.


sedangkan Rizka hanya melihat dengan wajah yang sulit di artikan.


"jumlah uang nya udah benar ya? 1,6 dan tidak ada pengeluaran hanya belanja tadi pagi saja ya? ucap rose sambil mengecek smua pembukaan.


"iya kan selama ini hanya belanja pagi saja Bu."sahut sisi


sisi pun permisi untuk kembali ke rumah makan karena belum waktunya pulang.


"nih hasil setoran nya,"rose memberikan ke Rizka.


Rizka mengambil dan menghitung ulang uang tersebut, dengan cepat rose merapihkan baju nya dan memakai jaket tebal.


"mau balik sekarang? tanya Susi


"iya kak!! badan gue makinan meriang nih."jawab rose


"istirahat deh dan minum obat."ujar Susi


"ya udah Bu? gue balik ya? ijin rose ke Rizka.


"iya."jawaban rizka singkat.


rose Langsung memesan taksi online karena tubuh nya semakin menggigil


sedangkan Rizka di tempat Susi malah semakin jadi membicarakan rose.


"alesan saja tuh!! biar gak cek rumah makan."kesal Rizka

__ADS_1


"kan ada Lo? dia kan sakit."sahut Susi


"sakit di buat-buat."sahut Rizka


"badan nya panas tadi saya yang kerok."sela Wulan


Rizka pun diam dan mulai berceloteh apa pun yang gak jelas.


bahkan dia merasa di rugikan dengan membuka rumah makan.


secara tidak langsung sebenarnya dia ingin menguasai rumah makan tersebut hanya saja cara dia mau menyingkirkan rose dan Abdul salah.


harus nya lebih baik jujur jika ingin pegang sendiri tanpa harus memfitnah atau menjelekan teman sendiri yang udah sering membantu dia.


"nah sekarang mau Lo apa? dia kan udah banyak bantu dan dia gak dapat omzet aja kan gak marah."tanya Susi


"ya pokok nya akhir Bulan gak ada pembagian karena minus."sahut Rizka.


"gue ngga ngerti ah."sahut sisi


ternyata sisi menyampaikan lagi apa yang di bicarakan Rizka ke rose


"kak gue gak tahu ya? mana yang benar mana yang salah!! dia nuduh sisi ambil uang dan juga Abdul yang gak jujur. kalau di lihat dari pembukuan yang gak jujur dia kak dan seolah dia jadi tertuduh di sini!! coba deh bicara apa ada nya saja kan enak."isi balasan pesan rose untuk Susi.


ternyata isi pesan tersebut di sampaikan lagi ke Rizka


dan Rizka semakin geram.


dia menelepon rose gak berhenti-henti sampai dia mengirim ke chat grup juga.


sedangkan rose tidur pulas setelah dari rumah sakit, pas bangun dia mengecek ponselnya.


sudah banyak pesan yang tidak enak dan rose mengabaikan nya karena dia butuh istirahat.


Abdul memfoto kan omzet hari ini juga total uang yang ada.


rose hanya melihat saja dan enggan berkomentar apa pun.


"apa maksudnya gue tertuduh? Lo angkat telpon gue!! Jangan pura-pura sakit."isi pesan Rizka.


membuat mata rose membola dan hati nya pun kesal di buatnya.


"ini nenek-nenek gila kali ya? gak tau apa di bilang gue sakit harus gue juga yang tanya setoran, dan kenapa juga Susi harus bilang apa yang gue omongin. makin gak bener ini semua orang."gumam rose dalam hati.


rose menyimpan ponsel nya dan memutuskan untuk tidak melanjutkan join usaha lagi.


"mana lo mau nambahin gaji nya Tuti? sama bayar sewa kios? kan itu harus dari kantong pribadi Lo!! jangan pakai uang rumah makan."isi pesan Rizka.


semua pesan rizka dengan sengaja rose forward lagi ke susi

__ADS_1


dan rose ingin tahu apa akan di sampaikan lagi.


__ADS_2