Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 18


__ADS_3

Setelah pulih kembali ke aktifitas sehari-hari lagi, harus menyelesaikan pekerjaan kantor yang sudah 2 hari dia tidak kerjakan.


Rose lebih menjaga kesehatan tubuh nya Karena sakit kemarin sangat tidak nyaman bahkan menyusahkan orang rumah menjadi panik.


"sakit hati apa sakit banget? ledek teman nya


"ow hanya sesakit itu kok."sahut rose sambil tersenyum


"gak ada tujuan kumpul dengan teman Lo yang toxic itu? hah apa udah taubatan nasuha? hahahaha."canda teman setim nya


"gak dulu lah lagi jaga badan."ucap rose sambil tersenyum saja


mereka pun selesai absen langsung masuk keruangan kerja masing-masing dan mulai melakukan pekerjaannya.


hari ini rose libur meminum es kopi walaupun dia sangat mengantuk sekali karena efek obat.


"pulang jam berapa? aku akan jemput kamu karena nanti siang ada meeting di dekat kantor kamu, tunggu aku sampai selesai ya sayang."isi pesan suami nya


"iya sayang dan jangan lupa makan siang nya."tidak lupa rose langsung menjawab isi pesan tersebut


beberapa pesan dari Susi mau pun Rizka dia abaikan karena hari ini dia benar-benar ingin memulihkan kondisi tubuh nya dulu.


"rose makan siang di mana? tanya Lina


"hmm apa ya Lin? apa cari soto atau SOP gitu,? kek nya yang berkuah enak deh."ucap rose


"hmmm apa SOP & sate yang di ujung jalan dekat kantor stasiun televisi."ide lina

__ADS_1


"ya udah yuk."ajak rose.


"Yuli mana? mau ikut gak? atau kita saja sama Icha."ujar Lina.


"ngga tahu gue dan belum lihat Anak itu juga sih."sahut rose


Dikantor rose juga dikenal suka membantu teman nya, apa lagi tahu teman nya ngga bisa makan pasti dia dengan cepat ajak temannya tersebut.


Tapi sayang nya semua kebaikan diri nya hanya di manfaatkan saja, itu yang membuat suami nya selalu tegas dan keras dengan diri nya.


Makan siang hanya mereka bertiga saja, Karena salah satu rekan nya tidak bisa ikut.


"pesan saja dan nanti gue yang bayar."pinta rose


"minuman nya gue yang bayar ya Ros? karena kan makanannya sudah Lo yang bayar."ujar Lina


Lina pun hanya memberikan kode tangan nya dan sambil mengucap oke.


"Cha ada masalah apa kamu sama Yuli? tanya rose


"biasa deh mba!! itu anak punya mulut gak bisa banget di jaga selalu saja julid sama orang padahal yah!! kita sudah bantu dia ikhlas tapi kalo begini jadi gak ikhlas nambahin dosa saja."ocehan icha membuat Rose teringat kedua sahabatnya.


"kenapa sih setiap orang yang di tolong itu gak bisa tahu rasa terimakasihnya!! padahal orang di sekitar dia gak ada yang mau bantu? harus nya punya otak berfungsi dengan kebaikan bukan awal baik besok nya busuk."cebik Lina


"jujurly gue udah males mba berteman dengan dia, kalau tadi dia ikutan makan paling gue menghindar dulu pura-pura masih kenyang."terang Icha


"boleh kita marah tapi gak usah di tunjukin dan cukup tahu serta ngga usah Lo bantu lagi."sahut rose.

__ADS_1


"lah tumben Lo bener biasa nya cuma jawab sabar deh."protes Lina


"udah deh Lin? jangan sampe ini tusukan sate masuk ke mata Lo."canda rose.


sambil makan siang banyak yang di bahas soal kerjaan juga dan juga masalah rekan kantor juga.


Ponsel rose masih saja gak berhenti berbunyi dan banyak pesan masuk.


Kali ini rose malas menjawab nya dia memilih mengabaikan saja.


karena kalau trus tidak ada ketegasan seenak diri mereka saja yang mengatur keseharian rose, seperti harus absen kantor saja dan jam pulang pun sudah di atur mereka.


"belum pulang? biasa nya udah kabur saja."canda atasan nya


"ngga nanti laki gue mau jemput bu? dia ada meeting di dekat sini."jawab rose


"hahaha mati gaya Lo ya? gak bisa kabur."ujar atasan rose.


membuat rose pun tertawa dan apa kata atasan nya benar.


sekarang rose harus bisa memilih teman yang akan di bantu karena hati orang tidak bisa di tebak kadang mereka baik tapi 15 menit kemudian bisa saja berubah menjadi jahat.


itu yang rose rasakan saat ini, kebaikan dirinya ngga pernah di hargai.


"gue ngga bisa kesana dalam Minggu ini karena banyak kerjaan dan badan gue masih belum pulih."isi jawab pesan rose untuk Rizka dan Susi


Susi : yah bagaimana sih Lo? terus gue siapa yang anter ke dokter dan anak gue bagaimana? kapan Lo kesini? jangan lama-lama.(( pesan Susi))

__ADS_1


rose hanya membaca nya lalu dia abaikan karena sangat memaksa dan jadi kewajiban itu yang membuat rose membenci nya.


__ADS_2