Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 36


__ADS_3

"apa lagi sih Bu? kan tiap pagi gue transfer sedang kan Lo aja ngga bayar-bayar, tapi gue ngga bawel seperti Lo."rose terpaksa mengangkat telpon dari Rizka


"bukan ini gue mau tanya saja!! yang kemarin kan uang nya kepakai jadi hari ini kalau bisa bayar 2 ya? gue ngga ada uang kemarin untuk setoran galon."pinta Rizka.


"ngga bisa Bu? itu udah kesalahan Lo!!! kenapa jadi di limpahin ke gue, sedangkan Lo aja belum bayar sama sekali yang 2 juta!! tiap hari gue harus bayarin hutang Lo dan bunga nya juga."kesal rose


Dulu bisa seperti itu tapi sekarang ngga akan lagi, karena rose saja harus mati-matian bekerja untuk bayar hutang tiap hari.


"ya ampun rose minta tolong dong!! pasti gue ganti."rengek Rizka.


"ngga ada lagi Bu dan gue gak ada duit!! karena gue juga harus kerja buat bayar hutang harian kan."terang rose.


Rizka seperti sangat kesal karena tidak berhasil membujuk rose.


pikir Rizka rose seperti dulu yang gampang di akalin dan selalu menuruti apa yang mereka pinta.


Sayang nya rose sekarang berubah karena ngga mungkin dia harus terus-menerus seperti itu.


Benar apa suami nya katakan mereka hanya butuh uang rose saja dan tidak ada niat untuk bayar.


"bodo deh Lo marah? parah banget setoran di pakai tapi gue suruh ganti!! waras kali itu orang semua."gerutu rose.


Tidak lama ada panggilan masuk dari susi, rose hanya menarik napas panjang saja.


"apa lagi kak? udah ada duit gue belum? dan ini anak Lo udah ngga pada bayaran lagi aja!! gue di chat sama sekolah anak-anak Lo, bikin malu aja Lo."oceh rose saking sudah sangat kesal dengan kelakuan temannya di area B.


benar-benar memanfaatkan keadaan jika sudah mentok pasti Rose yang di cari.


"iya rose tolong dong bilang sekolah minta waktu Pasti akan gue bayar kok."ujar Susi.


"bayar gila saja tahunan sampai anak Lo lulus ngga Lo bayar!? sampai catering untuk sekolah saja Lo nunggak!! gila ngga tanggung-tanggung Lo nunggak dari kelas 1 SD? parah Lo bikin malu, gaya Lo istri bos property tapi masa anak sekolah Lo mau gratisan?" bentak rose lewat telpon


"ya ampun rose sampai segitu nya dan Lo ngga cerita kan Sama Bu Rizka? tanya Susi


"bukan nya orang satu komplek udah tau kalau anak Lo nunggak sekolah? tanya balik rose

__ADS_1


"jadi Lo ngga bisa nuduh gue yang ember dan seperti mulut Lo yang ember dan suka suudzhon sama orang.inget ya bukan gue yang ngomong!! ancam rose.


"iya tapi tolong lah bantu gue dulu nih!! karena gue bingung harus jawab apa kesekolahan anak-anak."ujar Susi


"gue lagi banyak kerjaan dan lihat nanti saja, sori lain kali coba deh Lo minta tolong yang lain!! ada ngga yang tulus kayak gue."ucap rose


saking kesalnya rose pun mematikan ponselnya dan sangat mood nya langsung berubah.


"sabar deh!! kan gue bilang kalau teman Lo itu semua ngga waras dan ngga sehat otaknya."ujar intan


Intan banyak tahu soal sahabat rose karena rose sering cerita dan juga pernah di ajak main dan intan bisa menilai kalau persahabatan mereka bukan tulus tapi hanya azas manfaat saja.


Rose terlalu baik bahkan mudah sekali di manfaatkan nya.


"iya makin kesini mereka merasa gue harus patuh sama mereka dan selalu mengancam akan kasih tau ke laki gue."tutur rose


"kalau di ancam seperti itu jangan takut ya!! ada kita semua dan Lo cukup jawab silahkan saja."timpal Juli


"iya kita ada buat Lo dan Lo bisa bicara dengan fajar dan kita akan bantu jika teman Lo itu selalu mengancam."seru intan


"maaf jika gue dengar omongan kalian pasti ngga akan seperti ini."tutur rose.


"buat pelajaran untuk mu Rose karena tidak semua teman mempunyai hati tulus dan hanya memanfaatkan kita."ujar Rida


"teman yang tulus dia akan paham akan kesusahan teman dan bukan memanfaatkan begitu saja.bahkan ketika kamu membutuhkan pertolongan tapi dia masih mempunyai hutang dengan mu harus nya mencari jalan keluar seperti ini."ungkap rida.


"iya rose kita kan sering di bantu bahkan kita memiliki hutang dengan mu!! kita mencari jalan keluar untuk kita sama-sama memiliki uang walaupun kita belum bisa bayar."ujar intan sedih


"ya ampun intan bukan kamu? bukan."rose memeluk intan padahal intan pura-pura sedih.


semua jadi ikut tersenyum melihat ulah intan yang menghibur rose.


"ayo semangat kerja lagi!! teriak rida


Rida dan Rose naik ke lantai 2 mereka mulai bekerja karena ada klien datang hanya saja di sore hari.

__ADS_1


fajar lebih banyak datang makan siang di cafe tempat rose kerja.


waktu untuk bersama lebih banyak dan rasa sayang nya fajar semakin hari semakin terasa.


membuat rose sangat merasa bersalah karena terlalu banyak menutupi kebohongannya.


Entah sampai kapan dia bisa berani untuk mengatakan ini semua.


karena jika suami nya marah akan semua kata-kata yang sangat menyakiti hati nya keluar.


"rose tolong dong?ngga bisa di bayar satu harus 2 rose?"ujar Rizka lewat chat nya.


Sedangkan rose sedang prospek ada klien baru nya Icha, jadi dia benar-benar fokus untuk klien.


banyak panggilan masuk dari Rizka, padahal intan sudah angkat dan info jika rose sedang ada klien dan tidak bisa di ganggu.


seusai klien selesai, Rose pun melanjutkan pekerjaan nya dengan membuat Surat kuasa karena di cafe sedang ramai jadi rose dan Rida yang mengerjakan nya.


klien Icha sedang menunggu sambil makan di cafe, dengan cepat Rose menyelesaikan nya dan meminta Tanda tangan si klien.


Rida membuat kwitansi karena klien tersebut langsung membayar.


Ada rasa puas bahkan mereka sangat bahagia, semangat kerja semakin menjadi ketika hasil yang di dapat semakin bertambah.


bahkan besok rose dan Rida akan sibuk ada 5 klien sekaligus.


sebelum pulang Rose mempersiapkan dahulu berkas nya agar besok tinggal di kerjakan saja.


Rida tidak pulang dia akan membantu di cafe sampai jam 9 malam, sejak banyak pelanggan komplain jika cafe tutup terlalu cepat dan akhirnya cafe tutup jam 9 malam.


untuk rose mereka sangat paham karena yang rose kerjakan lebih cape dari mereka yang di cafe.


semua kerjaan dari mulai plan A,B,C bahkan sampai proses ke bank pun itu rose sendiri yang handle dan hanya di bantu oleh Bu Rida.


jadi sahabat nya pun merasa kadang tidak enak hati tapi mereka sudah sepakat membagi tugas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2