
rose kecewa dengan rizka kenapa dia harus telpon ke fajar padahal itu masalah dia ngga bisa bayar.
kenapa jadi begini kenapa jadi dia yang di salahkan sangat tidak manusiawi banget.
"aku gak paham ya apa yang di maksud Bu Rizka? aku saja sedang sibuk dengan urusan kantor dengan Bu Rida, kamu bisa tanya intan dan teman yang lain di cafe."seru rose
"aku lelah dengan orang-orang di area B jika tidak di bantu pasti akan seperti itu."
"aku dengan Bu Rizka tidak ada masalah jadi maka nya aku ingin kau menelpon nya jika tidak ada masalah dengan nya."pinta fajar.
"untuk apa? kamu lihat ini panggilan ratusan apa aku jawab? ngga akan aku akan jawab karena gak penting."rose menunjukkan ponsel nya ke fajar.
"aku sudah bilang terlalu lelah dengan orang-orang seperti mereka yang selalu membuat kita ribut, aku sudah menjauh dan kamu lihat kan? aku lebih fokus dengan kerjaan yang sekarang dan aku juga banyak menemani kamu di kantor jadi kapan aku ada waktu bertemu dengan mereka? kamu pikir dulu sebelum marah dengan ku? aku telpon kesempatan buat mereka untuk meminjam uang lagi? itu cara mereka agar aku mau menerima nya dan satu cara yaitu neror ke kamu.
intan saja paham dan mengerti dengan orang-orang toxic." rose sedang meluapkan emosi nya
karena dia sangat paham jika fajar akan percaya dengan ucapan Rizka.
Rose sangat lelah dan sudah tidak perduli lagi bahkan dia memilih mandi dan langsung meminum obat sakit kepala lalu memilih tidur.
karena besok sudah hari Sabtu lagi dia akan memilih bekerja saja dari pada harus ribut dengan suami nya.
Fajar hanya menatap Rose yang sudah memejamkan mata nya.
ada airmata yang mengalir di sudut mata rose, tapi istrinya hanya memejamkan mata saja.
Sampai istrinya tertidur pulas pun fajar masih trus saja menatap nya.
kemarin-kemarin Rose akan merengek dan akan memohon pada nya tapi sekarang istri nya lebih banyak diam.
apa benar-benar rose lelah dengan orang-orang di area B
jika seperti itu fajar sangat senang istrinya bisa lepas dengan orang seperti itu.
__ADS_1
Bangun pagi Rose langsung membersihkan diri dan membuat sarapan untuk suami nya.
Dia sudah rapih dengan pakaian kerja, dia lebih banyak diam.
"maaf sayang aku ada klien dan aku sudah siapkan sarapan untuk kamu, dan untuk semalam aku minta maaf ya karena emosi."ucap rose
lalu dia pun dengan cepat memesan ojol dan pamit berangkat dengan papa mertua dan juga suami nya.
fajar agak sedikit bingung tapi dia paham jika rose banyak sekali pekerjaan.
"kok tumben bisa kabur jeng? sapa intan
"ribut besar semalam mereka telpon ke fajar."rose menarik napas dalam-dalam
"ngga habis pikir mau mereka apa ya? udah gue bantu bayarin hutang tapi kok gue salah lagi saja."ujar rose
"sudah rose sabar saja dan kita harus semangat mencari uang untuk keluarga, tinggalkan mereka yang hanya membuat beban."timpal Juli
"kita lihat kan? sekarang kita mulai perlahan-lahan terlihat hasil nya? baik dari kantor mau pun dari cafe."ujar intan
"iya makasih ya?kalian selalu ada buat aku dan selalu mendukung aku."ucap rose
Rose menyibukkan diri dengan mempersiapkan dokumen yang seharusnya di kerjakan di hari Senin tapi sudah selesai dan klien Icha sangat senang.
klien Icha pun datang ke kantor yang juga ada cafe, bicara santai sampai lupa waktu.
begitu pun dengan mantan nasabah Rida mereka sangat suka cara kerja rose dan Rida yang sangat cepat tanpa menunggu berhari-hari.
Fajar sebenarnya datang ke cafe dan meminta intan dan Icha untuk tidak memberitahu rose.
ternyata istrinya sangat fokus dalam bekerja dan fajar mendengarkan semua nya.
Apa yang di ucapkan istri nya semalam itu ada benarnya, lebih baik mengabaikan orang yang tidak begitu penting.
__ADS_1
Rose benar-benar menjauh dari orang-orang area B, terlihat istrinya menjauh dari ponsel justru memberikan nya ke juli.
"Tan ini siapa sih si rizka? udah gue bilang rose gak bisa di ganggu maksa banget mau pinjam uang gitu karena gak sengaja gue baca chat nya."juli mengoceh karena Juli gak sadar ada fajar.
dengan sengaja intan tidak memberikan kode agar fajar tahu bukan rose yang mau pinjam uang justru kebalikannya.
"gokil ya? orang mau pinjam uang maksa banget sampe 100 panggilan loh!! kalau gue udah gue blokir dan gue buang jauh itu orang yang di depan rose dia baik banget tapi di belakang malah jadi duri suka bikin ribut."tutur juli
"sini deh biar gue yang pegang itu ponsel dan Lo bantu lagi aja Bu Rida dan Rose."pinta Icha
"ya udah nih, kasihan dari Senin sampai sekarang rose berjuang banget biar kantor tetep maju."ungkap Juli
Juli pun berlalu dari hadapan intan dan Icha, tidak lama ponsel rose pun berbunyi lagi.
Dengan sengaja intan mengangkat telpon tersebut dan di loud speaker.
"halo rose tolong dong gue? masa Lo duit 600 ribu pelit banget gak mau pinjamin gue!! ujar Rizka
"Bu maaf mba rose masih meeting jadi tolong deh nanti saja telpon lagi."sahut intan
"bohong kan dia kan suka begitu!! pasti ada di situ kan? ujar Rizka maksa.
fajar terus mendengarkan ternyata yang di sampaikan Rizka bohong semua.
membuat fajar semakin tidak enak hati dengan istrinya, banyak sekali fitnah bahkan apa yang di ucapkan orang area B tidak ada yang benar.
Intan berharap dengan mendengar apa yang tadi Rizka katakan membuat fajar percaya dengan rose.
Icha pun berharap sama karena Icha sangat sayang dengan rose. dia gak mau rose sedih bagaimana pun rose mau pun intan sudah seperti kakak nya.
walaupun Icha sering kena marah tapi itu untuk kebaikan Icha, sekarang ada Juli juga yang lebih bawel dari intan.
jika sudah marah akan dari A sampai Z tapi semua demi kebaikan nya juga.
__ADS_1
Dan terlihat sekarang semua usaha mulai naik pelan-pelan dan mulai Senin ada beberapa anak marketing yang mulai masuk tapi hanya 3 orang saja.
tujuan nya untuk membantu pekerjaan rose yang sudah mulai banyak klien dan juga harus berhubungan dengan bank.