Di Hina Sahabat Sendiri

Di Hina Sahabat Sendiri
BAB 2


__ADS_3

Hari berikutnya setiap sore rose dan rizka menjenguk Susi dan suami Susi tidak pernah datang untuk melihat anaknya dirumah.


Anak-anak Susi pun di titip dengan Milla tetangga samping rumah Susi.


"ini jadi gimana Lo check out? apa dokter udah visit? tanya rose


"laki gue lagi nyari duit dulu buat bayar RS, karena masih kurang."sahut Susi


"nah mau di jam berapa? sedangkan waktu Lo check out udah tinggal 2 jam lagi!! coba Lo telpon dari pada kena biaya lagi."kesal Rizka


"tangan kanan gue gak bisa di gerakin sama kaki juga."sahut susi dengan wajah sedih nya.


"nah nanti di rumah siapa yang mandiin Lo? ujar rose panik


"aduh baru kepikiran gue."sela Rizka sambil menepuk jidatnya


dengan cepat Rizka pun menelpon pak Budi dan pak Budi menyarankan untuk memperkerjakan Wulan saja.


Wulan pun datang dengan pak Budi untuk membantu Susi untuk pulang.


ternyata suami nya sudah di lobby dan tidak membantu sama sekali.


"ya udah kamu pulang dulu!! nanti kalau ada waktu saya pulang lihat anak-anak."suara suami nya seolah enggan membantu istri nya yang sedang sakit.


rose dan juga Rizka agak kesel mendengar nya tapi mau bagaimana lagi itu kehidupan Susi.


air mata Susi pun menetes Karena benar-benar dia harus di gendong untuk duduk di kursi roda.


tangan kanan dan juga kaki kanan nya benar-benar tidak bisa digerakkan sama sekali.


rizka pun menangis melihat sahabat nya ternyata cukup parah.


sedangkan rose mencoba menenangkannya saja karena sudah takdirnya.

__ADS_1


"gue ngga bisa anter Lo sampe rumah ya? udah malam banget dan gue harus pulang kan Lo tau laki gue bawel nya kayak apa."terang rose


"iya hati-hati jengukin gue ya besok."pinta Susi


"iya besok gue jengukin dan Lo mau makan apa? tawar rose


"roti ya."rengek Susi


"nek gue titip dia ya? Lo harus masuk kerumahnya sekalian cek anak nya."ujar rose ke Rizka


"iya dan besok jangan lupa ya? kita bayar tempat sama belanja, bisa ngga Lo jangan terlalu sore banget."pinta Rizka


"hmm kalau gitu gue besok ijin deh ngga usah masuk kerja."sahut rose


"hati-hati ya rose."seru rizka


"Wulan titip ya."seru rose


rose pun pulang kerumahnya karena suami nya sudah chat banyak sekali.


sudah beberapa hari istri nya selalu pulang malam dan rose tidak pernah bercerita jika dia bertemu dengan ketiga sahabatnya setiap hari.


"kau ini sibuk banget ya? hampir setiap hari pulang lebih dari jam 9 malam."kesal suami nya rose


"ya maaf tadi aku jengukin Susi dulu dan lupa pamit sama kamu.maaf ya sayang."ucap rose


"lain kali harus ijin suami dulu."tegas suami rose


"urusan kamu dengan si Febi bagaimana? apa kamu ikhlas kan saja uang itu? sedangkan kamu aja cari uang nya setengah mati."sebal suami rose


"mas nanti aku akan menagih ke Febi ya? tolong jangan marah dong."ujar rose


"kamu tuh terlalu baik sama teman dan teman hanya memanfaatkan kamu saja!! tapi kamu saja yang ngga percaya dengan apa yang aku ucapkan, bahkan kamu lebih memilih Febi di banding aku."terang suami rose

__ADS_1


rasa penyesalan rose soal itu sangat mendalam karena teman yang dia anggap kakak ternyata hanya memanfaatkan uang rose saja.


"mandi lah dan aku tunggu makan malam."pinta suami rose


dengan langkah gontai rose masuk kedalam kamarnya dan membersihkan dirinya.


menagih Febi bukan hal yang mudah karena nomor telpon Febi sudah tidak aktif.


bahkan rumah makannya saja sudah tutup dan kerumahnya juga dia sudah di usir oleh suami nya.


karena Febi ketauan jika dia selingkuh dari suami nya dan uang hasil jualan itu habis untuk pacarnya.


karena Febi membiayai kebutuhan hidup pacar nya itu.


selesai mandi rose menghampiri suami nya dan menyiapkan makan untuk suami nya.


rose sangat di sayang oleh pihak mertua nya bahkan suami nya pun sangat menyayangi nya.


hanya saja rose membuat suami nya kecewa dengan sifat rose yang keras kepala dan tidak pernah terbuka.


Ingin rasa nya rose bercerita jika ingin membuka ruang makan join dengan Rizka tapi rose tidak berani mulut nya seolah bungkam.


rasa takut suami nya marah, rose pun memilih diam saja.


"kamu kenapa? maaf dengan ucapan ku tadi ya."ucap suami nya dengan tulus


"ngga kok mas, hanya saja aku merasa bersalah tidak mengikuti apa yang kamu sarankan."ucap rose.


"sebaiknya sekarang kamu lebih bijak lagi dalam memilih teman nya."pinta suami nya.


Rose pun melanjutkan makan nya dalam diam, ada rasa bingung dengan keberanian dia untuk bicara jujur.


"sudahlah mungkin memang harus diam dulu saja kalau sudah berjalan baru deh aku pikirin lagi."gumam rose dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2