Di Nodai Pria Autis

Di Nodai Pria Autis
William Di Temukan


__ADS_3

William dibawa oleh Parman dan Umi Kalsum ke rumah mereka yang beratapkan terpal dan berdinding seng yang sudah berkarat. Di dalamnya di lapisi karung bekas dan berlantaikan tumpukan kardus.


"Sini masuk nak" ucap Parman.


William pun enggan-enggan masuk kedalam rumah itu.


"Bu, panggil Yayuk" perintah Parman pada sang istri.


Umi Kalsum segera berjalan ke kamar Yayuk sang anak.


"Yayuk, keluarlah nduk, ini ada teman untuk Yayuk" ucap Umi Kalsum pada sang putri.


Sosok Yayuk pun keluar dari kamarnya.


"Yayuk, ini ibu bawa teman untuk kamu" ucap Umi Kalsum kembali.


Seketika mata gadis itu berbinar, ia langsung berjalan kearah William.


"Mas Aldebaran? Mas ini Andin mas" ucap Yayuk.


William yang mendapat respon Yayuk membuat ia ketakutan.


"Lepaskan! Kamu bukan suster Fina istriku" William sekuat tenaga ingin melepaskan cengkraman tangan Yayuk.


"Kamu mas Al, dan aku Andin Manopo, mas Al" Yayuk kekeh berkata bahwa dirinya adalah Andin.


Yayuk Malina, gadis sembilan belas tahun yang depresi karena di perkosa kekasihnya, di tambah kebangkrutan orang tuanya membuat ia semakin down dan ia kini hidup bersama kedua orang tuanya di gubuk bawah jalan tol.


"Yayuk, ini William bukan Aldebaran. Sudah ya jangan begitu" ucap Parman.


"Pak, dia calon suami aku kan?" Yayuk semakin menempel dengan tubuh William.


"Yayuk, dengarkan bapak, kalau Yayuk ingin berteman dengan William, Yayuk jangan buat William takut, ya" ucap Parman.


"Baik pak" ucap Yayuk.


Kini gadis itu melepaskan tangannya dari lengan William.


"Namaku William, bukan Aldebaran" ketus William yang kesal dengan gadis di hadapannya.


"Mas Al, kita kan pemain sinetron ikatan batin" ucap Yayuk.


"Yayuk, jangan buat William takut. Panggil namanya jangan nama yang aneh-aneh" ucap Umi Kalsum.


"Baik bu" jawab Yayuk.


Entah kenapa gadis itu langsung menyukai William. Ia terus saja menempel bak ulat keket pada William, meskipun beberapa kali William melepaskannya.


"Mas Willi, maen yuk sama Yayuk" ajak Yayuk.


"Yayuk bisa antarkan Willi ke rumah?" tanya William.


"Ayo!" jawab Yayuk.


Di jalan semua orang memandang Yayuk dan Wiliam.


"Yayuk, siapa dia?" tanya gadis yang membawa ukulele.

__ADS_1


"Dia calon suami Yayuk. Hihihi" jawab Yayuk sembari tertawa.


"Dasar gadis sableng" ucap gadis yang membawa ukulele sembari melenggang pergi.


"Neng Yayuk, sama pacarnya?" tanya seorang pria yang memakai baju badut, diketahui pria itu pengamen.


"Iya!" jawab Yayuk.


"Benar dia pacar loe, bang?" tanya pria itu pada William.


"Bukan yeee!!!! William sudah menikah sama suster Fina. Kamu tahu suster Fina?" tanya William yang membuat pria itu garuk-garuk kepala.


"Buset satu sama ternyata. Sama-sama orang rada-rada" ucap pria itu.


William berjalan menyusuri kampung kumuh itu. Ia berjalan bersama Yayuk yang tidak mau lepas darinya, tiba-tiba seekor anjing mengejarnya.


"Kyaaaaa... Lariiiiii" William berlari sembari menarik tangan Yayuk.


Mereka pun akhirnya kembali lagi ke rumah gubuk itu.


"Kalian kenapa, kok lari-lari?" tanya Umi Kalsum.


"Kami di kejar anjing" jawab William.


"Yasudah masuk saja. Ibu sudah membeli nasi bungkus untuk kalian berdua" ucap Umi Kalsum.


"Nak Willi, ibu dan bapak akan cari keluarga kamu ya. Sembari memulung. Siapa tahu bisa menemukan alamatmu" ucap Umi Kalsum.


"Ayo buk, nanti keburu banyak yang mulung" ajak Parman.


"Ayo pak" Umi Kalsum menyahuti.


Fina sangat menyesal mengajak William menjemur bayinya di halaman rumah. Jika tahu akan begini, Fina tidak akan mengajak William.


"Sudah nak jangan terlalu mencemaskan. Mudah-mudahan William segera di temukan. Kamu juga belum makan dari tadi, jangan begini ya, bagaimana kalau ASI kamu sedikit, kasihan Junior" ucap Mila.


"Tapi aku sangat mencemaskan William, bu. Aku takut terjadi sesuatu pada dia" Fina menangis semakin kencang.


Saat ini, Parman dan Umi Kalsum sedang mencari alamat William sembari memunguti botol plastik di pinggir jalan. Lalu Parman mendengar dua orang berbadan tegap sedang bicara seperti orang kebingungan.


"Joe, bagaimana jika tuan muda William tidak di temukan?" ucap pria itu pada temannya.


"Aku tak bisa bayangkan jika tuan muda menghilang, Tuan Chandra pasti mengamuk" jawab pria yang satunya.


Parman pun menghampiri pria berbadan tegap itu.


"Maaf, tuan, apakah anda sedang mencari seseorang?" tanya Parman.


Hal itu membuat kedua bodyguard itu saling pandang.


"Kamu siapa?" tanya pria yang bernama Joe.


"Saya hanya bertanya, apakah anda sedang mencari seseorang? Siapa namanya?" tanya Parman.


"Itu rahasia kami. Memangnya ada apa?" tanya Joe.


"Kalau anda tidak ingin bicara, yasudah tak apa. Memang orang seperti kami sulit di percaya. Permisi!" Parman pun pergi, tetapi keduanya di panggil kembali oleh kedua bodyguard itu.

__ADS_1


"Tunggu!" ucapnya.


Parman dan Umi Kalsum segera berhenti.


"Kami memang sedang mencari orang hilang. Dia anak bos kami" ucap Luke.


"Kalau saya boleh tau, siapa namanya? Siapa tau kami bisa bantu!" tanya Parman.


"William namanya!" ucap Luke.


"Pak, mungkin yang di rumah kita itu orang yang mereka cari" ucap Umi Kalsum.


"Maksud ibu apa?" tanya Luke.


"Jadi tadi pagi ada seorang pria yang nyasar ke tempat kami, namanya William. dia pria dewasa tetapi tidak normal. Dia bilang dia tidak tahu jalan pulang" ucap Parman.


"Dimana dia sekarang? Apa kalian tidak berbohong?" tanya Joe.


"Sekarang ada di rumah kami. Tapi apakah tuan ini benar suruhan orang tuanya? Atau orang yang ingin menyakiti William?" tanya Parman memastikan.


"Kami bukan orang jahat! Jika kalian tidak percaya, saya akan telepon orang tuanya, tapi ingat jika kalian berbohong, maka nyawa kalian yang akan jadi taruhannya" ucap Joe.


Joe pun langsung menghubungi Chandra.


"Hallo tuan! Ada orang yang mengaku melihat tuan muda, dan sekarang tuan muda ada di rumahnya" ucap Joe.


"Jangan main-main kamu Joenathan!" ucap Chandra.


"Tidak tuan. Orangnya masih disini" balas Joe.


"Ini sudah orang yang ke lima puluh mengaku melihat William, dan mereka hanya mau hadiah dariku" ucap Chandra frustasi.


"Tapi sepertinya mereka meyakinkan, tuan" balas Joe.


"Ikuti saja mereka pulang ke rumah nya dan pastika sendiri kebenarannya, nanti jika benar, kau berikan alamat orang itu, aku akan menyusul mu" perintah Chandra.


"Baiklah tuan" Ucap Joe.


"Bisa kalian tunjukan tempatnya?" tanya Joe.


"Ayo, tuan ikut kami" ucap Umi Kalsum.


Mereka berempat pun segera berjalan kearah jalan tol.


"Kalian tinggal di mana?" tanya Luke.


"Kami tinggal di bawah jalan tol, tuan" jawab Parman.


"Aku baru tahu bahwa di bawah jalan tol ada kehidupan" gumam Joe.


Mereka pun sampai di gubuk milik Parman. Mereka melihat, William yang tengah tertidur di peluk Yayuk.


"Tuan muda!" ucap Joe.


"Benar itu orangnya, tuan?" tanya Parman.


"Ya benar! Baiklah kami harus menghubungi tuan besar" ucap Joe yang langsung menghubungi Chandra.

__ADS_1


"Hallo, tuan! Tuan ternyata orang ini benar. Tuan muda ada disini sedang tidur di peluk oleh seorang gadis" ucap Joe.


"Hah, gadis? Siapa gadis itu. Joe berikan alamat ya. Aku akan segera kesana" ucap Chandra.


__ADS_2