Di Nodai Pria Autis

Di Nodai Pria Autis
Pergi Kerumah Ibu


__ADS_3

Fina datang ke rumah Mila dengan jalan yang mengangkang sembari menggendong Junior dan menuntun Aliyya.


"Assalamualaikum bu" ucap Fina.


Mila langsung membukakan pintu rumahnya.


"Fina! Ayo masuk" Mila langsung meraih Junior yang ada dalam gendongannya.


"Aliyya ngantuk bunda" ucap bocah kecil itu.


"Tidur di kamar nenek saja, ya. Ayo nenek antar" Mila segera menuntun Aliyya untuk tidur di kamarnya.


Sesudah menidurkan Aliyya, Mila lalu membantu menidurkan Junior. Kini kedua anak Fina sudah terlelap.


Mila merasakan ada yang tidak beres dengan anaknya. Terlihat Fina begitu kelelahan.


"Cerita pada ibu, ada apa sebenarnya?" tanya Mila.


Fina hanya diam, rasanya sungguh malu cerita masalah yang ia hadapi pada sang ibu.


"Nak, ibu tahu, kamu sedang ada masalah kan? Ceritakan pada ibu jangan di pendam sendiri" ucap Mila.


"Aku tak kuat bu. Hikhikhik" Fina berkata sembari menangis.


"Tak kuat kenapa? Pelan-pelan ceritanya. Kamu tenang dulu" Mila memberikan segelas air pada Fina.


"Aku cape bu. Aku tidak kuat. William selalu meminta haknya setiap waktu tidak pernah berhenti. Malam ini sudah meminta lima kali, lalu tadi subuh dia meminta lagi dan terakhir waktu aku mau kemari, dia minta lagi. Aku cape bu. Badanku seperti rontok semua. Ditambah Junior yang setiap saat bangun meminta ASI. Tidak ada waktu untukku istirahat sebentar saja. Jujur saja cape sekali" Fina menangis menceritakan itu.


"Ibu paham nak. Ibu tidak menyangka bahwa suamimu seperti itu, ibu kira dengan kondisinya yang seperti anak kecil, ia tidak akan meminta hubungan badan. Sini tidur, ibu akan memijat mu" Mila beranjak mendekati sang putri lalu ia memijatnya.


Mila tercengang melihat banyaknya tanda kepemilikan di seluruh tubuh Fina. Ia jadi merasa sangat kasihan akan nasib yang Fina alami.


Fina merasakan pijatan sang ibu membuat tubuhnya relax kembali.


"Jangan dulu pulang. Disini saja dulu. Apa mertuamu tahu, kamu kemari?" tanya Mila sembari mengurut punggung Fina.


"Tidak, bu. Aku bingung harus menjelaskan apa pada dady dan mami" jawab Fina.


"Biarkan ibu yang akan menjelaskan semua ini pada bu Else nanti" ucap Mila


Fina pun sudah selesai di pijat. Badannya terasa lebih enak dan ringan.


"Kamu istirahat saja di kamar ibu. Kamar kamu belum ibu bersihkan" perintah Mila.


"Tapi aku juga bingung jika nantinya aku disini, sementara William bagaimana?" Fina kembali memikirkan William.


"Sekarang kamu istirahat saja dulu. Soal William nanti kita pikirkan bersama-sama" ucap Mila membuat Fina tenang.

__ADS_1


Fina pun akhirnya istirahat. Saat ini ia hanya ingin tertidur dengan pulas tanpa ada si pengganggu berwajah polos seperti sang suami.


Di kediaman Chandra. William sedang menangis karena Fina tidak kunjung pulang. Ia tak bisa sedetik pun jauh dari istrinya itu.


"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah ibu Mila saja?" usul Wati pada Eko sang supir.


"Tapi Nona Fina berkata jangan menjemputnya jika dia tidak menghubungiku" jawab Eko.


"Ada apa ya sebenarnya? Kok tiba-tiba nona Fina pergi dari rumah?" ucap Yudho.


"Entahlah dia tidak bilang apa-apa sewaktu di dalam mobil. Dia pun membawa baju sekolah nona kecil Aliyya dan perlengkapan baby Junior. Bajunya juga di bawa kok" ucap Wati.


William terus saja mengamuk. Apapun yang ada dihadapannya, ia banting. Oma Linda melihat kekacauan yang sang cucu ciptakan membuat dirinya terkejut.


"Bik Wati, kenapa William tantrum begitu?" tanya oma Linda yang baru kembali dari Singapore.


"Tuan muda mencari istrinya, oma. Nona Fina tadi pergi membawa Aliyya dan Junior ke rumah ibu Mila" jawab Wati.


"Kenapa William tidak di ajak pergi?" tanya Oma Linda.


"Kalau soal itu, saya tidak tahu, oma" jawab Wati.


"Pasti ada sesuatu. Yasudah nanti aku akan ke rumah bu Mila menemui Fina" ucap Oma Linda.


Oma Linda pun menghampiri William yang sedang marah-marah tidak jelas.


"Oma, Suster Fina dan kedua anakku belum pulang.. Hikhikhik.. Ini pasti gara-gara Willi" William kemudian membentur-benturkan kepalanya ke tembok.


Oma Linda sangat panik melihat hal itu. Dirinya belum terbiasa melihat tantrum nya sang cucu.


"Else, pulanglah. Mami belum terbiasa dengan anakmu" keluh oma Linda.


"William jangan seperti ini. Memangnya kamu melakukan apa pada istrimu?" tanya oma Linda.


William pun menuntun oma Linda ke kamarnya, lalu dirinya memperlihatkan bercak darah yang terdapat di seprai itu.


"Ini darah siapa, Will?" tanya oma Linda.


"Istriku" jawabnya polos.


"Willi sudah melakukan itu?" tanya oma Linda.


"Ya! sepuluh kali Willi meminta pada suster Fina. Dari sore sampai subuh" jawabnya.


Hal itu membuat oma Linda syok. Tenggorokannya seakan tercekat. Baru kali ini ia mendengar percintaan marathon seperti itu.


"Aku saja yang pernah menikah dengan seorang mafia yang maniak di ranjang tidak sampai sepuluh kali dalam sehari. Ya ampun ternyata dibalik sikapnya yang seperti anak kecil, cucuku ternyata hyper s*x" gumam oma Linda.

__ADS_1


"Will, kenapa kamu melakukan itu? Istrimu belum lama melahirkan" tanya oma Linda.


"Ya mau bagaimana lagi oma, habis enak sih" jawabnya enteng.


"Dasar kau ya. Oma akan telepon istrimu. Kamu jangan nangis lagi ya" pinta oma Linda.


Ketika Fina sedang menepuk-nepuk punggung Junior, tiba-tiba ponselnya berdering Ia segera mengangkatnya.


"Hallo" sapa Fina.


"Hallo. Fina, ini oma. William mengamuk mencari mu" ucap oma Linda di seberang panggilan telepon.


Sudah Fina duga bahwa akan ada yang menghubunginya terkait William.


"Maaf oma, sepertinya aku tidak pulang hari ini. Oma bisakah oma memberikan pengertian untuk William? Jujur aku butuh waktu sendiri dulu" ucap Fina.


"Ada apa sebenarnya, kenapa kamu pergi ke rumah ibumu?" tanya oma Linda..


"Tidak apa-apa oma, aku hanya ingin dekat sebentar dengan ibu" jawab Fina yang tidak mau mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.


"Oma tahu kamu bohong. Tunggu di sana, oma akan ke rumah ibumu" ucap oma Linda lalu mematikan panggilan telepon itu.


Kini oma Linda sudah berada di depan rumah Mila. Tak disangka William pun ikut, tetapi oma Linda melarangnya turun dari mobil. Ia takut Fina akan menolak kehadiran William.


"Silahkan masuk oma. Fina sudah ada di ruang tamu" ucap Mila.


"Sejuknya rumah ini" ucap oma Linda, sembari melangkahkan kakinya menghampiri Fina.


Terlihat Fina duduk dengan wajah yang sembab.


"Fina!" sapa oma Linda.


"Oma!" Fina segera menyalimi oma Linda.


"Ayo pulang, suamimu tantrum dan oma tidak bisa membujuknya. Mertuamu pun tidak ada di rumah" ajak oma Linda.


"Maaf oma, sepertinya aku disini dulu. Nanti juga aku kembali lagi kerumah mami Else.


" Ceritakan yang sebenarnya, kenapa kamu pergi dari rumah?" ucap oma Linda.


Fina diam, ia hanya menautkan kedua jari-jarinya tanda seseorang sedang bingung.


"Apa William memaksamu berhubungan badan?" tanya oma Linda.


Fina tiba-tiba menangis.


"Iya oma. Aku lelah, badanku seperti remuk redam dan William tidak mau tahu soal kesakitanku. Ia hanya tahu kalau aku harus siap melayaninya atas ranjang. Aku ini baru selesai masa nifas. Belum lagi mengurus Aliyya dan Junior. Oma, aku mohon, aku tidak ingin pulang malam ini. Aku bukan tidak kasihan terhadap suamiku, tetapi saat ini, aku butuh istirahat dan tidur dengan tenang. Aku mohon oma mengerti" Fina berkata sembari menumpahkan apa yang ia rasakan pada oma Linda.

__ADS_1


"Oma bisa mengerti keadaan kamu. Istirahatlah disini. Pulihkan badanmu. Biar William oma yang beri pengertian. Oma tidak menyangka bahwa William seperti gladiator" ucap oma Linda sembari memeluk Fina.


__ADS_2