
Oma Linda pun pamit pulang karena ia berjanji akan memberi penjelasan pada William.
William yang dari tadi duduk di dalam mobil, sangatlah kecewa ketika melihat oma Linda hanya keluar seorang diri tanpa membawa Fina.
Oma Linda pun segera masuk kembali kedalam mobil.
"Oma, mana istriku?" tanya William
"Fina untuk sementara waktu akan tinggal di rumah mertuamu. Nanti juga istrimu akan kembali lagi ke rumah utama. Ayo sekarang kita pulang" ajak oma Linda.
Tak di sangka, William tiba-tiba keluar dari mobil, lalu berlari kearah rumah Mila.
"Suster Fina, istriku ayo pulang bersama mu" William berteriak didepan halaman rumah Mila.
"Fina, suamiku teriak-teriak di depan rumah" teriak Mila pada Fina.
Fina segera menghampiri Mila dan betapa terkejutnya kala melihat William sudah menggedor-gedor pintu depan rumah Mila.
"Bu, aku takut. Bagaimana ini?" Fina diliputi rasa takut.
"Masuk kamar ibu. Bawa anak-anakmu cepat" tegas Mila.
William semakin agresif. Ia menggedor dan menendang pintu sembari terus teriak-teriak.
"William, stop! Jika begini bisa-bisa dinding rumah ini jebol" teriak oma Linda.
"Mila pun sama ketakutannya. Mila merasa jika William seperti sedang di rasuki arwah penasaran.
" Ya Allah kenapa semua ini harus menimpa anakku?" tanya Mila dalam hati.
Didalam kamar, Aliyya dan Junior sudah menangis karena ketakutan pada suara William.
"Bunda, Liyya takut" lirihnya sembari terisak.
"Liyya tenang ya sayang! Jaga Junior, bunda keluar dulu. Liyya tetapi disini!" ucap Fina lalu dirinya keluar dari kamar.
"Mau kemana Fina!" Mila panik.
"Aku mau menemui William, agar ia tidak semakin nekad" jawab Fina.
"Kamu yakin?" tanya Mila.seperti enggan membukakan pintu.
"Yakin bu. Fina harus bicara pada William. Hanya Fina yang mampu membuat dia tenang" ucap Fina.
Fina pun membuka kan pintu, William sudah berguling-guling di lantai sembari menendang-nendang pintu.
"William, berhenti" teriak Fina.
"Istriku.. Hikhikhik" William langsung bangkit dan memeluk Fina.
"Nak, sebaiknya ajak suamimu masuk. Ibu akan bicara dengan oma Linda" Mila menyuruh Fina masuk rumah, sementara dirinya segera berjalan ke arah oma Linda yang sedang syok.
"Oma, mari duduk" ajak Mila.
"Besan, aku sungguh syok. Aku tidak bisa membayangkan Else mengurusnya dari kecil sampai sebesar itu" oma Linda memegangi kepalanya.
"William, anak istimewa, oma. Jikalau tidak ada peristiwa tahun kemarin yang di sebabkan oleh asisten pribadinya, William masih bisa normal" ucap Fina.
"Kabur kemana psikopat itu?" tanya oma Linda.
__ADS_1
"Entahlah oma. Tidak di ketahui. Biarlah Allah yang membalasnya jika tangan manusia tak bisa" jawab Mila.
Kini William sudah berada di hadapan Fina. Ia senyam-senyum bahagia melihat sosok tercintanya sudah mau menemuinya.
"Istriku marah padaku?" hadehhh pertanyaan membagongkan apa itu.
Kenapa bertanya seperti itu? Ya karena William kan anak kecil.
Fina mengangguk lesu.
"Maafkan William, suster Fina. William sudah menyakiti suster Fina dan membuat suster Fina ketakutan" ucap William sembari tertunduk.
"Will, aku lelah. Jujur saja aku takut sekali padamu. Kamu mengerti kan?" ucap Fina.
"Mengerti apa istriku?" tanyanya polos.
Ingin sekali rasanya Fina menenggelamkan sosok tampan berbadan kekar berwajah polos itu ke dasar palung mariana.
"Will, kamu pulang duluan saja ya. Aku mau tinggal disini dulu. Boleh ya?" Fina berusaha membujuk William.
"No no no. Istriku harus ikut pulang" tegasnya.
"Willi sayang kan sama aku?" tanya Fina.
"Sayang dan cinta sekali" jawabnya.
"Kalau begitu, Willi pulang ya. Nanti aku kembali ke rumah dady. Pulang ya sayang. Katanya cinta kok Willi nakal sih gak mau nurut sama aku!" ucap Fina kembali membujuk William.
William diam, mencoba berpikir.
"Mau ya nurut sama aku? Pulang ya, Willi jangan nakal ya sayang" bujuk Fina lagi.
"Cium dulu" rengek William.
Fina pun langsung mencium bibir William.
Setelah pagutan itu terlepas. William segera pulang.
"Oma, ayo kita pulang" ucapnya senang setelah mendapat ciuman maut dati Fina.
"Istrimu mana?" tanya oma Linda.
"Suster Fina disini dulu" jawab William.
"Yasudah ayo kita pulang" ajak oma Linda.
"Besan, kami pamit dulu" ucap oma Linda pada Mila.
"Silahkan oma, hati-hati di jalan" ucapnya.
....
Di sepertiga malam, William terbangun. Ia berjalan ke kamar mandi lalu berwudhu.
Ia membentangkan sajadah lalu solat tahajud.
Sesudah solat, ia duduk bersimpuh dan menengadahkan tangannya. Ia berdoa.
"Ya Allah, kenapa dengan diri Willi ini? Siapa Willi ini? Ya Allah Willi pengen jadi orang dewasa, agar bisa melindungi istri dan anak Willi, Ya Allah. Sembuhkan lah Willi, walau Willi tidak tahu Willi ini kenapa. Willi ingin bisa membanggakan mami dan dady" ucapnya sembari menangis.
__ADS_1
Tiba-tina, dari atas, seekor cicak jatuh tepat di kepala William membuat kepalanya menjadi sangat sakit. Ia kejang-kejang.
"Arghhhhhhhhhhhhhhhh" teriaknya sangat memeka kan telinga.
Oma Linda yang sedang bersantai di mini bar rumah itu menjadi terkejut.
"William!" oma Linda segera berlari menuju kamar William.
Oma Linda sangat terkejut kala melihat William seperti orang yang sedang sekarat.
"William.. Argggggggghhhh" oma Linda langsung berlari memeluk William.
"Willi, kamu kenapa?" oma Linda menangis.
Semua orang langsung berhamburan ke kamar William.
"Oma , tuan muda kenapa?" tanya Wati dengan cemas.
"Entahlah, bik" jawab oma Linda.
Oma Linda pun segera menghubungi Else.
"Hallo mi" sapa Else di seberang telepon.
"Else, pulang kau sekarang. William kejang-kejang. Pulang sekarang. Mami takut terjadi sesuatu pada cucuku" ucap oma Linda dengan suara panik.
"Ya Tuhan, William. Aku pulang sekarang" balas Else.
William kemudian berangsur-angsur membaik, hal itu membuat semuanya merasa lega.
"Willi" oma Linda memeluk sang cucu.
William pun mulai membuka matanya walau kepalanya masih sangat sakit.
"Oma!" ucapnya.
"Kau kenapa Will sampai kejang-kejang begiti? Oma sangat khawatir" ucap oma Linda.
"Aku tak tahu, hanya saja sesudah solat kepalaku sakit" jawab William.
Semua orang menatap heran pada William seperti ada yang aneh dengan diri si bocah tua itu.
"Oma, aku harus pergi menjemput Fina" William kemudian beranjak menuju walk in klosetnya untuk berganti pakaian.
"Mungkinkah tuan muda muda sembuh?" tanya Yudho.
"Ini keajaiban kalau tuan muda sembuh" balas Eko.
William pun keluar dari walk in klosetnya mengunakan pakaian casual yaitu kaos putih polos dan celana chinos pendek selutut.
Oma Linda merasa sangat terkejut dengan perubahan William.
"Will, mau kemana kau?" tanya oma Linda.
"Willi, mau jemput Fina dan anakku, oma. Aku tidak mau lagi berpisah lama dengan mereka" William berkata sembari menyambar kunci mobilnya.
Oma Linda tak bisa berkata apa-apa.lagi melihat William sudah normal kembali.
"Apa aku sedang bermimpi?" tanya oma Linda sembari menepuk-nepuk pipinya.
__ADS_1