DIA HANTU

DIA HANTU
SAUDARA KANDUNG


__ADS_3

Sementara itu di istana Refano



Refano mendengus kesal mengingat hari ini dia tidak berhasil membawa manusia itu dari adiknya.



Refano merasa ada sesuatu yang membuat dirinya tertarik pada Narura.



Flashback



Seorang pria berambut panjang dengan wajah tampan tengah menatap lukisan keluarga. Dia adalah Refano.



Didalam lukisan itu terdapat seorang pria berambut panjang dan beruban dengan tubuh gempal dan memiliki janggut. Dia adalah Takamaru Lee ayahnya.



Disamping pria tua itu ada seorang wanita cantik yang selama ini menemani sang suami dalam keadaan suka maupun duka. Dia Himeka Lee ibunya.



Pandangan Refano kini tertuju pada pria tampan berambut panjang dengan senyuman menggoda dan terkesan seringaian seksi. Itu adalah dirinya.



Kemudian mata Refano beralih menatap pria yang berdiri berdampingan dengan dirinya. Pria tampan berambut pendek itu tidak tersenyum sama sekali. Yang ada ekspresi menantang dan penuh kebencian. Dia adalah Devano Lee adik kandungnya.



Dahi Refano berkerut. Lukisan itu dibuat pada bulan kemarin oleh Mukade sang pelukis terkenal dan terhebat pada masa itu. Refano menatap mata sang adik tentu saja Mukade melukis sesuai apa yang dia lihat. Mana mungkin Mukade lancang melukis ekspresi yang tidak sesuai dengan apa yang dilihatnya. Pertanyaannya kenapa baru kali ini Refano menyadari ekspresi itu. Apa suasana hati adiknya sangat buruk saat itu?



Refano memilih berlalu mencari adiknya. Dia menemukan Devano sedang bersama Bianca. Ya wanita itu lagi yang belakangan ini selalu bersama Devano.



"Dev, kita perlu bicara" kata Refano tanpa berbasa-basi.



Devano dan Bianca menoleh. Bianca terlihat kesal dan merasa terusik karena kedatangan Refano.



Devano menatap tajam kakaknya itu. Refano tidak mengira akan mendapatkan tatapan seperti itu dari adiknya namun dia tidak memperlihatkan kebingungannya.



.



.



.



.



Refano dan Devano berjalan menyusuri taman kerajaan Diamond milik ayah mereka.



"Apa suasana hatimu sedang buruk? " tanya Refano memecah kesunyian. Karena dia yakin Devano tidak akan memulai pembicaraan.



"Bukan urusanmu"

__ADS_1



Refano tidak mengira dengan jawaban ketus adiknya itu. Adik yang sangat dia sayangi adik satu-satunya.



"Apa kau akan berhenti? " tanya Refano.



Langkah Devano terhenti. "Apanya? " tanya Devano.



"Menjadikan wanita sebagai fantasimu" jawab Refano enteng.



Tangan kanan Devano mengepal. "Sudah kubilang bukan urusanmu.. Kau bicara seperti itu karena iri padaku kan karena kau belum pernah memasuki wanita" ledek Devano.



Bukannya marah, Refano hanya tersenyum menanggapi ledekan adiknya itu.



"Aku calon raja di kerajaan ini Devano, aku tidak akan merusak diriku sendiri hanya untuk mendapatkan kepuasan sementara" kata Refano.



Devano mendecih mendengar kata-kata bijak kakaknya itu.



"Aku tahu kau memang tidak pernah bisa menahan hasratmu.. Aku hanya ingin tahu.. Apa yang membuatmu berubah menjadi seperti  ini? "



Pandangan Devano berubah menjadi sendu setelah mendengar pertanyaan Refano.




"Apanya? " tanya Refano meniru gaya Devano saat bertanya padanya tadi.



"Ayah menyakiti ibu dengan memiliki banya selir, aku ingin dia marah melihat ku melakukan ini dengan wanita. Setelah dia memarahiku, maka aku akan bertanya kenapa dia melakukan itu dan kenapa aku tidak boleh? "



Refano menghela napas berat mendengar ucapan adiknya itu.



"Lalu apa yang kau inginkan? "



"Menghancurkan para wanita yang telah berani menggoda ayahku"



Refano membelai kepala Devano seperti anak kecil.



"Pilihan yang salah" kata Refano kemudian berlalu.



♡♥♡♥♡♥♡



Hari ini diadakan pembicaraan serius antara Takamaru, Himeka, Refano dan Devano.



"Aku tahu apa yang kau lakukan dibelakangku selama ini Dev" kata Takamaru sambil melirik putra bungsunya.

__ADS_1



Refano juga melirik Devano yang terlihat tertunduk dalam.



"Kau mngecewakanku brengsek, beraninya kau menyentuh para jalang itu! " suara Takamaru meninggi.



Refano melihat  tangan Devano terkepal. Dia tahu saat ini adiknya sedang menahan emosi. Dia masih ingat saat terakhir bicara dengan Devano yang akan berbalik bertanya pada ayahnya. Namun Refano tidak melihat ciri-ciri Devano akan mengatakannya.



Refano tahu saat ini mental Devano tertekan dengan sikap ayahnya. Membuat keberanian Devano menciut setiap harinya.



"Lalu ayah kenapa melakukan hal itu pada para selir? " tanya Refano.



Devano mendongkak menatap kakaknya tak percaya akan mengatakan apa yang tidak berani dia ungkapkan.



Himeka menatap putra sulungnya. Himeka mengerti betapa Refano mencintai ibunya (dirinya : Himeka) dan Devano.



PLAK



Sebuah tamparan mendarat dipipi Refano. Devano terkesiap begitu pun dengan Himeka.



"Mereka semua istri sahku, kau raja selanjutnya setelah aku! Seharusnya kau mengerti maksudku Refano!! " bentak Takamaru.



"Cukup! " teriak Devano. Kini pandangan Takamaru tertuju padanya.



"Kata-kata itu adalah kata-kataku ayah! Jangan salahkan dia! Dan soal selir sialan itu, mereka penggoda dan belum lagi, anak haram mereka pasti merencanakan segalanya untuk merebut tahta yang akan dimiliki Refano! " kata Devano panjang lebar dan tidak jelas alias ambigu.



Tapi uneg-uneg yang selama ini dia pendam, akhirnya bisa tersalurkan juga. Entah dari mana keberanian itu muncul dan meluncur begitu saja dari mulutnya.



"Kalian mengecewakanku, Himeka, anak-anakmu menyakiti perasaanku" Takamaru berlalu tanpa sedikitpun peduli pada permaisuri dan kedua anaknya.



Himeka membelai pipi Refano yang panas bekas tamparan ayahnya. Devano menghela napas berat melihat  kasih sayang dimata Refano untuknya dan untuk ibunya.



Selama ini Devano ingin seperti Refano yang selalu dijadikan teladan oleh dirinya. Seorang kakak yang sangat baik hati dan peduli.



Kau satu-satunya pria yang kuteladani dan mulai saat ini aku ingin berjuang lebih keras lagi


seperti dirimu



Devano Lee




By


Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2