DIA HANTU

DIA HANTU
MENYELAMATKANMU


__ADS_3



Yoona beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju jendela. Dia melihat  pemandangan indah kerajaan Evallium.



"Ibu pasti sedang mencariku, bagaimana ini kasihan ibu, tapi nyawaku juga terancam, aku yakin raja itu bisa menolongku" gumam Yoona.



Yoona merasa lehernya sakit. Dia memegang luka bekas gigitan itu. Dia meringis dan terhuyung hampir jatuh namun kedua tangan kekar itu menangkapnya.



Yoona mendongkak ternyata Gerald. "Ma.. Maaf aku malah menyusahkanmu" kata Yoona.



"Tidak apa-apa Yoona " Gerald mengangkat tubuh Yoona kemudian membaringkannya ke ranjang.



"Darimana anda tahu namaku? " tanya Yoona. "Aku tahu karena kita pernah bertemu sebelumnya, tapi mungkin kau tidak ingat" kata Gerald.



"Mungkin aku melupakannya, aku punya penyakit lupa" kata Yoona. Gerald tersenyum. "Mana ada penyakit lupa?" batin Gerald.



"Tentu ada, dan aku lah penderita nya " kata Yoona. Gerald menoleh menatap Yoona. Dia tahu Yoona bisa membaca pikiran nya.



"Maaf, aku malah membaca pikiran mu, tapi aku tidak bisa mengendalikannya" kata Yoona.



"Tidak masalah " jawab Gerald. "Lalu nama anda siapa yang mulia? " tanya Yoona. "Namaku Gerald Evaldion, raja Evallium" jawab Gerald.



Yoona merasa pernah mendengar nama itu. Namun dia tidak bisa mengingatnya.



"Jadi yang mulia, apa saya bisa selamat? " tanya Yoona. "Panggil aku Gerald saja, soal luka itu.. " Gerald tidak melanjutkan kata-kata nya.



"Kenapa yang mulia? " tanya Yoona. "Aku bisa menyembuhkannya, tapi aku harus memberikan tanda kepemilikan ku di lehermu" kata Gerald.



Yoona menatap Gerald yang pipinya sudah merona merah. "Kalau anda tidak keberatan, bisakah anda menyelamatkanku dengan tanda itu? " tanya Yoona.



Pipi Gerald semakin memanas. "Baiklah, tapi kau tidak akan bisa menikah dengan pria lain nantinya" kata Gerald.



"Maksud anda? " tanya Yoona. "Tanda kepemilikan itu di buat calon suami pada istrinya. Jika kau mendapatkan tanda kepemilikan itu dariku, maka kau tidak akan bisa menikah dengan pria lain. Jika kau menikah dengan pria lain, tanda kepemilikanku akan muncul dan menyerangnya" kata Gerald.



"Ja.. Jadi aku harus menikah dengan mu? " tanya Yoona.



Deg



Mendengar kalimat itu, hati Gerald senang padahal itu pertanyaan, bukan pernyataan.



"Iya, suatu hari nanti kita akan menikah" jawab Gerald. "Emm.. Itu aku.. " Yoona tampak berpikir.



Namun rasa nyeri dan warna kulitnya yang kian memucat memaksa Yoona untuk ambil tindakan.



"Ba.. Baiklah " kata Yoona gugup. Gerald menarik Yoona ke dalam pelukannya. Yoona terkejut, namun dia tidak melawan.

__ADS_1



"Dengar sayang, aku melakukan ini atas dasar sayangku padamu, aku sangat menyayangi mu, aku.. " Gerald tidak melanjutkan kata-kata nya.



Yoona yang polos merasa kalau Gerald menyayangi nya sebagai seorang lelaki dewasa yang simpati pada anak kecil yang menderita.



Yoona membalas pelukan Gerald. Gerald terkejut. Dia tidak mengira Yoona akan menerimanya.



"Aku berterimakasih atas perasaanmu padaku" kata Yoona. Gerald menutup matanya sesaat kemudian kembali terbuka dengan pupilnya yang berubah warna menjadi ungu gelap dengan garis vertikal.



Gerald membuka mulutnya memperlihatkan taring yang tajam. "Aku mencintai mu" kata Gerald kemudian menggigit leher Yoona.



Yoona sempat terkejut dengan ucapan Gerald namun keterkejutan itu terlupakan dan bergantikan dengan rasa sakit yang mendera lehernya.



"Aaaa!!! " teriak Yoona. Air mata Gerald menetes membasahi pipinya. Dia tidak sanggup menyakiti Yoona.



Sesegera mungkin Gerald melepaskan gigitannya dan darah mengalir di sudut bibirnya.



Taring itu menghilang. Matanya kembali normal. Yoona meringis dengan air mata mengalir membasahi pipi mulusnya.



"Maaf" kata Gerald kemudian mencium bekas gigitannya. Tanda kepemilikan itu muncul. Berupa tatto berbentuk naga yang melingkari lehernya.



Secara tidak langsung mereka resmi menjadi suami istri yang sudah sah di mata para druckless.




"Iya, itu tanda kepemilikan ku Yoona " kata Gerald. Lama-lama tanda itu menghilang. Bukan menghilang, lebih tepatnya tidak terlihat secara kasat mata.



"Menghilang? " tanya Yoona. "Tanda itu sudah tertanam di  tubuhmu, apa sekarang kau merasa lebih baik? " jawab Gerald di akhiri pertanyaan.



Yoona mengangguk. "Istirahatlah" kata Gerald sambil membaringkan tubuh mungil Yoona ke ranjang. Yoona menurut. Gerald menyelimuti tubuh Yoona.



♡♥♡♥♡♥♡



Narura menangis. Dia tidak bisa menemukan Yoona dimana pun. Dia menyesal telah meninggalkan Yoona demi tugasnya. Namun dia tidak bisa mengabaikan tugasnya sebagai Dokter.



Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan dimana Narura menangis. "Devano " Narura memeluk Devano.



"Kenapa sayang? " tanya Devano sambil membalas pelukan Narura. "Yoona menghilang dari rumah sakit" tangis Narura.



"Apa? Kenapa bisa? " tanya Devano. "Aku tidak tahu, ku mohon cari dia, dia satu -satu nya anakku" tangis Narura.



♡♥♡♥♡♥♡



Yoona dan Gerald sedang makan di ruang makan kerajaan Evallium.



"Ayahmu juga seorang raja kan? " tanya Gerald setelah selesai makan. Yoona juga selesai makan.

__ADS_1



"Entahlah, aku bertemu dengan nya hanya sebentar dan aku tidak tahu apapun tentang dia" jawab Yoona.



"Begitu kah? " tanya Gerald. "Iya, kadang aku pernah berpikir, kenapa harus aku yang seperti ini? Kenapa tidak orang lain saja yang mengalaminya.. Aku ingin hidup normal seperti orang lain" kata Yoona pelan diiringi ekspresi putus asa.



Kedua alis Gerald menyekung dia mengerti kalau Yoona tidak ingin menjadi makhluk druckless. Gerald menghela napas berat.



"Tuhan sudah menciptakan beragam jenis makhluk hidup Yoona, mungkin ini yang terbaik untuk mu" hibur Gerald.



"Terimakasih yang mulia Gerald sudah berkenan menyelamatkan nyawaku" kata Yoona sambil tersenyum manis.



Gerald tersenyum. "Tentu saja, apapun akan ku lakukan untuk menyelamatkanmu" gumam Gerald.



"Apa anda bilang sesuatu yang mulia? " tanya Yoona. Gerald menggeleng. "Jangan panggil aku seperti itu. Panggil saja aku Gerald " kata Gerald.



"Tapi kau lebih tua dariku" kata Yoona. "Tidak apa-apa, aku tidak masalah dengan itu, kan aku yang minta " kata Gerald.



"Ba.. Baiklah " jawab Yoona. Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan. Yoona dan Gerald menoleh ternyata Geisha.



Geisha menghampiri Gerald kemudian mencium pipi Gerald. "Kau terlihat bahagia, sayang? " tanya Geisha kemudian duduk di antara Gerald dan Yoona.



Yoona memperhatikan Geisha. Wanita cantik itu menoleh pada Yoona kemudian tersenyum. Yoona juga tersenyum.



"Kau sudah sembuh sayang? " tanya Geisha pada Yoona. Yoona mengangguk. "Iya, berkat kekasih anda, saya bisa kembali sembuh" jawab Yoona.



"Kekasih" tanya Geisha. "Iya, Gerald " jawab Yoona polos. Seketika tawa Geisha meledak.



"Gerald bukan keksihku sayang, dia adik kandungku" kata Geisha.



Yoona melongo dengan ekspresi yang menggemaskan. Gerald hanya tersenyum sambil menggeleng kecil.



"Ma.. Maaf" kata Yoona. Geisha membelai lembut pipi Yoona. "Jangan meminta maaf sayang, kau tidak bersalah, aku memang suka mencium pipi adikku itu karena ibu kami memang selalu mencium pipinya, Gerald bilang dia tidak masalah dengan itu " kata Geisha.



Pipi Yoona merona karena merasa keliru.









♡♥♡♥♡♥♡



By


Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2