
Beberapa hari ini, Yoona tinggal di kerajaan Evallium. Gerald dan Geisha sangat baik pada nya.
Hari ini, Yoona sedang membuat bunga dari air yang dia bekukan. Sungguh indah dan berkelas. Dia menyimpan bunga itu di meja kamar Gerald.
Gerald tersenyum melihat kemampuan Yoona. "Bagus sekali, itu bunga tulip? " tanya Gerald. "Iya, ibuku dan aku juga menjualnya di toko kami, bunga tulip merah itu lambang cinta, sama seperti bunga mawar merah" kata Yoona.
Gerald tersenyum. "Berarti, kau mencintai ku? " kata Gerald penuh selidik. "Tentu saja, kau juga mencintai ku kan? " tanya Yoona yang membuat Gerald terkejut. Pipinya merona.
Yoona menatap Gerald. Gerald juga. "Aku mencintai mu, karena kau sosok kakak yang baik" kata Yoona sambil memegang tangan Gerald.
Gerald terkejut. Dia terlihat sedih, bukan ini yang dia harapkan, dia ingin Yoona mencintai nya seperti seorang wanita mencintai seorang pria.
Namun dia tahu, Yoona masih kecil dan polos. Gerald tersenyum getir.
"Aku ingin sekali memiliki seorang kakak, jika aku memiliki seorang kakak, aku pasti akan sering mengajaknya bermain dan memintanya menjagaku dari teman-teman yang sering membullyku" kata Yoona.
Gerald memeluk Yoona hingga Yoona pun duduk di pangkuannya. Yoona terkejut tapi dia tidak melawan. Dia berpikir mungkin Gerald kasihan padanya dan ingin menunjukkan kasih sayang seorang kakak pada adiknya.
"Baiklah, anggap saja aku sebagai kakakmu" kata Gerald. Yoona membalas pelukan Gerald.
Geisha memasuki kamar Gerald. Dia terkejut melihat Gerald memeluk erat Yoona. Geisha berbalik untuk kembali keluar.
Yoona menyadari keberadaan Geisha. "Kak Gei" panggil Yoona. Geisha menghentikan langkahnya kemudian menoleh.
Gerald melepaskan pelukannya. "Emm.. Ehehe, Gerald, seorang pelukis hebat sudah datang" kata Geisha. Gerald mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
Pelukis itu sedang melukis Yoona yang memakai pakaian ala para druckless.
Gerald menatap Yoona yang tersenyum manis. Dia terlihat sangat cantik.
Geisha menghampiri Gerald. "Apa kau tidak berniat mengembalikan Yoona pada keluarga nya? " tanya Geisha.
Gerald menatap Geisha. "Aku tahu, sayang. Kau pasti tidak mau berpisah darinya yang pasti akan melupakanmu, tapi.. Jika kau mengembalikan Yoona pada Raja Devano, maka Raja Devano akan bersimpati padamu. Dia akan berhenti memusuhi kerajaan kita. Kemudian itu akan memudahkanmu untuk mendapatkan Yoona suatu hari nanti" kata Geisha.
__ADS_1
Gerald menatap Geisha. "Kau benar juga, jika Alex tidak ingin aku mendekati adiknya, maka ayah nya bisa mendekatkan aku dengan putrinya" kata Gerald.
Geisha mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
"Sial!! Jadi Raja Gerald yang menculik Yoona ku!! " teriak Devano. "Panglima! Siapkan kuda! " bentak Devano setelah membaca surat undangan dari kerajaan Evallium.
Devano bersama beberapa pasukan druckless nya pun bergegas menuju ke kerajaan Evallium dengan kuda mereka.
♡♥♡♥♡♥♡
Devano sampai. Para prajurit kerajaan Evallium menyambut kedatangan Raja Devano dan pasukannya dengan baik.
Membuat Devano dan pasukannya heran. Namun mereka tetap waspada.
Devano memasuki istana. Dia melihat Geisha menghampiri nya kemudian melipat tangan kanan di depan dada.
"Selamat datang di istana Evallium yang mulia Raja Devano. Silakan masuk" kata Geisha.
"Dimana putriku? " tanya Devano. "Dia ada di dalam, Tn. Putri Yoona baik-baik saja" kata Geisha. Geisha menceritakan apa yang menimpa Yoona kecuali yang Gerald memberikan tanda kepemilikan nya pada Yoona.
Yoona menoleh dan terkejut melihat keberadaan ayahnya. "Ayah" Yoona berlari ke arah Devano kemudian memeluk ayahnya dengan erat.
Devano membalas pelukan putrinya itu dan mengangkat tubuh Yoona.
"Ayah aku rindu ayah! Apa kita akan bersama lagi ayah? Ibu merindukan ayah juga" kata Yoona.
"Tentu saja, kita akan menemui ibumu" kata Devano. Gerald tersenyum melihat kebahagiaan Yoona.
Devano menatap Gerald. "Terimakasih Raja Gerald, seperti nya permusuhan kerajaan kita selama ini adalah salah paham, ku kira kau bukanlah raja yang baik, mulai sekarang bagaimana jika kita mulai semuanya dari awal? " tanya Devano.
"Tentu saja" jawab Gerald. Yoona menghampiri Gerald. "Terimakasih ya, selama ini kau sudah menjadi kakak yang baik untuk ku" kata Yoona. Gerald mengangguk.
"Kita pasti akan bertemu lagi, iya kan" kata Yoona. Gerald mengangguk. "Tentu saja, jangan lupakan aku" kata Gerald. Yoona mengangguk.
Geisha tersenyum melihat itu. Devano juga tersenyum. "Seandainya Alex masih hidup, maka mungkin Yoona akan akrab dengan Alex seperti dengan Raja Gerald " batin Devano.
__ADS_1
Geisha melirik Devano. "Memang nya Raja Devano tidak tahu kalau Alexander masih hidup? " batin Geisha.
Yoona berlari kearah Geisha kemudian memeluk Geisha dengan erat. Geisha terkejut kemudian membalas pelukan Yoona dan membelai rambut Yoona dengan lembut.
"Terimakasih ya kak Gei" kata Yoona. "Iya, sayang, jaga dirimu ya" kata Geisha. Yoona mengangguk kemudian berlalu bersama Devano.
Gerald menatap punggung Yoona yang kian menjauh.
♡♥♡♥♡♥♡
Yoona tengah makan malam bersama dengan Devano dan Narura. Yoona tidak berhenti mengoceh tentang Gerald.
Narura tersenyum melihat Yoona bisa merasakan kasih sayang seorang kakak meski bukan dari Alex putranya. Devano memegang tangan Narura seolah mengerti dengan apa yang ada di pikiran Narura.
Devano mengangguk. Narura juga. Narura melelapkan kepalanya di dada bidang Devano. Devano merangkul Narura.
"Kemarilah, sayang " kata Devano sambil mengulurkan tangannya pada Yoona. Yoona mengangguk kemudian menghampiri ayahnya.
Devano merangkul Yoona dengan erat. Dia mencium kepala Narura dan Yoona bergantian.
Mulai saat ini dia tidak akan meninggalkan kedua wanita yang sangat dia sayangi. Meski dia berada di dunia druckless, dia akan selalu memantau mereka berdua.
Bukan hanya menyelamatkan dan mengembalikan Yoona padanya, tapi Gerald juga mengembalikan kebahagiaan mereka.
Kebahagiaan yang sempat hilang dan kini, mereka bersama. Semoga nanti tidak ada lagi yang mengganggu keluarga mereka.
"Ayah, apa ayah tidak akan pergi lagi? " tanya Yoona.
"Tidak sayang "
"Ayah janji? "
"Ayah janji"
♡♥♡♥♡♥♡
__ADS_1
By
Ucu Irna Marhamah