
Sam memasuki istana Diamond. Devano menoleh melihat Sam yang berjalan begitu saja melewatinya tanpa menyapa.
"Darimana saja kau? " tanya Devano.
Langkah Sam terhenti kemudian membalikkan badannya. "Dari kuil Agras" jawab Sam.
"Apa yang kau lakukan selama disana? Kau menghilang 3 hari" tanya Devano.
"Berdoa" jawab Sam.
"Untuk apa? " tanya Devano.
Sam menunduk. "Kematian ibuku sendiri " jawab Sam kemudian melanjutkan langkahnya.
Devano menghela napas berat.
♡♥♡♥♡♥♡
Bianca mendatangi kuil Argas untuk menemui putranya. Karena menurut pasukan chamelman nya, Sam kerap terlihat di kuil itu.
Yukari yang kebetulan berada disana menoleh. Bianca juga menoleh. Dia menyipitkan matanya. "Kkau? " kata Bianca sambil menunjuk Yukari.
Yukari tersenyum lembut pada Bianca. Dia menghampiri Bianca. Tidak ada dendam di mata Yukari untuk Bianca. Padahal Bianca sempat tidur dengan calon suaminya (Refano) yang bahkan belum pernah melakukan itu dengan dirinya. Ya itu sepenuhnya kesalahan Bianca, namun jika wanita pada umumnya akan sakit hati.
"Selamat datang di kuil Argas" sapa Yukari tak lepas dari senyumannya. Bianca menautkan alisnya. "Kenapa kau masih hidup? " tanya Bianca.
"Kau pikir kenapa dirimu juga masih hidup setelah ibu mertuaku membuatmu menjadi batu? " tanya Yukari sarkas namun masih dengan nada lembut dan ekspresi yang lembut juga.
Bianca muak melihatnya. "Haha, kau pasti di bangkitkan calon suamimu itu kan? Ahaha bahkan aku pernah.. Ehm menikmati malam bersamanya aku yakin kalian belum pernah melakukannya kan, oh aku beruntung sekali karena aku yang pertama menikmati tubuhnya... " Bianca menghentikan ucapannya dan melirik Yukari untuk melihat ekspresinya. Tapi Yukari terlihat biasa- biasa saja.
"Tentu saja aku dan Refano belum pernah melakukan itu karena kami bukan makhluk hina seperti dirimu " kata Yukari dengan ekspresi yang sama.
"Beraninya kau!! " Bianca melayangkan pukulannya ke wajah Yukari tapi Yukari menangkisnya dan balik memukul Bianca.
Terjadi perkelahian di dalam kuil. "Jika ingin bermain dengan ku, jangan di tempat suci, ayo keluar " kata Yukari sambil mengepakkan sayapnya yang berwarna hijau keluar dari kuil.
__ADS_1
Bianca mengikutinya dengan mengepakkan sayap putihnya.
Terjadi perkelahian jauh di luar kuil. "Seharusnya kau tidak ikut campur soal kerajaan, kau bukan bangsawan ataupun orang penting di kerajaan Diamond kan? " kata Yukari sarkas namun masih dengan ekspresi yang lembut berbanding terbalik dengan apa yang dikeluarkan dari bibir merah merekahnya.
Bianca makin kalap dan muak dia menghajar Yukari bertubi- tubi namun Yukari sama sekali tidak kalah. Dia pun menendang perut Bianca hingga Bianca tersungkur.
"Dan perlu kau ketahui Bianca, aku memang di bangkitkan oleh Refano, namun ramuannya masih kurang bahan yang penting sehingga ada orang lain yang juga membangkitkan diriku " kata Yukari.
Bianca berusaha bangkit, namun ternyata sebuah rantai bercahaya hijau mengikat tubuhnya.
"Wanita sialan!!! " teriak Bianca.
"Coba kau tebak, siapa yang membangkitkan aku? " tanya Yukari.
"Aku tidak peduli! " bentak Bianca.
"Orang yang sama yang juga telah membangkitkan dirimu! " kata Yukari.
"Aku bukan ahli manipulasi seperti dirimu, aku mengatakan hal yang sebenarnya! " kata Yukari.
Bianca menautkan alisnya.
"Ya, yang membangkitkan aku adalah anakmu sendiri! Samuel Lee!! Dia yang menyempurnakan ramuan buatan A... " ucapannya tidak diteruskan. Hampir saja dia keceplosan.
"Samuel benar-benar keterlauan! Berani sekali dia" geram Bianca.
"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan? Kau yang keterlaluan menelantarkan anakmu sendiri! Putramu sendiri!! Dan coba kau tebak, dimana dia tinggal dan mendapatkan kasih sayang yang seharusnya dia dapatkan darimu? " tanya Yukari.
"Diam!! " bentak Bianca.
"Dia tinggal di Argas! Bersama ku dia mendapatkan kasih sayang dariku karena aku sangat menyayangi anak tampanmu itu. Dia sangat baik dan berbanding terbalik dengan mu Bianca!! " teriak Yukari yang ekspresi wajahnya berubah menjadi penuh kebencian.
"Bahkan Devano tidak memperlakukannya seperti seorang anak! Dia tidak peduli pada anakmu! Dia tidak memperhatikan Sam! Itu salahmu Bianca! Salahmu yang sudah menghancurkan hubungan Devano dengan Narura! Karena mu, anakmu menjadi korban! " bentak Yukari.
Bianca benar-benar muak dan ingin menghajar wajah cantik Yukari. Namun apa daya, dia juga terikat rantai bermantra milik Yukari.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, Sam sedang menguping pembicaraan mereka. Dia terlihat sedih. Yukari benar, bahkan sangat benar.
Sam berjalan menghampiri Yukari. Yukari dan Bianca menoleh. Mereka berdua terlihat terkejut. Sam memeluk Yukari dengan erat. Yukari membalas pelukan Sam.
Bianca terkejut melihat itu. Selama ini dia tidak pernah memeluk Sam sama sekali. Dia terlalu fokus dan lebih memperdulikan ambisinya untuk menguasai Diamond.
Yukari merasakan luka mendalam yang dirasakan Sam melalui pelukannya.
"Bibi benar, aku menyayangi bibi juga" kata Sam. Yukari terharu. Dia meneteskan air matanya. "Bibi menyayangi mu juga, sangat menyayangi mu sayang " Yukari membelai punggung tegap Sam yang sudah lebih tinggi darinya.
Bianca sakit melihat darah dagingnya sendiri lebih menyayangi wanita lain yang sama sekali tidak ada ikatan darah dengan anaknya itu.
Tanpa dia sadari, air matanya juga mengalir. "Sam!! Aku ibumu! Bukan wanita sialan itu!! " teriak Bianca. Sam melepaskan pelukannya kemudian menatap Bianca penuh dengan luka.
"Ibuku? Ya kau ibuku ibu yang paling ku sayangi dibandingkan siapapun meski tidak pernah menyayangi ku " kata Sam.
Yukari mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan air matanya.
"Sam! Aku melakukan ini semua bukan untukku saja! Tapi juga untuk mu! Agar kau bisa menjadi raja! " bentak Bianca.
"Aku tidak menginginkannya! Aku tidak mau menjadi Raja! Aku hanya ingin menjadi anak ibu! " kata Sam sangat menyayat hati ucapannya itu. Bianca menatap nanar putra semata wayangnya itu.
Tiba-tiba, pasukan chamelman datang dan menyerang orang -orang kuil.
Yukari segera berlari ke arah kuil dan menolong para penjaga kuil dan hamba dewa dari serangan para chamelman.
Sementara itu, Bianca dan Sam masih saling menatap. Beberapa chamelman menolong ratu mereka melepaskan ikatan rantai itu.
"Baiklah Sam, jika kau tidak menginginkan aku ataupun Diamond, tapi aku yakin kau pasti akan kembali padaku" kata Bianca kemudian menghilang bersama para chamelman lainnya.
Sam terduduk dan menangis, sakit sekali rasanya. Ibunya.. Ayahnya.. Tidak ada yang peduli padanya. Selama ini hanya pamannya yang menjaga dan melatihnya menjadi seorang pria druckless sejati. Dan belakangan ini juga Bibinya yang memanjakannya seperti seorang ibu. Dia sangat menyayangi Refano dan Yukari sepenuh hati. Mereka berdua lebih pantas di sebut ayah dan ibu.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1