DIA HANTU

DIA HANTU
PERPISAHAN


__ADS_3



Malam ini hujan deras mengguyur membasahi tanah kerajaan Diamond. Narura dan Devano tertidur pulas dikamar mereka.



Narura berkali-kali mengubah posisi tidurnya walau dengan mata terpejam.



Tiba-tiba terdengar suara gedubrak. Seketika Narura membuka matanya. Dia melirik Devano yang masih terlelap.



Narura beranjak dari tempat tidurnya dia berjalan menuju kamar Alex yang berada disamping kamarnya.



Pintu ganda kamar tersebut dia buka. Narura terkejut melihat  Alex ketakutan karena dikamar itu dia tidak sendiri. Seorang wanita berambut seputih salju tersenyum menyeramkan pada Alex.



"Apa yang kau lakukan ! Wanita sialan!! " teriak Narura.



Wanita yang tak lain Bianca itu menoleh kemudian tersenyum menakutkan.



"Halo manusia"



"Jangan tersenyum seperti itu! Kau pikir aku takut!! Apa yang kau lakukan pada Alex ku! "



"Aku hanya ingin berkenalan dengan makhluk setengah manusia dan setengah druckless itu "



"Dasar munafik! Pergi kau! " teriak Narura.



Devano muncul dan menghampiri Narura. Bianca segera menjauh dan menggendong Alex.



"Ah? Apa yang kau lakukan Bianca! " bentak Devano.



"Owh halo sayang, aku ingin putramu" kata Bianca.



"Ayah.. Ibu... " Alex menangis dan meronta.



"Diam anak kecil! " bentak Bianca.



"Jangan sakiti dia! Jalang! " bentak Narura.



"Diam kau! " bentak Bianca sambil menujuk wajah Narura.



"Hentikan drama ini Bianca! " bentak  Devano.



"Dengan senang hati, tapi aku ingin kau.. Memilih satu diantara kalian yang akan kubawa! " kata Bianca.



"Apa maksudmu! " bentak Devano.



"Jika kau memilih wanita itu, maka aku akan membunuhnya,kau dan anakmu aman, begitu pun jika kau memilih anak ini, kau dan wanita itu aman, tapi jika kau memilih dirimu sendiri, wanita itu dan anakmu aman" kata Bianca.



"Shit! Aku tidak akan mengorbankan mereka atau diriku sendiri! Kau gila!" bentak Devano.



Bianca memeluk erat Alex "percayalah aku tidak suka anak kecil! "



Devano kehabisan kata dan cara. Dia menyerang Bianca meski Bianca menjadikan Alex tawanan.



Terjadi perkelahian. Narura memegang dadanya yang sesak dan khawatir melihat  putranya disandra wanita itu.



Tiba-tiba terjadi ledakkan besar. Api berkobar. Narura terpental jauh akibat ledakan itu. Narura makin panik. Dia pun bangkit sambil memegang perutnya. Dia mencari kesana-kemari. Memastikan Alex baik-baik saja.



"Ibu.. Ibu... "



Narura dapat mendengar suara itu. Itu suara Alex. Dia berlari pelan menuju sumber suara. Dia melihat  Alex. Tapi juga wanita itu.



"Bianca! Lepaskan anakku! "



"Tidak akan, aku belum mendapat jawabannya dari Devano "



"Kau benar-benar sialan! Apa tidak ada lagi pria di dunia ini sampai kau harus merebut suami orang! " bentak Narura yang sudah berada diambang kesabarannya.



"Kau yang merebut Lee dariku! Kau! "



"Apa? Bukankah sebelum dia mengenalku pun dia sudah membuangmu! "



"Jaga ucapanmu jalang! "



"Kau yang jalang! Jalang!"



"Devano mengenalmu sejak kau kecil! Dan saat itu, aku... Aku mencintainya tapi kau menghalangi jalanku! "



"Terserah padamu, tapi ku mohon kembalikan putraku"



"Tidak! "



Narura sangat marah. Dia menghampiri Bianca.

__ADS_1



"Apa yang kau lakukan! Jangan mendekat! "



Narura tidak menggubris ucapan Bianca. Dia menjambak rambut Bianca dan menarik Alex ke pangkuannya.



"Euuhh wanita sialan!! " Bianca memukul wajah Narura hingga tersungkur.



Alex juga terjatuh . Dia menangis keras.



"Wanita sialan!! " Bianca berkali-kali memukul Narura.



Alex makin kencang menangis melihat  ibunya disiksa wanita jahat itu.



Tiba-tiba ledakan kembali terdengar. Malam itu, kerajaan Diamond menyala karena api yang membakarnya.



Semua druckless yang ada diistana itu ribut mencari aman. Ada juga yang mencari Tuan mereka.



Narura tersungkur. Darah mengalir membasahi pahanya dan betisnya.



Bianca akan memukul Narura lagi, tapi sebuah tangan besar menahannya.



Narura dan Bianca menoleh ternyata Refano.





                                             Refano Lee



"Adikku memang payah, maafkan dia.. Dan maafkan aku.. Ini demi keselamatanmu dan anakmu yang belum lahir, jaga dia dengan baik" kata Refano.



Tiba-tiba, pandangan Narura menjadi gelap dan dirinya merasa berputar-putar serta melayang.



Tiba-tiba, dia terkapar di depan mansion kuno. Mansion peninggalan nenek moyangnya.



Narura merasa lemas dan dia pun tak sadarkan diri.



♡♥♡♥♡♥♡



Suara burung bernyanyi bersahutan membangunkan seorang wanita yang terlelap dipelataran mansion kuno.



Perlahan mata indah itu terbuka. Dia bangkit duduk dan menatap kesekeliling.






Alex, putranya, disandra wanita itu. Wanita yang sama sekali tidak ada baiknya dari segala sisi.



Narura juga ingat saat Refano menolongnya dan mungkin dia lah yang mengembalikan Narura ke dunia nyata.



Narura memegang perutnya. Janin itu masih ada. Darah kering yang semalam mengalir membasahi paha dan betisnya kini sudah mengering.



Perlahan Narura bangkit dan memasuki mansionnya. Dia membersihkan diri dan menatap pantulan dirinya dicermin.



Kini dia sendiri. Tidak tapi berdua dengan anak yang dia kandung. Tanpa Devano.



Refano benar. Devano payah dan lemah. Selalu berjanji untuk melindungi Narura serta anak mereka dan tidak akan membiarkan hal buruk menimpa mereka. Namun pada kenyataannya Devano tidak bisa menepati janjinya.



Narura menggeleng. Dia tidak akan menangisi nasibnya lagi. Dia akan berusaha mandiri dengan atau tanpa Devano.





Tiba-tiba sebuah tangan memegang bahu Narura. Narura terhenyak kemudian menoleh.



Ternyata Refano. Narura gemetar ketakutan. Perlahan tangan Devano membelai luka di dahi Narura bekas pukulan Bianca.



"Hh" ringis Narura.



Luka itu menghilang. Narura menatap wajah Refano yang terlihat datar namun tersira kecemas.



"Maaf" kata itu yang terucap dari bibir Refano.



Tangan Refano turun dan menyentuh bibir Narura yang juga terluka.



"Hhh" ringis Narura lagi.



Luka itu juga hilang. Refano menatap mata Narura yang sudah menggodanya sejak pertama bertemu.



Perlahan Refano mendekatkan wajahnya dan mencium pelan bibir Narura.



Narura menikmati perlakuan Refano. Tiba-tiba Narura mendorong dada Refano. Ciuman itu terlepas.



"Apa yang kau lakukan disini? " tanya Narura.

__ADS_1



"Aku mencemaskanmu, Naru, "



"Bagaimana keadaan Alex dan Vano? Lalu Ibu? Lalu wanita sialan itu? Apa wanita itu mati? "



"Jawabannya.. Belum saatnya kau tahu, percayalah, kondisimu buruk hari ini, aku akan kembali menyelesaikan semuanya. Jaga anakmu" kata Refano sambil membelai perut buncit Narura kemudian menghilang dari pandangan Narura.



"Refano!! Refano!! Jangan pergi dulu!!! " teriak Narura.



Narura pun terduduk lemas dan menangis.



♡♥♡♥♡♥♡



8 tahun kemudian



Terlihat seorang wanita cantik tengah membereskan beberapa pot bunga ke rak yang tersedia.



Seorang gadis kecil berkuncir dua membantunya. "Ibu bunga ini indah sekali" kata gadis kecil itu.



"Namanya mawar putih sayang" kata  wanita yang tak lain adalah Narura. Dan gadis kecil itu adalah putrinya.



Narura membuka toko bunga. Dia juga magang di sebuah rumah sakit di dekat mansionnya.



"Mawar ini putih, tandanya suci kan bu, aku suka sekali" kata gadis kecil itu menggemaskan.



Narura menghampirinya kemudian membelai kepala putrinya itu.



"Yoona sayang, bunga mawar putih ini memang indah dan wangi dan juga perlambang kesucian karena warnanya, namun jangan salah, bunga ini memiliki duri tajam yang siap menyakitimu kapan saja saat memegangnya. Tidak semua yang putih itu suci.. Seperti dia.. " kata Narura sambil menatap kosong.



"Dia? Siapa bu? " tanya gadis yang bernama Yoona itu.



"Ah? Itu.. Emm itu dia bunga mawar putih " kata Narura celingukan sambil menunjuk bunga mawar putih yang dari tadi dibahas putrinya.






 



                                       Yoona Ayame



Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan mereka dari jauh dengan senyuman wibawa.



Dia adalah....



























REFANO



Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga


Maaf aku tidak mau menyakitimu dengan apa yang sebenarnya terjadi


Bersabarlah



Refano Lee




By



Ucu Irna Marhamah


__ADS_1



__ADS_2