DIA HANTU

DIA HANTU
INGATAN


__ADS_3



Yoona pulang ke mansion malam ini juga. Dia benar-benar shock. Untung masih ada taxi yang lewat. Dan dia hampir saja membekukan sang sopir saking terkejutnya melihat sopir taxi itu memakai kacamata hitam namun malah terlihat merah oleh Yoona.



Yoona memasuki mansion. Dia mengetuk kamar Narura. Didalam, Narura dan Devano terkejut, pasalnya mereka sama-sama tidak memakai pakaian. Ehm



Narura segera mengambil jubah tidurnya. Dia mendekati pintu. "Siapa? " tanya Narura. "Ini aku bu, Yoona " jawab Yoona.



Narura melirik Devano. Devano mengangguk. Narura pun membuka pintu.



Grep



Narura terkejut karena Yoona yang tiba-tiba memeluknya dengan erat.



"Kenapa sayang? " tanya Narura.



"Aku mau bicara " jawab Yoona.



Narura menoleh kearah Devano namun tidak ada Devano disana. "Ayo sayang"



♡♥♡♥♡♥♡



Narura terkejut mendengar cerita Yoona. "Ibu juga" kata Narura. "Benarkah? " tanya Yoona tak percaya.



Narura menceritakan semuanya. "Jadi ada ayah? " tanya Yoona. Narura mengangguk. "Hmm, aku ragu, apa ayah melindungi kita " gerutu Yoona.



"Dia sangat melindungi kita, percayalah, dia tidak akan membiarkan kita mati celaka, akan tiba saatnya dimana kita akan bersama seperti layaknya keluarga, percayalah" Narura membelai kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.



Yoona memberikan jubah yang tadi ditinggalkan pria yang telah menolongnya. "Ini apa? " tanya Narura. "Ini jubah milik orang yang telah menyelamatkan aku bu" jawab Yoona.



"Benarkah? Kenapa dia meninggalkannya? " tanya Narura. "Entahlah, mungkin tidak sengaja" jawab Yoona.



Hening



"Apa aku punya penyakit bu? " tanya Yoona. Narura terkejut dengan pertanyaan Yoona. "Darimana dia tahu?" batin Narura.



Tentu saja Yoona mendengarnya. "Jadi benar bu? " tanya Yoona. "Siapa yang bilang? " tanya Narura.



"Orang yang menyelamatkanku barusan" jawab Yoona. "Baiklah, kau memang memiliki penyakit langka syndrom aneh yang menyebabkanmu mudah melupakan sesuatu yang sepele. Apa kau ingat nama teman yang pernah membullymu? " tanya Narura.



Yoona berpikir keras. "Itu sudah lama sekali " jawab Yoona. "Kau lupa" kata Narura.



"Sejak kapan aku memiliki penyakit itu? " tanya Yoona. "Sejak kau lahir, entahlah itu bawaanmu sejak lahir" kata Narura.



"Benarkah? Kenapa ibu tidak memberi tahu aku? " tanya Yoona. "Karena ibu tahu, itu hanya sia-sia kau malah semakin terpuruk" kata Narura.


__ADS_1


"Apa semacam Amnesia? " tanya Yoona. "Tidak separah itu " jawab Yoona.



"Baiklah, kalau begitu aku mau tidur dengan ibu, aku benar-benar takut" kata Yoona. "Baiklah kita tidur di kamarmu" kata Narura.



♡♥♡♥♡♥♡



Keesokan harinya, Yoona kembali ke asrama. Yoona terkejut melihat banyak orang yang tengah ribut di asrama.



"Permisi, ada apa? " tanya Yoona. Semua mata tertuju padanya. Membuat Yoona jadi salah tingkah. Pak Hamura kepala asrama menghampirinya.



"Yoona, kami mencemaskanmu, kau dari mana saja? Kami pikir seseorang menculikmu" kata Hamura. Mencemaskannya? Semalam dia berteriak kencang! Memang tidak ada yang mendengarnya? Tapi dia senang juga karena semua orang memperdulikannya. Mengingat dia tidak pernah dipedulikan orang lain selama di sekolah akademi. Dan dia malah di bully.



" Nn. Yoona? Kenapa melamun? Apa ada sesuatu yang buruk yang terjadi yang membuat anda tidak ada di asrama? " tanya Mizo membuyarkan lamunan Yoona.



"Emm, tidak ada.. Semalam, aku.. Aku hanya ingin pulang karena merindukan ibuku" jawab Yoona mencari alasan.



"Seharusnya kau memberitahu seseorang agar kami tidak cemas " kata Hamura.



"Iya, kami mencemaskanmu" kata Miragi. "Aku juga" kata Dafny.



"Emm, maaf, tadinya aku mau bilang, tapi takut mengganggu kalian " jawab Yoona.



"Iya juga ya, tapi tidak apa-apa, lain kali bicara saja, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan salah satu muridku" kata Hamura.




Setelah banyak bicara, Yoona memasuki kamarnya memastikan kamarnya baik-baik saja. Yoona membuka pintu kamar. Dan betapa terkejutnya dia.



Semuanya tampak baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda kerusakan pada kamarnya. Kaca jendelanya masih baik-baik saja dan terlihat normal. Lalu lemarinya juga masih utuh.



"Makhluk apa yang semalam? " gumam Yoona. Kemudian dia menyingkap lengan kaos panjangnya. Masih jelas terlihat bekas cakaran makhluk itu pada lengannya.



♡♥♡♥♡♥♡



Devano melihat jubah yang diberikan Narura padanya. Narura pun duduk berhadapan dengan Devano.



"Itu yang Yoona bawa semalam" kata Narura. Devano menghirup aroma yang berasal dari jubah itu. Narura mengerutkan dahinya. "Apa yang kau lakukan? " tanya Narura.



Devano berhenti menghirup aroma jubah itu. "Ku kira jubah ini milik Refano" gumam Devano.



"Jadi? " tanya Yoona.



"Ini diluar dugaanku, jubah ini milik Samuel " kata Devano.



"Maksudmu? Putramu dengan Bianca? " tanya Narura.



♡♥♡♥♡♥♡

__ADS_1



"Iya!! Kau benar sekali! " kata wanita berambut putih itu. Ya! Dia Bianca, Bianca dibangkitkan kembali oleh Samuel.



"Kenapa ibu menyerang gadis yang sama sekali tidak akan mengancam nyawamu? Apalagi ibu menggunakan chamelman" tanya Samuel.



"Itu karena aku benci Narura " kata Bianca.



"Lalu apa salah Yoona? "



"Karena dia lahir dari rahim Narura!! "



"Menyesal aku membangkitkan ibu" kata Samuel kemudian berlalu.



"Ini juga demi dirimu Sam!! " teriak Bianca. "Aku tidak akan merebut Devano darimu Naru, aku hanya akan merebut tahtanya, dari dulu aku hanya mencintai tahtanya" geram Bianca.



♡♥♡♥♡♥♡



Refano menatap nanar keponakannya. "Kenapa kau membangkitkan ibumu? Kami kesulitan menghadapinya" kata Refano.



"Maaf paman, aku benar-benar membutuhkan ibu, tapi aku tidak mengira ibu akan sejahat itu" jawab Samuel. Refano menghela napas berat.



"Sekarang dimana dia? " tanya Refano. "Di bawah gunung chamelman" jawab Samuel.



"Disana sangat berbahaya, ya sudah, kembali ke istana mu" kata Refano. "Paman marah padaku? " tanya Samuel.



"Entahlah, yang pasti aku benar-benar kecewa" kata Refano.



"Tenang saja, aku tak akan menyakiti keponakan perempuan mu" kata Samuel kemudian berlalu.



♡♥♡♥♡♥♡



Samuel tidak pulang ke istana, sudah 2 hari dia tinggal di kuil. Selain itu, Devano tidak pernah menanyakannya.



Samuel memasuki kuil kemudian menyimpan dupa didepan patung dewa.



"Sudah kembali? " tanya seorang wanita cantik. Samuel menoleh. "Iya bi" jawab Samuel.



"Bagaimana kabar Refano? " tanya wanita itu. "Dia marah soal aku yang membangkitkan ibuku" jawab Samuel.



"Itu tidak akan lama, Refano pasti akan memaafkanmu" kata wanita itu.



"Terimakasih... Bibi... Yukari"



♡♥♡♥♡♥♡



By

__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2