DIA HANTU

DIA HANTU
TEROR


__ADS_3



Narura pulang dari rumah sakit. Dia tinggal sendiri di mansion karena Yoona masih tinggal di asrama. Narura terkejut melihat keberadaan Devano yang duduk di sofa.



"Vano? " tanya Narura. Devano menoleh. "Hai sayang" sapa Devano sambil beranjak menghampiri Narura. "Kau disini? " tanya Narura. "Tentu saja, aku merindukanmu" jawab Devano.



Narura memeluk Devano. "Aku merindukan mu juga" bisik Narura. Tanpa mereka sadari, sepasang mata berwarna merah mengawasi mereka dengan penuh kebencian.



"Dimana Yoona? " tanya Devano. "Dia di asrama" jawab Narura. "Kalau begitu kita hanya berdua? " goda Devano.



Makhluk bermata merah itu mendesis. Ternyata bukan hanya satu, tapi ada 3 ekor. "Aku masak dulu ya" kata Narura. "Iya" jawab Devano.



Narura memasak bento untuk Devano. Devano duduk di meja makan. Dia memperhatikan gerak-gerik Narura.



Tiba-tiba terdengar suara gedebuk dari ruang tengah. Narura dan Devano menoleh kearah sumber suara.



"Biar aku cek" kata Devano. Narura mengangguk kemudian melanjutkan memasak.



Devano memasuki ruang tengah yang gelap. Dia berjalan di kegelapan. Kemudian dia menekan stopkontak. Cahaya lampu pun menerangi ruangan itu.



Tidak ada apapun di ruangan itu. Tiba-tiba dia mendengar suara teriakan Narura dari dapur.



Devano segera berlari kedapur. Dia terkejut melihat 2 makhluk menarik kedua tangan Narura. Mereka menyerupai bunglon namun memiliki tangan dan kaki seperti manusia dan matanya menyalang merah.



Devano segera mengaktifkan kekuatan airnya dan menyerang makhluk itu dengan air yang dibekukanny menyerupai tombak dan menancap di leher makhluk itu.



Makhluk aneh itu berteriak meraung. Kini tinggal satu lagi makhluk yang mencengkram lengan Narura. Narura mengambil panci berisikan air yang mendidih kemudian disiramkan ke tubuh makhluk itu.



Makhluk itu menggeram kepanasan dan melepaskan cengkramannya pada tangan Narura. Narura pun berlari kearah Devano.



Devano menyembunyikan Narura dibelakangnya. Makhluk -makhluk itu makin banyak dan mendekat.



Devano kebingungan harus apa, namun dia mengeluarkan apinya untuk membakar mereka. Tadinya, dia tidak mau mengeluarkan apinya karena bisa saja api itu membakar mansion.



Makhluk -makhluk itu pun menghilang. Devano menghilangkan apinya. Narura terkulai lemas. Dia benar-benar shock.

__ADS_1



"Temani aku malam ini saja, aku benar-benar takut Vano" pinta Narura dengan memelas.



Sebenarnya masih banyak tugasnya di Kerajaan. Namun bagaimana pun, dia juga harus bertanggung jawab sebagai suami.



"Baiklah, malam ini saja"



♡♥♡♥♡♥♡



Yoona memasuki kamar asramanya. Dia menghela napas berat karena hari ini banyak sekali tugas yang diberikan gurunya.



Dia menutup pintu kemudian membawa laptopnya menuju ranjang. Tanpa dia sadari, makhluk yang sama yang mengganggu Narura berdiri di belakangnya siap menerkam Yoona.



Yoona membuka laptopnya dia terkejut melihat bayangan makhluk itu di layar laptopnya. Makhluk itu akan menerkam Yoona, namun dengan cepat Yoona berbalik dan mengarahkan telapak tangannya ke arah makhluk itu dan makhluk itu pun membeku karena kekuatan Yoona.



Jantung Yoona berpacu cepat saking terkejutnya. "Oh god! What it is? " gumam Yoona.



Yoona segera menuju ke pintu sebelum makhluk itu lepas karena esnya mencair. Yoona berusaha membuka pintu, namun entah kenapa pintunya terkunci dari luar.




Es yang membekukan makhluk itu pun perlahan mencair. Dan makhluk itu pun kembali bebas. Dia menatap Yoona dengan garang.



Yoona bersandar pada pintu. Kedua kakinya gemetar melihat mata makhluk itu yang menyala merah.



"What it is? Owwhhh you are very ugly I dont like your scent!! " teriak Yoona.



Makhluk itu mendekati Yoona. "No!! Dont you disturb me shit!! Go go go away !! Help!! " teriak Yoona.



Makhluk itu makin dekat. Dengan segenap keberanian, Yoona menendang makhluk itu dengan kekuatannya. Dan makhluk itu pun terlempar hingga menembus kaca jendela dan pastinya dia terjatuh ke bawah.



Yoona menghela napas lega. Namun jantungnya masih berpacu cepat. Tiba-tiba lemarinya bergemuruh. Yoona melihat sesuatu yang merah menyala di dalam sana lewat celah lemari.



Yoona yakin itu makhluk yang sama dengan yang barusan. Yoona menendang pintu, namun pintu tak kunjung terbuka.



Makhluk itu muncul keluar dari dalam lemari. Lemarinya hancur. Yoona membelalak. "Oh shit my new wardrobe!! Owwhh anyone help me!! " Lagi-lagi Yoona mengumpat saking takutnya. Dia menggedor- gedor pintu kamarnya.

__ADS_1



Makhluk itu kian mendekat. Yoona mengarahkan telapak tangannya pada makhluk itu. Makhluk itu pun membeku seperti yang tadi.



Yoona menatap pintu. Dia segera menendang pintu itu dengan kekuatannya dan untungnya kali ini pintu itu berhasil terbuka.



Yoona segera berlari sekencang yang dia bisa. Lorong asrama tampak sepi dan gelap. Yoona terus berlari tanpa peduli dengan gelapnya lorong itu. Tidak ada pencahayaan sama sekali. Seluruh jendela di tutup rapat oleh gorden sehingga cahaya bulan tidak mampu menembusnya.



Tiba-tiba, Yoona merasa menubruk sesuatu. Yoona tersungkur ke lantai. Dia mendongkak yang dia lihat hanya 2 bola mata merah yang menyala menatap dirinya.



"No!! " Yoona menyeret kedua kakinya agar segera berdiri, namun makhluk itu lebih cepat mengangkat tubuh Yoona. Dan Yoona merasa lengannya di cakar.



"Aarrrgghhh!! Help me!! " teriak nya. Yoona mengeluarkan air dari telapak tangannya kemudian air itu membeku membentuk pisau belati dan dia mengarahkan pisau itu ke salah satu mata makhluk tersebut.



Makhluk itu mengerang kesakitan dan Yoona pun berhasil lepas. Dia berlari menuruni tangga namun karena gelap, dia malah terjatuh berguling-guling sampai ke lantai bawah.



Yoona meringis, lagi-lagi dia harus mengalami hal ini. Yoona beranjak meski kepalanya masih sakit dan dahinya mengeluarkan darah.



Yoona berlari mencari Mizo si penjaga asrama. "Pak Mizo!! " teriak Yoona. Dia pun keluar dari asrama menuju ke pos penjaga.



Yoona melihat siluet di dalam pos. Yoona yakin itu Pak Mizo. "Pak Mizo!! " Yoona menggedor-gedor pintu pos. Tiba-tiba pintu pos hancur dan keluarlah makhluk yang sama. Jadi yang tadi bukanlah siluet Pak Mizo. Melainkan siluet makhluk itu.



Yoona mundur. Dia benar-benar kehabisan tenaga karena terjatuh dari tangga. Tiba-tiba seseorang berjubah biru gelap muncul di hadapan Yoona.



Makhluk itu seperti ketakutan pada si pria yang berjubah itu. Yoona tidak bisa melihat dengan jelas siapa pria itu karena dia membelakangi Yoona.



"Jangan ganggu dia! " kata pria itu lantang. Makhluk itu terlihat ketakutan kemudian menghilang dari pandangan.



Pria itu akan menghilang, tapi Yoona menarik jubah pria itu. Pria itu sedikit menoleh. Yoona melihat dengan jelas wajah pria itu, tapi pria itu berbeda dengan pria yang pernah menyelamatkannya dulu waktu dia di serang naga.



"Tu.. Tunggu.. Kkau siapa? " tanya Yoona gugup. "Percayalah, kita pasti akan bertemu lagi, semoga penyakitmu cepat sembuh dan ingatanmu menjadi lebih kuat" kata pria itu kemudian menghilang dari pandangan Yoona.



Yoona mengerutkan dahinya. Jubah pria itu tertinggal dan kini didalam genggaman Yoona.



♡♥♡♥♡♥♡


By

__ADS_1


Ucu Irna Marhamah



__ADS_2