
Terlihat seorang pria berjubah berlari terseok-seok. Tubuhnya di penuhi luka. Jubah hitamnya juga sudah robek.
Pria itu tersungkur jatuh ke anak tangga. Dia meringis kesakitan. Kemudian dia mendongkak mendapati dirinya terjatuh di depan sebuah mansion kuno.
Pria yang usianya sekitar 23 tahun itu tak lain adalah Gerald. Gerald mengatur napasnya yang terengah. Hari ini, dia bertarung dengan seseorang di dunia druckless.
Dan itu menyebabkan dia melarikan diri ke dunia manusia. Dia hampir sekarat saking lemahnya. Terdengar suara langkah kaki menghampiri nya.
Gerald segera menghunus pedangnya. Langkah itu semakin dekat dari arah belakang Gerald.
Dengan cepat, Gerald berbalik dan mengarahkan pedangnya.
Gerald terbelalak. Ujung pedangnya hampir mengenai dagu seorang gadis kecil yang manis.
"Ibu.. " gumam gadis kecil itu dengan suara gemetar. Gerald segera kembali menyimpan pedangnya.
"Emm.. Maaf.. Nn. Kecil yang manis" kata Gerald berusaha menenangkan gadis manis itu.
Gadis kecil itu pun terlihat kembali tenang. "Kau bisa melihatku huh? " tanya Gerald..
Gadis kecil itu mengangguk. "Aku melihat mu, semua orang pasti melihat mu" kata gadis itu dengan polosnya. Tentu saja Gerald mengerti kalau gadis itu memang masih polos dan belum memiliki dosa.
Memang apa yang bisa di lakukan gadis yang usianya sekitar 5 tahun itu.
"Kau terluka" kata gadis kecil itu sambil memegang pipi Gerald yang terdapat luka robeknya. Gerald meringis saat tangan mungil itu memegang lukanya.
"Ma.. Maaf Tn. " kata gadis kecil itu. Gadis itu mengambil ember berisi air kemudian dengan gerakan tangan kanannya, dia mengendalikan air itu.
Gerald terkejut. "Jadi, gadis ini juga druckless seperti ku? Pantas saja dia bisa melihat ku" batin Gerald.
Gadis kecil itu mengarahkan air tersebut ke pipi Gerald. Saat air yang di kendalikan gadis kecil itu mengenai pipi Gerald, Gerald meringis lagi.
"Maaf, ini memang sakit" katanya. "Siapa namamu? " tanya Gerald. "Yoona.. Yoona Ayame" jawab gadis kecil yang ternyata bernama Yoona.
"Nama yang bagus dan cantik seperti mu" kata Gerald yang gombal. Ingat Gerald, gadis kecil di hadapanmu itu masih polos.
Ajaib! Luka di pipi Gerald menghilang. Gerald terkejut dengan kemampuan Yoona.
Terdengar suara langkah kaki. Yoona membalikkan badannya ternyata seorang wanita cantik yang datang menghampiri nya.
"Kau darimana sayang? Ibu mencarimu, ayo kita makan siang" kata wanita cantik yang tak lain adalah Narura.
"Maaf bu, aku main hehe, oh ya boleh aku mengajak temanku makan bersama kita? " tanya Yoona.
__ADS_1
"Tentu saja sayang, siapa dia? Shiray ?" tanya Narura. "Bukan bu, ini teman baru ku" kata Yoona.
"Yoona punya teman baru? Dimana? " tanya Narura. Yoona berbalik tapi matanya tidak menemukan sosok itu. Sosok yang baru saja di tolongnya.
"Tadi dia disini bu" kata Yoona. "Siapa sayang? " tanya Narura. "Aku tidak tahu namanya" jawab Yoona kecewa.
"Seperti apa dirinya? " tanya Narura. "Dia tampan, tinggi dan berjubah" kata Yoona.
Narura terlihat berpikir. Dia jadi membayangkan Devano. "Jadi temanmu laki-laki? Apa dia seusiamu? " tanya Narura.
"Tidak bu, dia sudah dewasa" jawab Yoona. Narura mengerutkan dahinya. "Emm.. Ya sudah, kita makan dulu ya, nanti setelah makan kita cari dia ya" kata Narura kemudian menggenggam tangan Yoona dan berlalu.
Gerald yang sedari tadi berdiri di dahan pohon tak jauh dari tempat Narura dan Yoona berbincang. Dia tersenyum tampan.
"Dia bilang aku tampan " gumam Gerald. Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahu Gerald. Gerald terhenyak kemudian menoleh ternyata kakak perempuannya.
"Kak Geisha" gumam Gerald. "Aku mencarimu, kenapa kau di dunia manusia? " tanya kakaknya Gerald yang bernama Geisha.
"Jadi kakak tahu aku berkelahi? " batin Gerald. Geisha menoleh. "Tentu saja, kau tidak bisa menyembunyikan pikiran mu dari ku, sebelum kau pergi meninggalkan istana, kau memikirkan cara untuk mengalahkan pria itu " kata Geisha.
Gerald terhenyak. Dia baru ingat kalau Geisha mampu membaca pikiran orang lain.
"Asal kau tahu, wanita yang tadi mengandeng tangan gadis kecil itu adalah Narura Ayame, istri dari raja Devano Lee" kata Geisha.
Deg
Gerald menatap Geisha. "Dan kau tahu apa artinya? Pria yang berhasil membuatmu terluka seperti ini adalah kakaknya gadis kecil itu. Dengan kata lain, adiknya sendiri yang menyembuhkan luka yang dibuat kakaknya, Alexander Lee" kata Geisha.
Deg
"Jadi bagaimana? " tanya Geisha. "Aku tidak peduli pada Alexander atau pun Devano, aku menyukai gadis kecil itu. Akan ku tunggu sampai gadis kecil itu dewasa dan aku akan memiliki nya " kata Gerald.
Geisha tersenyum. "Berusaha lah sayang " kata Geisha sambil menepuk bahu Gerald.
♡♥♡♥♡♥♡
Yoona sedang bermain boneka di teras mansion. Dia terlihat senang dengan boneka -boneka nya yang sangat banyak itu.
"Hai" Yoona terkejut mendengar suara bariton yang menyapanya. Yoona menoleh. Rambut panjangnya bergerak karena angin.
Ternyata Gerald. Yoona merinding dengan kehadiran Gerald. Gerald duduk berhadapan dengan Yoona.
"Apa kau mengingatku? " tanya Gerald. "Iya, kemarin aku menunggumu tapi kau tidak kembali" kata Yoona sambil cemberut membuat Gerald tersenyum geli melihat ekspresi manis gadis kecil itu.
__ADS_1
"Ayo main! " kata Yoona semangat sambil memberikan boneka beruang besarnya dan boneka unicorn nya pada Gerald. Gerald menerimanya.
"Oh ya, siapa namamu Tn. ?" tanya Yoona. "Panggil aku Geraldo Evaldion" jawab Gerald.
"Mana nama panggilanmu? Yang kau sebut itu terdengar aneh" kata Yoona dengan polos. Gerald terkekeh.
"Panggil saja aku Gerald" jawab Gerald. "Emm baiklah " jawab Yoona.
Sunyi
Yoona asyik main sendiri dan Gerald bingung harus main seperti apa? Dia menatap Yoona.
"Yoona " panggil Gerald. Yoona mendongkak. "Kau tahu namaku? Darimana? " tanya Yoona.
Gerald mengerutkan dahinya. "Bukankah kemarin kau memberitahuku? " tanya Gerald. "Benarkah? Aku lupa" kata Yoona.
"Secepat itu dia lupa? Jangan -jangan dia juga akan melupakanku" batin Gerald. "Bukan begitu, aku memang tidak ingat, tapi aku tidak akan melupakanmu" kata Yoona.
Gerald terkejut. "Kau bisa membaca pikiran ku? " tanya Gerald. "Kau kan bilang begitu, aku mendengar nya " kata Yoona.
"Dia memiliki kekuatan yang sama dengan kak Geisha " batin Gerald.
"Oh ya Yoona boleh aku mencintai mu? " tanya Gerald menggoda Yoona.
Yoona menatap Gerald. "Boleh " jawab Yoona dengan polosnya. Gerald tertawa bahagia. Padahal dia tahu jawaban Yoona hanyalah jawaban anak kecil yang polos.
"Lalu, kau mau mencintai ku? " tanya Gerald. Lagi -lagi Yoona mendongkak menatap Gerald. "Baiklah, karena kau tampan, aku akan mencintai mu" jawab Yoona enteng. Lagi -lagi Gerald tertawa.
"Sedang apa kau disini? " suara bariton itu mengejutkan mereka berdua. Terlihat seorang pria tampan berdiri di dekat gerbang mansion.
Gerald menautkan alisnya dengan tajam. Pria yang ternyata adalah Alexander itu tak kalah menatap Gerald dengan tatapan membunuh.
Gerald berdiri berhadapan dengan Alex. Yoona ketakutan. Dia berlari ke belakang Gerald.
Gerald mengerutkan dahinya. Apa Yoona tidak mengenali kakaknya sendiri? Alex tidak berniat menjelaskan apapun pada Yoona.
"Jauhi adikku! " geram Alex kemudian menghilang dari pandangan mereka berdua.
"Di.. Dia.. Dia hantu"
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1