
Terjadi perkelahian antara naga putih dan Raja yang ternyata bernama Raja Gerald.
Yoona berdiri jauh dari mereka. Yoona melihat ketangkasan Gerald yang mampu melawan naga yang ukuran tubuhnya lebih besar dari nya.
Darah terciprat ke lantai putih polos. Gerald berhasil menggores tubuh naga itu. Naga itu terlempar karena pukulan Gerald.
Pandangan naga itu tertuju pada Yoona dan secepat kilat dia bergerak kearah Yoona kemudian menggigit leher Yoona.
"Aaaaaaaarrrrrggggghhhhhh!!!!!! " teriak Yoona. Gerald terbelalak. Dia segera berlari untuk memenggal kepala naga itu.
Namun naga itu sudah menghilang. Yoona terkulai dan akan jatuh ke lantai, namun dengan sigap, Gerald menangkap tubuh Yoona.
Yoona memegangi lehernya. Darah merembes membasahi baju pasiennya.
"Maaf, aku terlambat" kata Gerald kemudian menyingkap sedikit baju Yoona. Bekas gigitan naga putih itu menjadi sebuah lambang pentagram.
"Ini pertanda kematian" kata Gerald pelan. Namun Yoona masih bisa mendengar nya. "Apa? Ja.. Jadi aku akan mati? Yang mulia, tolong selamatkan aku yang mulia " tangis Yoona mulai panik.
"Bagaimana jika aku membawamu ke duniaku? " kata Gerald. "Kemana Tn.? " tanya Yoona.
"Ke dunia druckless" jawab Gerald. "Bawa saja, tolong jangan biarkan aku mati" tangis Yoona.
"Iya, aku tidak akan membiarkanmu mati" kata Gerald kemudian mengangkat tubuh Yoona dan menggendongnya ala bridal. Mereka pun menghilang.
♡♥♡♥♡♥♡
Yoona di baringkan ke ranjang yang luas dan mewah di kerajaan Evallium.
"Tabiiiib!!! " teriak Gerald. Beberapa tabib memasuki kamar raja mereka. Mereka segera memeriksa Yoona.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati sayang, sudah lama aku menunggu saat ini, saat dimana kita bertemu dan saling menatap. Tapi tidak dengan kondisimu sekarang, aku tidak mau kehilangan gadis yang ku cintai" batin Gerald.
Ternyata Gerald mencintai Yoona, tapi sejak kapan? Bagaimana ceritanya?
"Tuanku, racun kematiannya sudah tersebar, tidak ada cara lain, racunnya harus di keluarkan" kata salah satu tabib.
"Argh! Pergi kalian! Biar aku yang melakukan nya! " bentak Gerald kesal.
Para tabib pun berlalu sambil membungkukkan badan mereka. Gerald menghampiri Yoona.
__ADS_1
"Yoona "
"Aku merasa baik-baik saja" kata Yoona.
"Itu perasaanmu, tapi nyatanya, racun naga putih itu sudah menyebar" kata Gerald.
"A.. Apa? Ka.. Kalau begitu tolong selamatkan aku" tangis Yoona.
"Aku harus mengeluarkan racunnya, apa kau tidak keberatan? " tanya Gerald.
"Tidak, lakukan apa saja, asalkan aku bisa selamat" jawab Yoona cepat.
Gerald mendekat kemudian wajahnya semakin dekat ke leher Yoona. Dia pun menghisap bekas luka yang memiliki lambang pentagram tersebut.
Yoona merintih kesakitan. Pikiran Gerald terganggu dengan keadaan yang intim itu. Jantung nya berdebar kencang. Dekat yang gadis kecil yang sudah lama dia cintai, membuat hati nya senang.
"Awwhh sakit" ringis Yoona sambil memegang leher Gerald. Gerald merasa berdesir karena sentuhan kedua tangan lembut dan mungil milik Yoona yang memegang lehernya.
Gerald berhenti menghisap dan dia menatap Yoona. Yoona juga menatap Gerald. Gerald mengusap anak rambut yang menghalangi dahi Yoona.
Yoona bingung dengan apa yang dilakukan Gerald. Yoona sama sekali tidak merasa intim dengan jarak itu. Di usianya yang ke 13 itu memang Yoona masih polos dan belum mengerti arti cinta.
"Apa.. Apa aku baik-baik saja? " tanya Yoona pelan. Gerald terlihat sedih. Kemudian menggeleng. "Racun naga putih sulit di sembuhkan, aku akan mencari cara" kata Gerald sambil mengusap kepala Yoona lembut kemudian berlalu.
"Raja itu baik sekali, padahal kami tidak saling mengenal, tapi dia mau membantuku, aku berjanji akan membalas kebaikannya" gumam Yoona.
♡♥♡♥♡♥♡
Gerald duduk di kursi emas singgsananya. Dia terlihat frustasi. 3 orang penasehat berdiri di depannya.
Sedari tadi mereka memberikan solusi. Namun tidak ada satu pun yang di dengar oleh Gerald. Gerald merasa ide mereka bertiga sama sekali tidak ada yang bagus.
Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan. Pandangan mereka berempat tertuju ke sumber suara. Ternyata seorang wanita cantik yang terlihat elegan menghampiri Gerald.
"Kalian bertiga pergi lah" kata Gerald, ketiga penasehat itu membungkukkan badannya kemudian berlalu.
Wanita cantik itu memegang dada Gerald. "Kehabisan ide, sayang? " tanya wanita cantik itu.
Gerald menghela napas berat kemudian mengangguk. "Buka jubahmu, kau tidak bisa berpikir, padahal usia mu sudah 123 tahun, tapi kau masih belum bisa berpikir jauh" ledek wanita itu.
__ADS_1
Gerald menautkan alisnya mendengar ejekan itu. Wanita itu hanya tersenyum dan tahu apa yang ada di pikiran Gerald.
"Aku bisa membaca pikiran mu, sayang " kata wanita itu lagi. "Kau lupa? Kemampuan ku sama dengan gadis yang saat ini hampir mati" kata wanita itu lagi.
Gerald mengeratkan rahangnya kemudian menepis tangan wanita itu dari tubuhnya.
"Akan ku selamatkan dia dengan cara apapun! " geram Gerald. Wanita itu tersenyum. "Bagus, kalau begitu segera lakukan" kata wanita itu.
"Aku juga sedang mencari cara, benar-benar sulit karena racun Bianca sudah menyebar, waktu ku hanya sebentar" kata Gerald.
"Aku punya ide, aku yakin kau akan sangat suka dengan ide ku" kata wanita itu.
Gerald memincingkan matanya. "Aku tidak yakin ide mu bagus" kata Gerald sarkas.
Wanita itu tertawa lepas. "Tentu tidak sayang, dengan ide ku ini, kau akan menang banyak" kata wanita itu.
"Katakan " kata Gerald penuh penekanan. "Berikan gadis kecil itu tanda kepemilikanmu" kata wanita itu.
Gerald terbelalak dengan kedua pipinya yang sudah memerah. "Kenapa pipimu memerah? " tanya wanita itu dengan ekspresi menahan tawa. Padahal sebenarnya wanita itu tahu apa yang ada di pikiran Gerald tapi dia ingin menggoda Gerald.
"Dengar, sayang, maksudku bukan tanda kepemilikan semacam itu, tapi tanda kepemilikan yang di berikan suaminya pada istrinya" kata wanita itu.
"Apa? Maksudmu gigitanku yang akan membentuk lambang yang melilit di lehernya? Itu kan di larang, dan bukankah selain itu aku harus menikahinya" kata Gerald.
"Tidak ada pilihan lain, jika kau memberinya tanda kepemilikan, maka tubuhnya akan aman dari racun naga sialan itu karena kau yang memilikinya, kau juga seekor naga dan gadis kecil itu memiliki separuh tanpa tubuh naga dan separuh tubuh manusia" kata wanita itu.
Gerald tampak berpikir. "Baiklah sayang, aku harus kencan dengan kekasihku, semoga berhasil" kata wanita itu sambil mencium pipi Gerald kemudian berlalu.
Gerald masih mematung. Kemudian dia menatap punggung wanita itu yang kian menjauh.
"Tunggu!! " kata Gerald. Langkah wanita itu terhenti. Gerald berjalan menghampiri nya kemudian mencium kening wanita itu.
"Terimakasih " kata Gerald. Wanita itu tersenyum sambil membelai pipi Gerald dengan lembut. "Tentu saja, apapun akan ku lakukan untuk kebahagiaanmu sayang " katanya kemudian berlalu.
Gerald menatap punggung wanita itu yang kian menjauh "Kau memang wanita yang paling ku cintai, kau yang paling mengerti diriku.. Kakak" gumam Gerald.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah