
"Yoona Ayame
10 tahun
Kamar no 121
Mengalami luka tusukan dan terjatuh dari tangga" kata suster sambil membaca data Yoona.
Narura mengangguk. Setelah suster itu menyebutkan nominal yang harus ditebus, Narura memberikan sejumlah uang padanya.
"Terimakasih " kata suster.
Narura tersenyum ramah kemudian membopong Yoona yang sudah diperbolehkan pulang.
Selama diperjalanan, Yoona dan Narura terdiam tidak ada yang berniat memecah kesunyian diantara mereka.
Setelah beberapa jam dioerjalanan karena macet, akhirnya mereka sampai juga di mansion disaat hari menjelang sore.
Narura membopong Yoona kekamarnya yang berantakan.
Yoona berbaring ke ranjang dibantu Narura. "Emm sekarang istirahat ya" kata Narura.
Yoona mengangguk.
Narura pun menyelimuti tubuh Yoona kemudian mengecup dahi Yoona, setelah itu dia berlalu ke kamarnya.
Narura pun bercermin dan menyisir rambutnya.
Cantik
Sejenak Narura menghentikan aktifitasnya. Tapi kemudian dia melanjutkan menyisir rambutnya.
Cantik
Suara itu terdengar jelas. Tiba-tiba Narura melihat bayangan Devano dicermin. Seketika Narura menoleh kebelakang tidak ada siapapun.
Saat berbalik, wajahnya bertemu dengan wajah Devano. Yang lebih membuat Narura terkejut, Devano mencium bibirnya dengan rakus.
Narura terpundur karena Devano menciumnya dengan penuh penuntutan.
"Aku mencintaimu " kata Devano kemudian terkulai disamping Narura.
"Boleh besok aku menemui anakku yang kedua? " tanya Devano.
"Tidak " jawab Narura cepat.
"Kenapa? " tanya Devano.
"Bianca mengancamku"
__ADS_1
"Bianca tidak akan tahu"
"Aku tidak mau kalau sampai anakku kenapa-napa" kata Narura.
Devano beranjak dari ranjang kemudian memakai lagi pakaiannya dan jubahnya.
"Kau mau kemana? " tanya Narura.
"Mencari anakku" kata Devano.
Narura terkejut dia segera meraih jubah tidurnya dan menyusul Devano yang sudah berlalu.
Devano sudah mencari anaknya keseluruh ruangan di mansion kuno itu. Namun dia tidak menemukannya.
"Dimana anakku! " bentak Devano.
"Aku.. Dia.. Dia.. "
Devano menghela napas berat. "Aku tahu kau takut pada Bianca, tapi aku ingin melihat anakku" kata Devano.
Narura menunjuk ke belakang Devano. Devano menoleh. Air matanya berlinang.
♡♥♡♥♡♥♡
Bianca melihat Sam sedang menulis sesuatu dan Himeka memperhatikan Sam.
"Ehm, dimana Devano? " tanya Bianca. Himeka dan Sam menoleh.
"Aku bertanya padamu wanita tua" kata Bianca. Himeka menautkan alisnya.
"Tidak ada yang boleh memanggil ibuku dengan sebutan itu, termasuk kau" kata seseorang yang memasuki ruangan. Mereka menoleh ternyata Refano.
Bianca melipat tangannya didepan dada. "Hmm Refano, apa kau tahu dimana Devano? " tanya Bianca.
Refano melirik ibunya yang juga tengah melirik dirinya. Sejak kejadian dimana Bianca membuat Narura kembali ke dunianya dan menghilangkan Alex, Refano sering datang ke istana Diamond untuk membantu Himeka dan Devano yang kesusahan melawan duri dalam daging alias Bianca.
Karena berhubung saat itu Refano juga yang membantu menyelamatkan istana Diamond yang hampir hancir karena kebakaran.
Ok kembali ke topik
"Aku tidak tahu, bukankah kau istrinya? " tanya Refano sinis.
"Sam, ayo ke kamarmu" kata Himeka sambil mengajak Sam masuk ke kamarnya.
Kini tinggal Bianca dan Refano diruangan itu.
__ADS_1
"Jangan -jangan dia pergi ke mansion wanita itu " geram Bianca.
"Memangnya kenapa? Narura kan istri sah nya Devano, Devano masih berhak atas istrinya itu "
Bianca mengepalkan tangannya. "Tidak! Aku lah istrinya! " bentak Bianca.
"Kau perebut suami orang.. Bianca Aurora" kata Refano sarkas.
"Lihat saja jika Devano pergi ke tempat wanita itu , aku akan menghabisi anaknya! " kata Bianca.
"Takkan kubiarkan sedikitpun kau menyentuh Yoona! " bentak Refano.
"Bukan Yoona! " sanggah Bianca.
Refano menautkan alisnya. "Jangan -jangan dia tahu kalau aku yang menyembunyikan Alex dari mereka " batin Refano.
"Tapi Sam"
Refano terkejut bukan main mendengar ucapan Bianca.
"Ibu macam apa kau yang tega mempertaruhkan nyawa anaknya sendiri! " bentak Refano.
"Aku memang sangat menyayangi Sam, tapi aku hanya akan menggertak Devano, karena tidak ada phion lain, Alex sudah mati, Yoona? Bahkan aku yakin Narura tidak akan pernah memberitahu tentang gadis manis itu pada Devano karena aku sudah mengancamnya, kalau Narura, aku yakin Narura tidak lebih berharga dari Sam" kata Bianca.
Refano menggeleng-geleng tidak habis pikir dengan jalan pikiran Bianca yang berlipat ganda kepsikopatannya.
♡♥♡♥♡♥♡
Narura menunjuk ke belakang Devano. Devano menoleh. Air matanya berlinang.
Devano mendekat dan menatap foto itu. Foto bayi kecil yang berada dalam gendongan Narura.
"Dia.. Dia manis sekali " gumam Devano.
Narura menghela napas berat. Kalau saja Bianca tidak mengancamnya, maka dia akan mempertemukan Yoona dengan Devano. Namun apa daya dia tahu Bianca tidak pernah main-main dengan ucapannya.
"Sekarang kembalilah ke duniamu, Bianca pasti mencarimu, aku tidak mau kalau dia sampai kesini dan memporak-porandakan mansion ku" kata Narura.
Devano mengangguk kemudian dia mencium bibir Narura dengan lembut. Setelah itu, Devano menghilang dari pandangannya.
Narura berlalu kemudian membuka pintu kamar Yoona. Yoona tertidur lelap. Narura tahu, Refano datang dan menyembuyikan Yoona di dimensi lain sebelum Devano datang menemuinya.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah