
Perlahan mata Narura terbuka. Dia melihat kesekeliling. Matanya terasa perih. Dia ingat, semalam dia menangis karena Sam. Tidak, tapi lebih tepatnya kecewa pada Sam.
Narura menuruni tangga dan membuka pintu kamar dimana teman-temannya tertidur. Didalam semuanya terkapar tak sadarkan diri.
"Semuanya bangun!! " Narura membangunkan mereka dengan suara yang keras sambil mengguncangkan tubuh mereka satu persatu.
"Naru.. "
PLAKKK
Belum sempat Sam menyelesaikan kata-katanya, tamparan mendarat dipipi Sam.
"Kalian sialan! Beraninya mengotori mansion ini! Mansion milik nenek buyutku! Kalian pergi sekarang juga dari sini!! " bentak Narura.
Mereka pun segera mengemasi barang mereka. Dan meminta maaf berkali-kali. Tapi Narura tidak menggubris mereka karena terlanjur kesal.
Narura menggiring mereka sampai ke pelataran mansion.
Sebuah mobil sport biru tua terhenti didepan mansion. Mereka menoleh.
Pintu mobil terbuka. Turunlah pria tampan berjas, dia sangat tampan. Para wanita yang melihatnya terpesona kecuali Narura.
"Halo sayang" pria itu merengkuh pinggang Narura dengan possesive.
Narura tidak nyaman diperlakukan seperti itu.
Sam kecewa dengan apa yang dilihatnya. "Naru? Siapa dia? "
"Aku calon suaminya" jawab pria itu.
Narura menatap pria itu dengan tatapan membunuh. Sam menggeleng kemudian memasuki mobil dan mobil mereka pun menjauh dari mansion itu.
"Apa-apaan kau Vano" gerutu Narura pada pria yang tidak lain adalah Devano.
"Memangnya kenapa, aku dengan senang hati akan membantumu, kau mau terlihat istimewakan didepan mereka "
"Tapi.. Kkau begitu mencolok"
"Hhh tidak masalah, yang penting kau mau menuruti apa mau ku"
"Apa kau bilang? Mau mu? "
"Iya, aku mau kau menjadi milikku"
"Tapi aku tidak mau"
"Kau tidak punya pilihan" Devano terlihat marah dan merengkuh pinggang Narura dengan kasar membuat Narura ketakutan.
"Lepaskan aku" ringis Narura.
"Baik, tapi ingat kau datang kemari berarti kau menyerahkan dirimu padaku.. Tidak ada bantahan"
Devano menarik tangan Narura agar memasuki mansion.
"Lepaskan aku hantu! "
"Aku bukan hantu, dasar manusia"
Narura terkejut setelah melihat puluhan pelayan didalam mansion bekerja.
Bulu kuduknya berdiri. Dia yakin, selama didalam mansion, dia tidak melihat mereka.
Darimana mereka masuk? Siapa yang membiarkan mereka masuk? Kapan mereka masuk? Sejak kapan mereka berada disana?
"Jangan menatap mereka dengan horor Naru, kau menakuti mereka "
__ADS_1
"Aku yang ketakutan Vano"
Devano menjentikkan jarinya. Puluhan pelayan itu berkumpul berhadapan dengan Devano dan Narura.
"Semuanya, perkenalkan dia calon istriku. Dia baru di mansion ini. Jadi layani dia dengan baik ya"
Apa? Calon istri? Baru di mansion ini? Setidaknya itu sedikit pertanyaan yang ada dipikiran Narura.
Para pelayan membungkukkan badannya layaknya orang Jepang pada umumnya.
"Kalian boleh kembali " mereka pun berlalu.
"Jangan -jangan, mereka.. Hantu juga seperti mu"
"Mereka bukan hantu, mereka druckless sama seperti ku"
"Sama saja"
"Beda, hantu itu manusia yang mati dan arwahnya gentayangan. Sedangkan druckless adalah makhluk yang memikiki alam sendiri di wilayah tertentu. Kami tidak mati seperti hantu tapi kami juga tidak bernapas seperti manusia"
"Kau siluman"
"Makhluk apa lagi itu? "
"Kupikir itu dirimu"
"Ah lupakan, intinya jika kau mau sesuatu katakan padaku atau mereka ya.. Aku akan segera menikah denganmu dan membawamu ke alam ku"
"Apa? Aku belum mau mati! "
"Memangnya siapa yang akan membunuhmu? "
"Emm.. Aku pernah membaca wattpad yang judulnya I am Indigo, Hinata akan menepati janjinya pada Toneri dengan bunuh diri dan hidup selamanya dengan Toneri, meski itu dilarang Toneri "
"Tokoh hantu dicerita itu "
"Jangan terlalu banyak membaca cerita"
"Ah aku suka cerita "
Hening
Devano mengetik ponselnya. Narura tersenyum geli melihat itu.
Devano mendeliknya dengan tajam. "Kenapa? "
"Ternyata kau bisa juga ya menggunakan ponsel"
"Hh, aku harus beradaptasi di duniamu agar aku mendapatkanmu, manusia"
"Ternyata kau punya sisi lucu juga ya, kupikir makhluk sepertimu tidak berisik"
"Aku ke kantor ya, ini sudah siang, memangnya kau tidak ke kampus? "
"Emm aku akan ke kampus nanti pukul 8"
"Akan kuantar"
"Emm baiklah "
♡♥♡♥♡♥♡
***Devano***
Aku menyetir mobil sport ku yang mendadak di eksport dari alam ku ehm ya aku memang bukan manusia. Aku druckless.
__ADS_1
Mungkin kalian biasa menyebutku siluman, ya meski aku tidak tahu seperti apa itu siluman.
Saat ini aku sedang berada diperjalanan untuk mengantar gadis cantikku ke tempat kuliahnya.
Aku senang memilikinya meski dia tidak senang mendapat gangguan dariku. Hari itu aku sedang duduk santai di mansion ku.
FYI Mansion ku itu atau yang kalian tahu sebagai mansionnya Naru, itu adalah kerajaanku.
Kulihat waktu itu seorang wanita paruh baya membawa seorang gadis. Dia sangat cantik. Kudengar wanita itu menyuruh gadis yang tak lain adalah Naru untuk tinggal di mansionku.
Aku sangat senang mendengarnya. Aku tidak sengaja menyenggol benda kerajaan hingga jatuh.
Mereka terkejut dan bergegas ketempatku berdiri melihat dan mencari apa yang jatuh. Mereka tidak menemukan apapun. Tentu saja, barang yang jatuh adalah barang tak kasat mata.
Wanita paruh baya itu pun meninggalkan Narura sendiri di mansion ku sendiri bersamaku.
Aku selalu memperhatikannya. Dia sangat cantik. Aku menyukainya. Aku pun berkali-kali mengatakan cantik. Aku yakin dia mendengar ku.
Dia membersihkan mansion ku. Malam harinya dia pergi tidur. Aku ingin mengerjainya. Dia sukses ketakutan.
Selama dia tertidur, aku selalu memperhatikannya. Dia begitu cantik dan mengundang hasratku. Ingin aku menyentuhnya.
Pagi pun tiba. Dia terbangun dan menoleh ke arahku. Aku segera menyembunyikan keberadaan diriku.
Dia pun memasuki kamar mandi. Kudengar rintikan air. Kubayangkan dia dibawah shower dengan telanjang. Sungguh erotis.
Dia pun keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi yang dia pakai.
Aroma tubuhnya mengundang dan aku merasa kejantananku bereaksi.
Aku tidak tahan dan berdiri dibelakangnya. Dia membuka jubah mandinya dan terpampang tubuh mulusnya telanjang.
Aku berujar lagi CANTIK
Dia melihat keberadaanku lewat cermin. Dia terlihat ketakutan melihat ku.
Dia menoleh, aku segera berteleportasi hingga berada dibelakangnya. Aku merengkuh pinggangnya. Dia terlihat shock dan menanyakan beberapa pertanyaan.
Aku hanya berujar, kalau dia CANTIK.
Aku menciumnya kurasakan hangatnya deru napas gadis cantik ini. Jantungnya berdebar kencang dan terdengar indah ditelingaku.
Jadi inilah manusia. Begini rasanya mencium manusia.
Aku pun hilang kendali dan menikmati tubuhnya yang memabukkan. Dia begitu cantik dan... Menggairahkan.
Sungguh untuk pertama kalinya aku menikmati tubuh manusia. Aku yakin dia pasti shock dengan apa yang kulakukan. Tapi aku berjanji akan mendapatkannya dan menjadikannya istriku.
Aahh dia..
"Vano, kampusku sudah terlewat! " teriakan gadis itu membuyarkan lamunanku.
Sontak aku menghentikan mobilku. "Kau ini melamun saja, kupikir han.. Emm maksudku druckless seperti mu tidak banyak melamun" ledeknya kemudian keluar dari mobilku. Dasar manusia.. Manusia cantik..
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1