
"Samuel? Sedang apa kau disini? " tanya Refano.
Samuel menatap Refano. "Kau menyembunyikannya? Kau bilang dia sudah mati" kata Samuel.
"Aku tidak mau mengambil resiko Sam, sekarang aku tidak punya banyak waktu, aku harus segera ke pemakaman Yukari dan menggunakan ramuan ini untuk menghidupkannya kembali " kata Refano.
"Ku mohon paman, aku membutuhkannya untuk ibuku paman" kata Sam.
Alex mengepakkan sayapnya dan terbang lewat jendela.
Sam dan Refano terkejut. "Hei kau! Jangan pergi!! " teriak Samuel sambil mengepakkan sayapnya sendiri dan terbang menyusul Alex.
Alex terus terbang semakin cepat karena kini dibelakangnya ada Samuel menyusul.
"Oh Shit!! " umpat Refano kemudian mengepakkan sayapnya yang lebih besar dan menyusul mereka.
Sam menghembuskan napas apinya kearah Alex. Alex bisa berkelit.
Sam tidak berhenti menghembuskan apinya dan malah makin gencar menyerang kakaknya sendiri.
Lengan Alex terkena api itu. Alex pun berhenti terbang kemudian berbalik dan menghembuskan napas anginnya yang kuat sehingga api dari Sam malah berbalik menyerang Sam.
Sam kehilangan keseimbangan kemudian terjatuh dan berputar-putar di udara dia siap mendarat di tanah, namun Refano segera menangkapnya.
"Kau terluka Sam? "
"Paman ku mohon, aku membutuhkan ramuan itu " kata Sam.
"Tidak, ku mohon jangan bangkitkan kembali ibumu Sam" kata Refano.
Sam terlihat kesal, dia pun mendorong Refano kemudian kembali terbang mengejar Alex.
"Hei! Berhenti kau!! " pekik Sam. Alex sama sekali tidak menggubrisnya dan semakin cepat terbang.
Refano mengejar mereka dibelakang. "Sam! Alex! Berhenti!! " teriak Refano.
"Dasar menyebalkan anak -anaknya si Devano " gerutu Refano.
Sam meloncat dan berhasil menerkam Alex. Mereka bergulat di udara. Saling memukul dan saling mencakar.
Refano yang sudah sampai menyusul mereka terkejut melihat perkelahian itu.
"Jangan sampai mereka menjadi naga" gumam Refano.
Tiba-tiba botol ramuan yang dipegang Alex jatuh. Sam dan Alex berhenti berkelahi kemudian mereka berusaha mengambil botol itu.
Mereka saling menyenggol. Botol itu berhasil diraih oleh Sam. "Jangan mendekat atau ku pecahkan ramuan ini" ancam Sam.
Alex menautkan alisnya. "Kembalikan, atau takkan aku ampuni kau" desis Alex.
"Aku akan membawanya, aku harus menolong ibuku " kata Sam.
"Kuharap kau tidak melakukan kesalahan itu " kata Alex.
"Kau tidak mengerti, selama ini kau hidup tanpa seorang ibu, kau tidak mengerti bagaimana rasanya kehilangan seorang ibu! " kata Sam.
Refano segera menghampiri mereka dan menarik masing-masing tangan mereka.
__ADS_1
"Kalian mau cari masalah! Sam, kembalikan ramuan itu " ancam Refano.
"Tapi paman, ibuku membutuhkannya! "
"Tidak! Jika Bianca kembali hidup, semuanya akan kembali kacau, apa saja Sam katakan apa yang kau mau, tapi jangan ramuan itu " kata Refano.
Alex menatap Sam dengan tajam begitu pun sebaliknya.
Sam memberikan botol ramuan itu pada Alex. Alex menerimanya.
♡♥♡♥♡♥♡
Narura duduk sendirian di toko. Tanpa kehadiran Yoona, rasanya begitu sepi. Padahal para pembeli begitu banyak dan membeli bunganya.
"Hai" sapa seseorang. Yoona menoleh ternyata Devano. "Vano? Apa yang kau lakukan disini? Nanti mereka curiga" bisik Narura.
"Tenang saja, aku kesini untuk membeli bunga tulip ini" kata Devano sambil memperlihatkan tulip merah pilihannya.
Narura membungkusnya dengan tas khusus. "Aku mau kau membungkusnya dengan buket" kata Devano.
"Baiklah, untuk siapa bunga ini? " tanya Narura sambil memulai membungkus dengan plastik buket.
"Untuk ibuku, tenang saja, aku tidak punya wanita lain selain dirimu" jawab Devano.
♡♥♡♥♡♥♡
Alex menyiramkan ramuan itu ke atas peti mati Yukari karena Refano tidak ingin membongkar peti matinya. Ramuan itu mengalir lewat lubang yang dibuat oleh Refano sebelumnya.
Refano, Alex dan Sam memperhatikan apa yang terjadi setelah ramuan itu bekerja. Namun hasilnya nihil. Sudah 2 jam mereka menunggu.
Refano, Alex dan Sam terbang di udara dengan sayap mereka.
"Alex, Sam, apa kalian tidak berniat berkenalan? " tanya Refano.
Tidak ada jawaban.
"Bagaimana pun, kalian itu saudara" sambung Refano.
Masih tidak ada jawaban.
"Ayolah setidaknya kalian ngobrol" kata Refano.
Tetap tidak ada jawaban.
"Ya sudah " ketus Refano.
♡♥♡♥♡♥♡
Narura selesai menutup tokonya. Dia pun bergegas ke mansionnya yang terletak di dekat toko tersebut. Devano mengikutinya.
"Langkahmu cepat sekali Naru" kata Devano. Narura hanya tersenyum mendengar ocehan suaminya itu. Entahlah Narura merasa aneh dengan perasaannya sendiri.
Narura merasa kalau Devano bukanlah suaminya secara perasaan. Narura merasa Devano bukanlah jodoh yang sesungguhnya. Namun dia tidak mau menyakiti Devano dengan mengatakannya secara langsung.
♡♥♡♥♡♥♡
Yoona tengah duduk di asramanya. Dia menunggu Dafny temannya sekamarnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, seseorang mengetuk pintu. Yoona membuka pintu.
"Dafny? Kau lama sekali " gerutu Yoona.
"Hehe, aku beli makanan dulu " kata gadis pirang yang tampaknya sebaya dengan Yoona.
"Oh? Benarkah? "
"Iya lihat, aku membawa steak sapi dan mie pasta" kata Dafny dengan antusias.
Benda saja dalam tas belanja itu terdapat banyak makanan.
"Ayo kita makan" ajak Dafny.
Yoona menghela napas panjang. Dia jadi ingat Narura. Yoona sangat merindukan Narura. Dia berpikir sedang apa Narura sekarang di mansion. Dia pasti kesepian karena sendirian.
♡♥♡♥♡♥♡
Narura dan Devano tengah tertidur dalam satu selimut. Tiba-tiba, smartphone Narura berdering.
Narura pun harus membuka matanya. Dia mengambil smartphonenya kemudian melihat nama Yoona di layar smartphonenya itu.
Narura segera mengangkat panggilan dari putri tersayangnya itu. Devano juga terbangun.
"Halo sayang? Ibu merindukanmu "
"Aku juga bu, ibu sedang apa? Pasti ibu kesepian ya"
Pipi Narura merona. Nyatanya dia tidak kesepian karena ada Devano di sampingnya. Devano tersenyum mengerti apa yang ada dipikiran Narura meskipun dia tidak bisa membaca pikiran Narura seperti Yoona.
"Iya sayang, apa kau baik-baik saja disana? "
"Iya bu, bahkan sekarang aku punya banyak teman, tidak ada yang membullyku lagi"
"Syukurlah, bagaimana jika besok ibu kesana mengunjungimu? "
"Boleh bu, aku sangat merindukan ibu, aku ingin segera bertemu ibu"
Devano terharu mendengar percakapan anaknya dengan istrinya itu. Ingin sekali dia berbicara juga dengan Yoona. Tapi tentunya itu malah membuat Yoona shock.
"Ya sudah bu, aku mau les dulu bye ibuku yang cantik "
"Iya sayang"
Yoona mengakhiri panggilannya.
"Aku juga merindukannya Naru"
"Bagaimana jika besok kita kesana? "
"Aku tidak yakin, bagaimana cara menjelaskan semuanya"
"Baiklah, kita lanjutkan besok" kata Narura kemudian kembali tertidur. Devano memeluknya.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah